Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
25 November 2020
A A
Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja terminal mojok.co

Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kota wisata yang berbasis kebudayaan, saya heran dengan sistem transportasi Kota Jogja. “Menyingkirkan” bus kota, nyatanya Trans Jogja nggak mampu memenuhi standar ekspektasi para pelancong. Alih-alih menyegarkan dan memfasilitasi transportasi para pelancong, kota ini justru terus menerus berinvestasi dalam bentuk hunian. Sungguh aneh.

Jalanan yang makin hari makin macet, menandakan armada bernama Trans Jogja sama sekali nggak bisa diandalkan. Apalagi, daya jangkau bus ini yang hanya mengitari bagian kota, nggak sampai wahana wisata alam yang ada di utara dan selatan. Wah, menulis tulisan ini, saya jadi rindu bis Baker.

ADVERTISEMENT

Suatu hari, ketika menyusuri relung kota yang nyatanya nggak romantis babar blas ini, saya pun tersadar. Semisal Jogja memaksa memiliki transportasi publik seperti Jakarta atau kota-kota besar dunia lainnya, kayaknya nggak bakal bisa. Selain tata kota yang mak sruntul penuh bintang bertaburan. Bintangnya bintang lima pula. Pun beberapa faktor sudah nggak memungkinkan.

Perihal aturan dan pendapat sobat nrimo ing pandum, saya nggak ngurus. Yang jelas, beberapa transportasi publik di bawah ini, nggak bakal bisa semisal dibangun di kota investasi ini.

Pertama, Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT). Pertama kali saya naik MRT di Malaysia yang namanya Klang Valley Integrated Transit System. MRT ini mengitari wilayah wisata bernama Klang Valley yang mengular menuju LRT dan jalur kereta menuju KLIA (bandara).

Saya hanya bisa nggumun nggak karuan. Bersih, masif, rapi, dan tepat waktu seakan Kuala Lumpur berbisik, “Kota itu ya begini, Buos, investasi boleh, pelayanan masyarakat ya nomor satu. Kota itu memberikan layanan terbaik dan hormat bagi masyarakat. Jangan malah bikin dongkol karena lama nunggu.”

MRT nggak bisa diterapkan di Jogja bukan karena tepat waktu. Kalau mau, sakjane ya bisa saja Trans Jogja itu tepat waktu. Yang jadi titik tekan saya di sini adalah MRT Malaysia ini menembus mal ke mal, pasar ke pasar, dan arteri penting lainnya. Jadi, misal kamu mau pindah dari Ambarukmo ke Galeria, di Malaysia bisa memilih transportasi MRT. Nah, ini namanya transportasi publik.

Di Jogja, menembus mal demi mal apakah bisa? Ya tentu saja bisa. Masalahnya yang ditembus bukan hanya mal saja, tapi juga hotel. Lantaran tiap sudut Jogja bukanlah kenangan, melainkan hotel. Ya masak MRT mau nembus hotel. Buat apa? Wisata hotel? Puh!

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Kedua, bus tingkat. Moda transportasi ini rasanya amat wajib dimiliki oleh tiap kota yang melabeli dirinya sebagai kota wisata. Apalagi akun Twitter centang biru sering memberikan kesan sok romantis itu, ya keberadaan bus tingkat ini menjadi hal yang nggak bisa diganggu gugat. Jika poin pertama untuk publik, yang ini akan cocok untuk wisatawan.

Di Jogja ada sih, namanya Domapan. Pun masih banyak hal yang kurang. Seperti dilansir dari Harian Jogja, selama diujicobakan dari Taman Pintar mengelilingi kawasan Malioboro, banyak wisatawan yang tidak kebagian tempat untuk menjajal bus dua tingkat itu. Yang kedua, menurut saya, tempat wisata Jogja nggak itu-itu saja.

Pun bus tingkat ini nggak bergerak secara masif. Masih dilansir dari Harian Jogja, selain hanya beroperasi sekali trip, kapasitas bus hanya bisa mengangkut 25 orang. Sebanyak 12 orang di bawah dan 13 orang di atas. Bahkan, nih ya, hitung-hitungan versi saya, jumlah akun romantisasi Jogja lebih banyak dari kapasitas bus ini.

Saya yakin bahwa bus tingkat yang nggak tinggi-tinggi amat ini nggak bakalan bisa bergerak secara masif, karena beberapa faktor. Pertama, sentralisasi tempat wisata. Jogja luas, kok ya muter-muter itu saja. Kedua, semisal bus tingkat ini memutari Jogja secara keseluruhan, bisa berapa kali bus itu nyangkut kabel tiang listrik. Lha wong truk gabah aja kadang masih kecantol.

Ketiga, trem. DIY memang pernah punya trem. Tepatnya di daerah Bantul dengan nilai guna sebagai penyokong industri gula. Melihat geliat luar biasa itu, banyak pihak swasta yang “menanamkan modalnya”, salah satunya pembangunan trem. Jalur-jalurnya, terkadang masih tampak di beberapa sudut Bantul.

Kenapa Jogja nggak mungkin membangun trem? Pada dasarnya, trem adalah evolusi dari kereta api yang bergerak antar daerah yang jauh, sedangkan trem mengitari perkotaan. Lha wong Jogja aja kalau pagi dan sore macetnya ngaudubillah, apalagi kalau pakai trem. Padahal nih ya, kota wisata bakal mbois sekali semisal ada trem.

Tapi bisa lho gunakan trem untuk di luar wilayah Jogja. Misal Bantul, Kulon Progo, Sleman, kemudian Gunungkidul. Lha Jogja ada Trans Jogja, jika mau menjelajah ke tempat wisata luar Jogja, bisa naik trem. Masalahnya satu, emang bisa ya Pemprov bangun sesuatu tanpa penggusuran? Trauma sama bandara, ah.

Paling logis bagaimana? Ya sudah naik motor saja. Penuhi jalanan kota. Kalau nggak ya naik Trans Jogja saja yang kedatangannya di jam sibuk, sudah bagai mitos. Apalagi kemebul knalpotnya yang mak wusss semriwing enak sekali. Nggak masalah, kan? Nggak dong. Kita nrimo ing pandum saja sambil melihat konstruksi hotel demi hotel di Jogja.

BACA JUGA Tips Naik Trans Jogja Biar Aman Sentosa dan Nyaman Sampai Tujuan dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2020 oleh

Tags: Jogjatransportasi publik
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Mitos di Jogja yang Terbukti Bohong, dari Hantu Bunderan Teknik UGM sampai Suara Drum Band Gaib, Semuanya Hoax!

Mitos di Jogja yang Terbukti Bohong, dari Hantu Bunderan Teknik UGM sampai Suara Drum Band Gaib, Semuanya Hoax!

5 Agustus 2024
4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang Mojok.co

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang

10 November 2025
Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

23 Juli 2024
Tidak Menyesal Berwisata ke Jogja dan Melewatkan Yu Djum sebab Ada Gudeg Underrated Lain yang Nggak Kalah Enak Mojok.co

Tidak Menyesal Berwisata ke Jogja dan Melewatkan Yu Djum sebab Ada Gudeg Underrated Lain yang Nggak Kalah Enak

5 Juli 2025
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja asal Tapal Kuda yang Namanya Terinspirasi dari Legenda Banyuwangi

20 September 2025
3 Alasan yang Membuat Orang Purwokerto Minder dan Iri pada Warga Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Orang Purwokerto Iri pada Warga Jogja

15 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.