Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Tokyo Revengers Itu Jauh Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
25 Mei 2021
A A
Tokyo Revengers_ Lebih Kompleks dari Crows, Lebih Bercita Rasa dari Naruto terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tempo hari, saya membaca ulasan dari Mas Alif tentang Tokyo Revengers yang berjudul Tokyo Revengers: Crows dengan Cita Rasa Naruto Shippuden. Dalam ulasannya tersebut, Mas Alif menyimpulkan jika Tokyo Revengers hanya anime tawuran yang cuma bermodalkan bacotan dari sang tokoh utama, Hanagaki Takemichi.

Sebagai penikmat Tokyo Revengers jauh sebelum animenya membumi pada bulan April lalu, saya sendiri nggak sependapat dengan semua poin yang disampaikan Mas Alif dalam ulasannya tersebut. Tipikal ulasan mentah yang nggak patut dijadikan landasan untuk menilai Tokyo Revengers. Pasalnya, beberapa poin utama yang dijelaskan oleh Mas Alif sama sekali nggak mencerminkan kompleksitas plot cerita dari Tokyo Revengers. Poin-poin tersebut amat sangat dipaksakan.

Poin pertama yang kelihatan sekali dipaksakan adalah menyamakan Tokyo Revengers dengan Crows. Ini sesat, pikir yang begitu naif. Crows itu sebuah manga bocil yang hanya menjadikan tokoh utamanya, Harumichi Bouya (kalau versi live action Takiya Genji) sebagai harapan dari semua penyelesaian masalah. Partisipasi tokoh protagonis lain dalam sebuah konflik amat sangat minim, porsi setiap tokoh begitu nanggung. Terlebih lagi, konfliknya hanya seputar gelut dan memperluas daerah kekuasaan. Mengukur siapa yang paling jago. Hanya berkutat soal itu.

Ini tentu berbeda dengan Tokyo Revengers. Partisipasi setiap tokoh protagonis benar-benar seimbang. Kalau Mas Alif dalam ulasannya mempermasalahkan Takemichi yang cara berkelahinya begitu sampah sehingga kurang menarik, saya justru sebaliknya.

Fakta bahwa Takemichi adalah orang yang payah dalam berkelahi justru memberikan kesempatan kepada tokoh lain untuk berperan dalam konflik yang ada dalam cerita. Bagi saya pribadi ini adalah penokohan yang cerdas dari si pengarang, Ken Wakui. Semua saling mengisi, dan nggak membuat tokoh utama dalam Tokyo Revengers begitu super power. Tekemichi sebagai tokoh utama diberikan porsi khusus, dan memang perannya dalam cerita bukan sebagai tukang pukul.

Ayolah Mas Alif, bukankah setiap manusia itu punya peran masing-masing dalam hidup? Sama halnya tokoh fiksi juga begitu. Nggak perlu memaksa setiap tokoh geng itu harus kuat dan pintar berantem. Ini menunjukkan bahwa kekuatan bertarung itu bukan hal penting dalam merangkul massa, yang penting itu karisma, tekad, dan empati. Bukankah tokoh yang terlalu over power sungguh sangat membosankan? Cukup One Punch Man saja yang demikian.

Selain itu, aksi perkelahian nggak menjadi andalan dalam membangun alur cerita. Konsep time traveler, aspek misterius dari setiap plot ceritanya, sisi emosional yang ditawarkan melalui relasi Takeemichi dengan pacarnya, Hana, dan teman-teman gengnya, membuat Tokyo Revengers menawarkan aspek multidimensional.

Ken Wakui dengan mahirnya membuat Tokyo Revengers seperti labirin. Semakin mengikuti alur ceritanya, semakin dibuat kebingungan, tapi dibarengi rasa penasaran. Karena setiap penyelesaian konflik yang dilakukan oleh Takemichi di masa lalu, nyatanya melahirkan konflik baru yang membuat alur cerita jadi semakin seru.

Baca Juga:

Tokyo Revengers: Awalnya Mahakarya, Berakhir Jadi Sampah

A-Bout! Manga Berandalan Underrated yang Wajib Banget Dibaca

Poin kedua yang menurut saya perlu diluruskan adalah menyamakan karakter Takemichi dengan Naruto. Dalam hal ini kemampuan bacotan dalam konflik. Membaca poin ini membuat saya berasumsi jangan-jangan Mas Alif nggak membaca secara utuh setiap scene dalam cerita Tokyo Revengers. Jangan-jangan selama ini Mas Alif cuma mengikuti manganya dari review-review yang ada di YouTube.

Perlu saya tegaskan ada dua perbedaan besar antara bacotan Takemichi dengan Naruto. Pertama, Takemichi dalam bacotannya menyelesaikan konflik nggak pernah bertele-tele, nggak pakai kalimat-kalimat bijak. Semua diksi yang dilontarkannya nggak pernah ndakik-ndakik. Bacotannya biasa, yang dia andalkan adalah tekad dan semangat. Ini tentu berbeda dengan Naruto yang terlalu bertele-tele dan terkesan seperti berceramah.

Kedua, berbeda dengan Naruto yang bacotannya ditujukan untuk musuh-musuhnya, bacotan Tekemichi ditujukan untuk teman-temannya. Bacotannya bukan untuk menyadarkan musuh, melainkan menyadarkan dan memantik semangat teman-temannya. Bacotannya mampu manyalakan semangat ketika Toman hampir putus asa karena Draken dan Mikey berkonflik karena kematian Emma (adik Mikey). Jadi ketika berkelahi dengan musuhnya, Takemichi nggak pernah sekalipun berusaha menceramahi musuhnya. Ya intinya kalau gelut ya gelut, masalah kalah menang pikir keri. Gitu kira-kira.

Tokyo Revengers bagi saya adalah manga atau anime yang sangat kompleks. Belum ada anime tawuran yang punya sisi se-misterius ini, maka dari itu, saya sarankan Mas Alif baca dengan saksama manganya. Versi bahasa Inggrisnya sudah sampai penghujung cerita.

Saya kasih sedikit bocoran, ternyata semua sumber konflik yang ada di Tokyo Revengers bukanlah Kisaki Tetta, melainkan orang terdekat dari Takemichi.

Penasaran siapa itu? Silakan baca ulang dengan saksama manganya.

Sumber Gambar: YouTube Shonen Daily

BACA JUGA Seandainya Tokyo Revengers Ikut Tawuran dan Klitih di Jogja dan tulisan Muhamad Iqbal Haqiqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: Anime Terminalrekomendasi animereview animetokyo revengers
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans mojok

Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans, Serial Gundam dengan Plot Paling Realistis dan Antiklise

13 Juni 2021
Byōsoku 5 Centimeter Adalah Anime yang Paling Bikin Sakit Hati terminal mojok.co

Byōsoku 5 Centimeter Adalah Anime yang Paling Bikin Sakit Hati

28 Mei 2021
Mobile Suit Gundam: Hathaway mojok

‘Mobile Suit Gundam: Hathaway’: Menikmati Pertempuran Singkat dengan Plot yang Memikat

3 Juli 2021
Bantahan soal Armin Arlert yang Dianggap Nggak Penting Lagi di AoT. Jangan Ngadi-ngadi lah mojok.co/terminal

Armin Arlert Sekarang Jadi Karakter Tidak Penting di ‘Attack on Titan’ Final Season

2 Maret 2021
Anime Japan Sinks 2020' Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman terminal mojok.co

Anime ‘Japan Sinks: 2020’ Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman

1 Oktober 2020
Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya terminal mojok.co

Makna di Balik Warna Rambut Anime yang Berbeda di Setiap Karakternya

1 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.