Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Toyota Innova Tidak Tertandingi karena Ia Semacam Ormas, Bukan Mobil

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
9 Maret 2024
A A
Mobil Toyota Innova Tak Tertandingi karena Ia Bukan Mobil, tapi Ormas (Unsplash)

Mobil Toyota Innova Tak Tertandingi karena Ia Bukan Mobil, tapi Ormas (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Mobil Toyota Innova, representasi sempurna bagi sopir di Indonesia

Tapi tunggu dulu, saya bukan mau cerita soal Alphard di sini, saya justru mau cerita soal mobil Toyota Innova. Sebuah mobil yang punya representasi sempurna bagi banyak sopir di Indonesia.

Setidaknya kesempurnaannya bisa divisualisasikan layaknya kejadian di awal tulisan tadi. Sama Alphard yang ada 1 tingkat di atasnya saja (baik secara kemewahan maupun budget) Innova ini kok tetep aja ada yang bilang lebih baik, ya?

Hal-hal kayak gini tentu jadi pertanyaan terbesar saya. Masak, sih, ini mobil nggak ada cacat-cacatnya sama sekali? Atau setidaknya, kenapa pabrikan lain kayak nggak mampu menyaingi merek ini?

Ya, perkara Innova ini memang sudah jadi rasan-rasan lama di dunia otomotif. Ibarat balapan Formula One (F1), mobil Toyota Innova ini kayak Lewis Hamilton dengan Mercedes. Sekeras apapun pabrikan lain berusaha, susah banget bisa tembus ke podium nomor 1 pasar medium MPV.

Berlandas dari rasa penasaran itu, setelah lacak sana lacak sini, lalu mengingat masa lalu saya mengendarai mobil ini, saya baru sadar bahwa Innova memiliki banyak aspek yang tidak dimiliki pabrikan lain di luar urusan teknis.

Pertama: Sejarah

Seperti Hamilton di dunia F1 yang pegang rekor juara dunia dan punya jejak sejarah luar biasa, mobil Toyota Innova juga memiliki itu. Sejarahnya kelewat kuat.

Jejak Innova sebenarnya bisa terlacak sejak 1977, ketika Toyota mengeluarkan seri Kijang (Kerja Sama Indonesia dan Jepang). Dari generasi pertama Kijang saja, banyak orang Indonesia generasi 1970-an akhirnya terpatok pada mobil satu ini. Baik secara performa mesin, bentuk mobil, sampai merek yang tertanam di alam bawah sadar.

Meski begitu, baru pada 1997, ketika Kijang generasi ke-4 muncul dengan embel-embel Kijang Kapsul lah “cuci otak merek” ke orang-orang Indonesia semakin masif. Bahkan bodi Kijang Kapsul inilah yang nanti jadi cikal bakal body Innova generasi awal.

Baca Juga:

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

Bahkan kalau mau rada-rada ekstrem, Kijang Kapsul inilah yang jadi cikal bakal banyak basic desain mobil keluarga setelahnya. Mau dari pabrikan Mitsubishi, Nissan, sampai Daihatsu. Mau itu Taruna, Kuda, sampai Livina tetap saja dasar desainnya sekilas mirip-mirip kayak Kijang Kapsul.

Nah, gara-gara kepopuleran Kijang Kapsul pula, kebanyakan orang tua-orang tua kita punya patokan bahwa mobil itu ya harus Kijang, nggak ada yang lain. Merek dan imajinasi visualisasinya beneran tertancap begitu dalam.

Artinya, jika pabrikan lain mencoba mengusik dominasi mobil Toyota Innova (walaupun sekarang udah nggak pakai embel-embel Kijang lagi sih), PR terbesar pertama mereka sebenarnya adalah: mencabut akar sejarah banyak keluarga di Indonesia soal mobil. Dan itu sudah bukan hanya urusan menang-menangan fitur kendaraan lagi.

Kedua: seperti sayur bayam masakan ibu

Ada sebuah kredo yang terkenal bahwa masakan ibu adalah masakan paling enak bagi setiap anak di dunia. Bahkan meski masakan itu hanya sekadar sayur bayam. Nah, inilah poin berikutnya yang terjadi dengan mobil Toyota Innova di alam bawah sadar orang-orang Indonesia.

Innova (ketika masih memakai embel-embel Kijang) menjadi patokan banyak keluarga di Indonesia. Hampir kebanyakan anak Indonesia generasi 1980-an dan 1990-an, punya persentuhan dengan Kijang. Baik karena dimiliki tetangga, Pakde, Paklik, atau mobil impian keluarganya sendiri di masa lalu.

