Nasib Toyota Avanza di negeri ini amat tragis. Banyak orang terbantu olehnya, tapi Avanza hampir selalu jadi bahan ejekan. Bodinya dibilang mirip kaleng, keberadaannya di parkiran mal disepelekan, dan julukan “mobil sejuta umat” membuatnya tidak eksklusif sama sekali. Ejekan itu membuat siapa saja yang mengendarai Toyota Avanza di jalanan jadi merasa minder.
Akan tetapi, sebagai kelas menengah yang hidup di Kabupaten Malang, saya merasa Avanza jauh lebih masuk akal daripada mobil-mobil lain. Saya jadi ingat kejadian kecil yang terjadi di kompleks beberapa waktu lalu.
Seorang tetangga, keluarga muda sukses, baru saja membeli Suzuki Crossover yang harganya lebih dari Rp400 juta itu. Tampilannya gagah, desainnya sporty, pokoknya sangat cocok jadi konten Instagram.
Masalah muncul ketika tetangga saya ini mencoba memasukkan stroller dan sepeda roda tiga anaknya ke bagasi. Susah payah mereka mencoba kombinasi posisi, dan masih saja tidak muat. Semuanya tak berhasil.
Sementara itu, tetangga saya yang lain yang mengendarai Toyota Avanza lewat di depan rumah. Saat turun saya melihat ada dua orang dewasa, tiga anak kecil, seorang nenek, dan beberapa barang belanjaan. Semua itu bisa masuk ke dalam sebuah mobil “kaleng” yang jauh dari kata gagah itu.
Di situ saya sadar, mengendarai mobil sebenarnya cuma perkara dua hal, gengsi atau fungsi.
Toyota Avanza jelas mobilnya kelas menengah yang masih waras
Toyota Avanza jauh dari kata glamor. Namun, mobil ini akan memudahkan hidup keluarga Indonesia. Avanza bisa muat tujuh orang, spare part mudah didapat dan banyak bengkel mau menerimanya kalau rusak.
Semua “kemewahan” itu bisa diperoleh dengan duit tak begitu besar. Terlebih kalau beli bekas, harga Rp150-180 juta sudah bisa didapat. Bandingkan dengan Suzuki Crossover tampan yang bisa menyentuh Rp450 juta.
Ada selisih ratusan juta dari dua merek mobil itu. Saya sih nggak rela kalau duit ratusan juta itu digunakan untuk upgrade mobil macam Suzuki Crossover yang tampilannya gagah dan punya sunroof. Buat apa cona sunroof di tengah Malang yang panas. Buat apa juga gagah kalau tidak bisa mengangkut keluarga dan keluarga besar. Ingat, keluarga Indonesia cenderung pergi rama-ramai, tidak hanya keluarga inti saja. Melihat itu, mending punya Toyota Avanza yang pasti muat ya.
Mobil yang bikin keuangan tetap sehat
Bagi kelas menengah seperti keluarga saya, selisih ratusan juta itu bisa berarti banyak hal. Dibanding upgrade fitur-fitur mobil yang nggak fungsional, saya memilih menyimpannya sebagai dana darurat, biaya kuliah anak, hingga tabungan di masa depan.
Ingat, kita ini keluarga kelas menengah di tengah kondisi ekonomi yang nggak pasti. Mengelola finansial agar terus sehat penting agar bisa selamat.
Di sinilah Avanza diam-diam menjadi simbol kewarasan kelas menengah. Toyota Avanza mungkin tidak membuat pemiliknya terlihat keren di parkiran atau lampu merah. Namun mobil ini melakukan sesuatu yang jauh lebih penting: membantu keluarga menjalani hidup sehari-hari tanpa membuat keuangan mereka jungkir balik.
Penulis: Fauzia Sholicha
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















