Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ujian Praktik SIM Adalah Refleksi Ujian Hidup yang Sebenarnya

Anisah Meidayanti oleh Anisah Meidayanti
14 April 2021
A A
penggolongan sim ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya sudah ujian praktik SIM lima kali tapi tetap saja gagal!”

“Nggak terhitung sudah berapa kali saya bolak-balik Polres untuk bikin SIM”

“Sulit sekali track-nya, mana ada track seperti itu di jalanan?”

Itulah beberapa celotehan banyak orang seputar pengalaman membuat SIM. Celotehan tersebut berhasil saya kumpulkan dan menjadi pedoman saya untuk turut andil juga merasakan pengalaman yang bagi banyak orang sangat menjengkelkan.

Kebetulan, saya harus membuat SIM kembali akibat keteledoran saya tidak memperpanjang masa berlaku selama lebih dari dua tahun. SIM tersebut dulu saya dapatkan dengan cara eksekutif, tanpa harus mengumpulkan berkas data diri digital yang harus di-fotocopy, mengikuti ujian psikotes yang saya pikir soalnya adalah kumpulan soal khas Tes Potensi Akademik, seperti; sinonim, antonim, logika, aritmatika, deret nilai, dsb. Lalu tanpa mengikuti tes kesehatan, yang hanya diukur tinggi dan berat badan tapi mampu menuliskan keterangan tensi pada kolom surat sehat hingga merasakan kebosanan level maksimal akibat antri lebih dari satu jam hanya untuk mengumpulkan berkas.

Tapi, saya suka tahap tes teori, hehe. Walaupun agak deg-degan, tapi berasa seperti polisi lalu lintas yang selalu gercep melihat kesalahan para pengguna jalan. Dari mengikuti tes teori tersebut, membuka mata dan hati saya untuk selalu berhati-hati dan tidak meremehkan setiap rambu dan tindakan selama menyetir kendaraan.

Tidak pernah sekalipun ada di pikiran saya sejak dahulu harus mengikuti ujian praktik SIM yang identik dengan celotehan menjengkelkan. Rasa jengkel memanglah wujud kekesalan banyak orang atas pengalaman mengurus SIM. Untuk saat ini, ada beberapa Polres dan Samsat yang pendaftarannya dilakukan secara online. Namun tetap saja, tahap ujian praktik adalah tahap paling greget. Bahkan hanya mendengar istilahnya saja sudah bikin deg-degan, wkwk.

Sebelumnya, saya telah memperhatikan arena ujian praktik SIM ini. Saya melihat dari kejauhan banyaknya peserta yang nerveous dan jengkel terhadap dirinya sendiri karena tak bisa menyelesaikannya. Akan sangat menjengkelkan lagi, ketika gagal dalam ujian praktik ini, lalu harus mengulang tes alias kembali lagi ke arena mematikan ini, paling cepat seminggu setelahnya.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Bikin Akta Kematian Tanpa Calo: (Dibikin) Ribet, Capek, dan Menyebalkan!

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Saat orang lain sedang menjalankan tes itulah, saya mencoba mengamati apa sebenarnya yang membuat ujian praktik SIM ini seakan jurang kematian. Penuh kegagalan, penuh kekesalan dan kekecewaan terhadap diri sendiri. Bahkan, banyak orang menyalahkan diri sendiri hingga bingung. Seperti yang biasa terjadi pasca ujian praktik adalah muncul kalimat, “Ternyata walau sudah berkendara lama dan jauh, tetap saja sulit lolos pada tahap ini.”

Saya baru saja gagal sekali, tapi rasanya sudah ingin segera menghubungi calo karena perasaan menyerah dan jengkel. Niat menghubungi calo itupun semakin kuat setelah saya bercerita kepada beberapa orang, hampir semua menyatakan “emang dibuat gitu, biar ada biaya lebih untuk segera lolos”. Wah ini adalah godaan hidup sebenarnya!.

Tekad bulat saya untuk memproses pembuatan ini melalui jalur aman, bersih, sehat sentosa diuji pada tahap ini. Dalam batin saya, “Masa gagal sekali langsung putus asa sih?”

Dari pengalaman saya mengurus SIM C tersebut, saya akhirnya merefleksi pengalaman ini dalam jalan hidup saya, bahwa hidup itu:

Hidup harus sabar

Walaupun dalam hati saya sudah ngomel-ngomel atas pelayanan yang lama, saya haruslah sabar karena yang diurus tidak hanya satu atau dua orang. Harus sabar, ya. Semoga saja dengan sistem yang mampu membuat orang lain sabar ini ke depannya juga bisa bikin nyaman dan mendorong kita semua untuk berperilaku efektif dan efisien.

Untuk menjadi seseorang yang layak, haruslah berusaha layak

Kegagalan saya dalam menjalani ujian praktik SIM yang baru sekali ini, mendorong saya untuk belajar menjadi seseorang yang layak dalam berkendara. Nggak asal gas dan rem, tapi juga memperhatikan manuver kendaraan dan situasi jalan.

Mau jadi orang “bener” itu pasti ada aja godaannya

Saya seperti merasa sebagai pemeran utama protagonis FTV Indosuwer yang selalu diuji oleh berbagai ujian yang menuntun saya untuk menyerah. Dalam hal ini, segera menggunakan jalur dalam atau calo adalah godaan paling menjanjikan bagi saya agar tidak bolak-balik rumah-polres dan mengalami rasa gagal hanya untuk ujian praktik SIM.

Ya beginilah hidup, kita dituntut untuk bisa tetap semangat dan terus bersabar walau pada akhirnya tetap banyak godaan dan menggerutu. Wajar, hidup ini perihal bagaimana mengelola emosi agar lulusnya nggak setengah-tengah dan berujung sia-sia. Bismillah 2021 SIM baru tergapai, Amin!

BACA JUGA Keuntungan Membuat SIM Melalui Jalur Resmi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2021 oleh

Tags: caloujian praktikujian SIM
Anisah Meidayanti

Anisah Meidayanti

Mbak-Mbak Pekerja WFA yang Suka Menulis Pengalaman Perjalanannya. Tapi juga Menaruh Perhatian Pada Isu Lingkungan, Gender dan Kesehatan Mental

ArtikelTerkait

Calo Kerja, Sisi Gelap di Balik Gemerlapnya Cikarang Kota Industri

Calo Kerja, Sisi Gelap di Balik Gemerlapnya Cikarang Kota Industri

21 Desember 2023
Lulusan SMK Berusia 20-an Sudah Dianggap Lansia oleh Perusahaan, Cari Kerja Makin Sulit Mojok.co

Lulusan SMK Berusia 20-an Sudah Dianggap Lansia oleh Perusahaan, Cari Kerja Makin Sulit

15 Januari 2024
Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

27 Februari 2025
penggolongan sim ujian praktik sim sim khusus pelajar mojok

Maaf, Ujian SIM C Terbaru Belum Bisa Menguji Kemampuan Pengendara Motor, Soalnya Nalar Mereka yang Remuk, Bukan Skill-nya!

8 Agustus 2023
Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

3 Juli 2024
Kenapa sih Pada Protes Akses NIK Kudu Bayar? Kayak Nggak Paham Aja Biasanya Gimana SIM

Lolos Ujian SIM Tanpa Calo, Bangganya di Mana?

25 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.