Memori kolektif itulah yang kemudian membentuk pasar yang maha-luas untuk Innova di Indonesia. Kelahiran Innova yang berawal dari rahim Kijang tampaknya juga masih mewarisi jejak itu sampai sekarang.

Pada akhirnya, tak salah kemudian kalau tingkat kenyamanan berkendara dan desain pun akhirnya terpatok pada mobil ini, sekalipun ada puluhan sampai ratusan merek mobil lain yang punya kelebihan setara.

Ketiga: jadi motif dendam nostalgia banyak keluarga

Tidak sedikit orang ingin membeli mobil Toyota Innova bukan hanya berlandaskan karena kebutuhan fitur-fitur kendaraan yang ditawarkan. Banyak yang ingin memilikinya karena nostalgia masa lalu atau masa kecilnya.

Innova punya kesan mewarisi merek Kijang yang merupakan cita-cita tertinggi setiap keluarga era 1980-an, 1990-an, dan 2000-an awal, dan ketika si anak itu besar di periode sekarang (rata-rata mereka yang generasi X dan Milenial) bayangannya tentang Kijang yang kemudian beralih ke Innova ternyata tidak benar-benar berubah.

“Inilah mobil impian keluarga masa kecil saya, jadi saya yang sekarang juga ingin memilikinya.”

Nah, persoalan menjadi rumit bagi pabrikan lain di medan perang medium MPV. Misalnya, selain berlandaskan sejarah pula, kebutuhan suku cadang dan montir yang andal untuk ngurusin ini mobil jadi bejibun jumlahnya di Indonesia. Sekali lagi, ini karena faktor sejarah dan aspek nostalgia.

Artinya, hal tersebut menawarkan skill ultimate paling menakutkan dari produk ini, yakni: perawatan mudah+murah.

Dibawa ke bengkel mana saja, semua montir mobil pasti bisa, suku cadang ada di mana-mana (bahkan konon di toko kalender pun ada), gampang diakali kalau lagi situasi darurat, dan yang paling penting untuk orang Indonesia: harga jual kembalinya masih begitu tinggi.

Kombinasi maut yang sudah jadi jaminan kemenangan layaknya Son Goku bersatu dengan Bezita

Oleh sebab itulah, persaingan di ranah medium MPV Indonesia ini sudah bukan lagi soal urusan menang-menangan fitur kendaraan saja, tapi juga aspek-aspek lain. Terutama jika mobil Toyota Innova ternyata tidak hanya mengandalkan aspek sejarah dan keunggulan merek saja, tapi terus berimprovisasi dengan teknologi.

Ini ibarat orang berbakat tapi juga jadi orang tekun sekalian. Kelar sudah yang lain. Oleh sebab itu, jika boleh menyebut 2 kata lagi untuk Toyota Innova, bagi saya, mereka sudah bukan merek mobil, tapi sudah mirip kayak kartel atau ormas.

Setidaknya itu kelihatan kalau saya mau menyebut produk mobil Toyota Innova jelek di muka umum saja. Saya mesti butuh keberanian yang luar biasa supaya tidak diserang oleh simpatisannya.

Penulis: Ahmad Khadafi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Innova Diesel Tak Pernah Salah, yang Bekas Pun Tetap Berkualitas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2024 oleh

Tags: alphardInnovakijang kapsulmobil InnovaMobil Toyotamobil Toyota InnovatoyotaToyota Innova
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

ArtikelTerkait

Innova Diesel Tak Pernah Salah, yang Bekas Pun Tetap Berkualitas

Innova Diesel Tak Pernah Salah, yang Bekas Pun Tetap Berkualitas

30 Maret 2020
Toyota Vios, Mobil Andal yang Terjebak Label "Mobil Taksi"

Toyota Vios, Mobil Andal yang Terjebak Label “Mobil Taksi”

16 Desember 2025
Saatnya Innova Zenix Gunakan Teknik Promosi “Paus Fransiskus Pernah Naik Kendaraan Ini” Mojok.co

Saatnya Innova Zenix Gunakan Teknik Promosi “Paus Fransiskus Pernah Naik Kendaraan Ini”

6 September 2024
4 Alasan Ibu Saya Hanya Mau Beli Mobil Keluaran Toyota terminal mojok.co

4 Alasan Ibu Saya Hanya Mau Beli Mobil Keluaran Toyota

21 Desember 2020
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.