Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nggak Ada Dosen Pembimbing, Bagaimana Mahasiswa UT Bisa Mengikuti Perkuliahan?

Firdaus Deni Febriansyah oleh Firdaus Deni Febriansyah
10 Juli 2023
A A
Universitas Terbuka Nggak Punya Dosen Pembimbing (Unsplash)

Universitas Terbuka Nggak Punya Dosen Pembimbing (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bisa dibilang, dosen pembimbing adalah dosen yang paling sering berinteraksi dengan mahasiswa. Bahkan saat maba, mahasiswa sudah harus berurusan dengan dosen pembimbing untuk keperluan konsultasi KRS. Akan tetapi lain cerita jika Anda kuliah di Universitas Terbuka (UT). Karena di sini tidak mengenal adanya dosen pembimbing.

Lah kok bisa? Apakah kuliah di UT itu tanpa dosen? Ya nggak dong, tetap ada dosen, kok, cuma khusus dosen pembimbing memang tidak ada. Tapi itu bukan menjadi masalah besar untuk kami.

Di Universitas Terbuka ada dosen kok

Siapa bilang di Universitas Terbuka nggak ada dosen? Lagipula, gimana ceritanya kuliah kalau tidak ada dosen? Di sini kami tidak menyebut mereka dosen, tapi tutor.

Baik perkuliahan secara daring maupun tatap muka, tutor tetap wajib memberikan materi dan tugas-tugas. Mereka juga memberi nilai harian selama perkuliahan. Namun, pastinya, ada yang beda antara dosen di Universitas Terbuka dan perguruan tinggi lainnya.

Di sini, tidak ada istilah dosen pembimbing. Semua dosen atau tutor di sini tugasnya sama, yaitu mengajar dan memberikan materi perkuliahan.

Makanya, mahasiswa harus mandiri

Di Universitas Terbuka tidak ada dosen pembimbing dan ini adalah fakta. Oleh sebab itu, mahasiswa harus bisa belajar secara mandiri. Faktanya, meski mahasiswa UT harus berjuang sendiri, nyatanya mereka bisa menyelesaikan perkuliahannya sampai selesai.

Dengan konsep mandiri, terbuka, dan jarak jauh membuat mahasiswa UT harus siap menghadapi perkuliahan tanpa arahan dari dosen. Semua dilakukan sendiri mulai dari awal pemilihan mata kuliah hingga nanti mengerjakan tugas akhir.

Itu sudah konsekuensi yang harus kami terima dan lakukan. Sedari awal memang itu sudah aturan yang ditetapkan oleh kampus dan mahasiswa harus menjalaninya.

Baca Juga:

Alasan Saya Memilih Tugas Akhir Skripsi meski Pilihan Lain Terlihat Lebih “Waras”

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

Di Universitas Terbuka, dosen hanya bertugas mengajar dan memberikan materi saja. Soal bagaimana cara terbaik mahasiswa bisa mengeksplorasi agar sukses selama kuliah, itu sudah menjadi urusan mahasiswa. Barang siapa yang bisa belajar secara mandiri, bisa dibilang dialah yang akan sukses.

Mahasiswa Universitas Terbuka tetap lancar kuliah walau tidak ada dosen pembimbing

Meski tanpa dosen pembimbing, bukan berarti mahasiswa Universitas Terbuka tidak bisa lancar kuliah. Buktinya, setiap tahunnya pasti ada saja mahasiswa yang lulus pertanda mereka bisa menjalani perkuliahan meski tidak ada dosen yang membimbing.

Dimulai dari memilih mata kuliah, kuliah, ujian, hingga mengerjakan tugas akhir semua bisa dilakukan sendiri. Asalkan, mahasiswa tidak malas mencari informasi tentang perkuliahan.

Tanpa dosen pembimbing pun, UT menyediakan banyak layanan yang bisa dimanfaatkan mahasiswanya selama mengikuti perkuliahan. Mahasiswa hanya perlu mengakses aplikasi tertentu untuk bisa mendapatkan informasi dan layanan perkuliahan yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, jika mahasiswa ingin membaca buku secara digital, Universitas Terbuka memiliki aplikasi pustaka.ut.ac.id. Di sana mahasiswa bebas membaca buku yang berhubungan langsung dengan materi perkuliahan. Jangankan mahasiswa UT, mahasiswa non UT pun dipersilakan membacanya.

Contoh lainnya dan yang paling mutakhir adalah MyUT. Layanan satu pintu yang dirilis oleh UT, membantu mahasiswanya memantau langsung jadwal perkuliahan, UAS, hingga wisuda tanpa harus bertanya ke dosen pembimbing. Di sana juga mahasiswa bisa memantau hasil pencapaian belajar.

Kesimpulannya, kunci utama sukses kuliah di Universitas Terbuka memang berasal dari diri sendiri. Selagi tidak malas mencari informasi, Anda tidak akan ketinggalan jadwal dan materi perkuliahan.

Penulis: Firdaus Deni Febriansyah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Universitas Terbuka Bukan Tempat bagi Mahasiswa Malas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: cara mendaftar Universitas TerbukaDosen Pembimbingkuliah di Universitas Terbukakuliah di UTSkripsiuniversitas terbukaUniversitas Terbuka tidak ada dosen pembimbingut
Firdaus Deni Febriansyah

Firdaus Deni Febriansyah

Seorang content writer di salah satu agency dan juga mahasiswa di Universitas Terbuka. Tertarik dengan dunia content writing, copywriting, dan SEO.

ArtikelTerkait

Tips Bagi Pejuang Skripsi biar Nggak Kehilangan File Kayak RM BTS terminal mojok

Tips Bagi Pejuang Skripsi biar Nggak Kehilangan File Kayak RM BTS

13 November 2021
3 Cara Menghilangkan Stres ketika Mengerjakan Skripsi (Unsplash)

3 Cara Menghilangkan Stres ketika Mengerjakan Skripsi

8 September 2024
Joki Skripsi Nyatanya Lebih Memahami Mahasiswa ketimbang Dosen (Unsplash)

Nyatanya, Joki Skripsi Lebih Memahami Mahasiswa Tingkat Akhir ketimbang Dosen yang Nggak Becus Membimbing, kok

19 Januari 2024
Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal kuliah 7 tahun

Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal

2 Desember 2023
5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi

30 Juli 2022
Kok Bisa Kalian Jadi Mahasiswa Semester 14 tapi Nggak Punya Teman? Kok Bisa Kalian Nyinyirin Selebrasi Sidang Skripsi, Iri ya?

Normalisasi Ucapan Terima Kasih kepada Pacar di Skripsi, sebab Tak Ada yang Salah dari Ucapan Terima Kasih!

1 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.