Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Trowulan, Daerah di Mojokerto yang (Hampir) Tak Mungkin Kena Banjir

Audea Septiana oleh Audea Septiana
15 Maret 2024
A A
Trowulan, Daerah di Mojokerto yang (Hampir) Tak Mungkin Kena Banjir

Trowulan, Daerah di Mojokerto yang (Hampir) Tak Mungkin Kena Banjir (Andrew Vebiansyah via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Trowulan Mojokerto amat jarang banjir, ini unik mengingat Mojokerto sendiri amat sangat susah dipisahkan dari banjir. Apa sebabnya?

Mojokerto dan banjir adalah pasangan yang amat susah dipisahkan. Di beberapa wilayah yang dianggap sebagai zona merah seperti Mojosari, Pungging, Ngoro, Gondang, Sooko, dan Puri, cinta mereka begitu kuat. Belum lagi wilayah kota seperti Magersari, Kranggan, dan Prajuritan Kulon, lebih kuat. Banjir dan Mojokerto, sudah seperti pasangan yang terjebak dalam toxic relationship…

Kecuali Trowulan.

Saya sempat punya kekhawatiran kalau Trowulan bakal ikut kebanjiran. Namun, pikiran tersebut terhenti ketika teringat cerita sesepuh desa bahwa “Trowulan gaiso banjir, bekas kerajaan iki ngunu”. Tapi, kalau dipikir-pikir Trowulan memang hampir tidak pernah banjir selama ini. Ya ada sih beberapa kali, cuma penyebab utamanya karena waktu itu ada pelebaran jalan, sehingga sungai menyempit, itu pun baru terjadi di awal 2023 dan kini sudah tidak terjadi lagi. Lantas apa yang menyebabkan Trowulan tidak bisa banjir?

Warisan teknologi dan tata air ibu kota Majapahit

Jika ditelusuri lebih mendalam, mitos Trowulan tidak terkena banjir karena bekas kerajaan bukanlah mitos semata. Beberapa ahli melakukan penelitian di kawasan ini dan menemukan bekas-bekas jaringan kanal yang dianggap sebagai alat pengendali banjir. Meskipun begitu, masih ada anggapan bahwa jaringan itu lah yang menyelamatkan kehidupan masa sekarang dari banjir. Jaringan kanal tersebut menjulang di sudut-sudut wilayah kerajaan Majapahit.

Keberadaan Balong Bunder dan Balong Dowo

Penguasa kerajaan Majapahit juga menyiapkan bendungan dan waduk untuk menampung air hujan. Dari bendungan-bendungan yang pernah ada, masih ada yang bertahan sampai saat ini seperti Balong Bunder dan Balong Dowo. Situs ini diperkirakan memiliki kedalaman 2-5 m, bentuknya persegi dengan lebar kisaran 10-15 m dan panjang 250 m.

Secara spesifik belum ada kajian arkeologis terkait kedua situs tersebut. Di dalam situs ini diperkirakan ada aliran sungai yang dipasangi lingga-lingga. Keberadaannya yang cukup dekat dengan Kolam Segaran semakin memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa penguasa Kerajaan Majapahit kala itu sudah menyiapkan kedua balong tersebut sebagai alternatif penampungan air. Untuk menghormati kedua balong ini, beberapa orang kerap kali melakukan upacara untuk memuja leluhur.

Kolam Segaran si penampung air Trowulan

Kolam Segaran diyakini sebagai salah satu instalasi pengairan yang berfungsi menampung air hujan di Kerajaan Majapahit masa itu. Sampai saat ini kolam tersebut masih kokoh dan dijadikan sebagai destinasi wisata. Kolam Segaran berada di sisi utara kedua balong tersebut, berjarak sekitar 250 m. Luas Kolam Segaran mencapai 6,5 ha dengan lebar 175 m dan panjang 375 m.

Baca Juga:

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

Kolam Segaran menjadi bukti konkret kemajuan irigasi di zaman Majapahit. Meskipun hujan mengguyur wilayah Trowulan secara terus menerus, hingga saat ini Kolam Segaran masih gagah menampung air, bahkan air tidak pernah ember dan bergelinan di tepian jalan. Kolam Segaran bukan sekadar melindungi masyarakat Trowulan Mojokerto dari bencana banjir. Keberadaannya, juga menjadi sumber ekonomi masyarakat. Sebab, kolam ini mampu menghasilkan ikan-ikan yang diolah menjadi primadona makanan khas Trowulan.

Candi Tikus si pengatur debit air Trowulan

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan benang merah antara keterkaitan Kolam Segaran dan Candi Tikus yang dianggap sebagai instalasi pengairan, masyarakat meyakini bahwa keduanya saling berkaitan. Candi ini memiliki dimensi sekitar 29 m x 28 m dengan tinggi 5,2 m. Bentuk candi ini melambangkan Gunung Mahameru sehingga disimbolkan sebagai air kehidupan.

Ada pendapat yang menyatakan candi ini sebagai inovasi irigasi kerajaan Majapahit kala itu, khususnya sebagai pengatur debit. Meluasnya hamparan sawah di kawasan ini mendorong penguasa kerajaan Majapahit membangun Candi Tikus, candi ini memiliki saluran air dan pancuran. Keberadaan saluran dan pancuran inilah yang dipercaya masyarakat sebagai media untuk mengatur debit, sehingga luapan air bisa teratasi dan sawah-sawah tidak terkena banjir dan hasil panen sempurna.

Minimnya bencana banjir di Trowulan Mojokerto juga disebabkan beberapa faktor seperti wilayah yang daratannya rendah, minim sungai-sungai besar, dan masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan di sungai. Hal ini, terbukti dari bersihnya sungai-sungai kecil dari sampah di kawasan Trowulan.

Tapi, ada yang menarik. Meskipun saat ini Trowulan memang hampir tidak pernah mengalami banjir. Namun, ada ramalan yang mengatakan bahwa kelak Trowulan akan tenggelam dan menjadi rawa-rawa. Dan sebagaimana ramalan-ramalan yang ada, kita tidak tahu kapan itu akan terjadi, atau malah tak akan pernah terjadi.

Penulis: Audea Septiana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal yang Luput Diperhatikan dari Banternya Pertumbuhan Kota Mojokerto

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2024 oleh

Tags: banjirmajapahitMitosMojokertoTrowulan
Audea Septiana

Audea Septiana

Mahasiswa Sosiologi.

ArtikelTerkait

pernikahan jawa terhalang weton mitos mbangkel ponorogo suro mojok.co

Membedah Larangan Menikah di Bulan Suro dalam Adat Jawa

19 Agustus 2020
akhir hayat gajah mada mencari letak keraton majapahit mojok.co

Menguak Misteri Hilangnya Keraton Majapahit

7 September 2020
Mitos Masa Kecil yang Dianggap Aneh padahal Bisa Dibuktikan secara Logika terminal mojok

Mitos-mitos Masa Kecil yang Dianggap Aneh padahal Bisa Dibuktikan secara Logis

8 Agustus 2021
Rolak Songo Mojokerto, Bendungan Ratusan Tahun dengan Sosok Kakek-kakek Pembawa Musibah Mojok.co

Rolak Songo Mojokerto, Bendungan Ratusan Tahun dengan Sosok Kakek-kakek Pembawa Musibah

3 Februari 2024
Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

26 Januari 2024
venesia water seven pekalongan

Water Seven dan Pekalongan Itu Sama, Sama-sama Hampir Tenggelam

14 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.