Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
18 Oktober 2025
A A
Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan Mojok.co

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan (unsplash,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Tangerang yang bekerja di Ibu Kota, akses jalan tol merupakan penyelamat. Setidaknya akan menghemat waktu dan jarak untuk mencapai Jakarta atau sebaliknya. Tol Jakarta Tangerang (Janger) adalah jalur utama untuk mengakses wilayah sekitar Tangerang. Bahkan, bisa nyambung sampai Merak dan daerah Banten lainnya. Saya biasanya pakai bis umum atau Transjakarta untuk beraktivitas melalui jalan tol ini, kadang juga kendaraan pribadi.

Konsep jalan tol harusnya bebas hambatan sesuai definisinya. Pokoknya nggak kena macet dan terhindar dari lampu merah. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Jalan tol di Jakarta saat ini full macet dan bikin emosi naik turun. Istilah “tua di jalan’’ nyata adanya. Nah, Tol Jakarta-Tangerang inilah salah satu paling ruwet di Jakarta. Setiap hari bikin saya emosi dan kehabisan energi tiap lewat sini. Mau skip jalan tol, tapi akses selain tol malah lebih horor lagi.

Macetnya Tol Jakarta Tangerang nggak kenal waktu, pokoknya suka-suka

Selama berjibaku Tangerang-Jakarta via tol, saya selalu merasakan kelelahan tiap harinya. Padahal cuma duduk manis di bus dan tidak berdiri berdesakkan. Tapi, padatnya Tol Jakarta Tangerang membuat saya harus merelakan waktu 2 jam untuk bersabar meski hanya jadi penumpang. Coba deh bayangin kamu terkungkung dalam kendaraan selama berjam-jam, encok dan pegal linu pastinya.

Saya pun heran, kok bisa setiap jam pergi dan pulang kerja tol 33KM ini selalu macet total. Walaupun ada pergerakan, ya paling dikit aja. Ini mungkin terjadi karena saking banyaknya warga Tangerang yang beraktivitas di Jakarta, ya termasuk saya. Selain itu, kemacetan ini tidak kenal waktu, mau weekday atau weekend, ya selalu padat merayap.

Saya sampai bosan menghadapi situasi ini, kehabisan ide mau ngapain lagi di jalan selain tidur.

Banyak truk besar dan bus AKAP, jadi mohon bersabar

Tidak hanya ke Tangerang, Tol Janger juga menjadi akses ke sekitar Pelabuhan Merak. Makanya jenis kendaraan yang lewat bukan hanya mobil pribadi atau Transjakarta, truk transformer dan bus AKAP pun ikut melintas. Lajunya pun lambat, terutama truk-truk tronton yang membawa banyak muatan itu. Membuat kendaraan kecil di belakangnya takut untuk menyalip. Alhasil, macet panjang tak dapat dihindari.

Disamping itu, bus AKAP turut meramaikan jalan tol ini. Nggak lelet kayak para transformer, justru mereka saling kebut-kebutan dan menyalip. Ya mungkin dikejar setoran, sang supir nggak peduli dengan mobil-mobil kecil lainnya. Tak jarang adu kecepatan dengan Transjakarta atau bus kota lain. Mau macet sekalipun, mereka cari celah untuk mendahului.

Ini sih saya bukan diuji lagi kesabarannya, tapi diuji juga nyalinya.

Baca Juga:

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

Rest area Tol Jakarta Tangerang pun padat

Biasanya, jalur tol yang menjadi akses ke luar kota memiliki tempat beristirahat atau rest area. Terdapat beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan, misalnya SPBU, minimarket, restoran, coffee shop, serta masjid. Pokoknya untuk rehat sejenak setelah perjalanan panjang. Tol Janger juga memiliki tempat serupa, yaitu Rest Area KM.13,5 arah Tangerang dan KM.14 arah Jakarta.

Akibat  Tol Jakarta-Tangerang selalu macet, rest area ini pun ikutan penuh. Segala macam truk, bus, dan mobil mampir ke sini. Entah yang isi bensin, istirahat, atau naik turun penumpang. Kalau saya naik bus, pasti akan berhenti di sini dulu sebagai checkpoint jumlah penumpang. Paling lelah lagi kalau truk dari berbagai golongan sudah antri di pom bensin, bisa setengah jam nungguin mereka selesai.

Solusinya bagaimana ya?

Kemacetan panjang yang terjadi di Tol Jakarta-Tangerang  sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Alih-alih ingin mendapatkan perjalanan lancar, eh malah makin stress lewat jalan tol. Terus apa bedanya kalau pengguna lewat jalan raya umum? Setiap hari saya selalu ngedumel di dalam bus sambil berpikir, apakah ada solusi untuk menanggulangi penumpukan kendaraan ini? Rasanya saya belum pernah dengar ada yang membahas masalah tersebut.

Menurut saya, kemacetan ini terjadi karena saking banyaknya kendaraan pribadi melintas. Ibaratnya satu orang memiliki satu mobil. Mereka enggan naik transportasi umum (transum) karena berbagai alasan. Kalau begitu, ya sudah buat aja jalan khusus bus umum dengan model jalan layang, anggap saja “jalur langit”. Dengan begitu, kemacetan akan terurai dan makin banyak warga mau naik transum.

Belum lagi truk bermuatan berat yang jumlahnya cukup banyak. Itu juga sih yang bikin Tol Jakarta-Tangerang ini nggak pernah lengang.

Pada akhirnya, perjalanan kerja saya via Tol Jakarta-Tangerang cukup membuat saya draining setiap hari. Stuck dalam kemacetan panjang membuat saya semakin menua di jalan. Sebenarnya sudah muak dan jenuh. Akan tetapi, saya nggak punya pilihan, cuma jalan tol inilah yang jadi andalan warga Tangerang. Pusing.

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Depok Semarang Ruwet, tapi Masih Bisa Dimaafkan, Tidak Seperti Depok di Daerah Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2025 oleh

Tags: Jakartajalan tolmacettangerangtol jakartatol jakarta tangerangtol tangerang
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Dua "Genre" Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang Mojok.co

Dua “Genre” Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang

24 Maret 2025
Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan Terminal Mojok

Jogja Bukan Lagi tentang Pariwisata dan Budaya tapi Macet dan Pengendara Mobil yang Lelet!

29 Agustus 2023
Punya Aksen Medok di Jakarta Itu Dosa Besar, Otomatis Dianggap Manusia Kasta Rendah

Punya Aksen Medok di Jakarta Itu Dosa Besar, Otomatis Dianggap Manusia Kasta Rendah

1 Maret 2024
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Saya Sepakat kalau Bekasi Gabung DKI Jakarta

1 Februari 2023
Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota 'Loe Gue'

Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota ‘Loe Gue’

28 November 2019
Siasat Naik KRL Bekasi-Jakarta yang Perlu Dipahami Pemula agar Tidak Tersiksa Selama Perjalanan Mojok.co penumpang KRL

Siasat Supaya Kamu Selamat Melawan Rute KRL yang Menyiksa di Jabodetabek

15 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.