Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Uniknya Toko Kelontong di Mesir yang Mirip sama Warung Madura

Havid Yanuardi oleh Havid Yanuardi
15 Juli 2023
A A
Uniknya Toko Kelontong di Mesir yang Mirip Sama Warung Madura

Uniknya Toko Kelontong di Mesir yang Mirip Sama Warung Madura (Dokumentasi Pribadi Havid Yanuardi)

Share on FacebookShare on Twitter

Kehadiran toko kelontong di tengah-tengah masyarakat cukup penting. Banyak orang yang jadi memiliki akses mudah untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Misalnya seperti membeli sembako, makanan ringan, bensin, sabun-sabunan, atau bahkan sekadar mengecer rokok.

Subjek yang turut serta meramaikan pasar ritel tersebut adalah orang-orang Madura. Iya benar, kamu bakal mudah untuk menemukan toko kelontong milik orang Madura di kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, dll. Sebab, warung Madura memang memiliki karakteristik yang cukup unik.

Sebagaimana warung Madura yang tumbuh menjamur dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia, rupanya ada juga toko kelontong dengan spirit dan model bisnis mirip warung Madura. Toko tersebut nggak berlokasi di Indonesia, melainkan di luar negeri, tepatnya Mesir.

Hal ini senada dengan adagium yang cukup pupuler di telinga orang Indonesia, “di mana bumi dipijak, di situ pasti ada orang Madura”. Ya, meskipun yang berjualan bukan orang Madura, spirit orang Madura tampak jelas terlihat di situ. Mengapa saya bilang begitu? Karena setidaknya ada kemiripan antara warung Madura dengan toko kelontong yang ada di Mesir.

Saya menduga, jangan-jangan kemiripan di antara keduanya karena Madura dan Mesir diawali huruf M. Namun ini adalah cocoklogi yang nggak masuk akal. Jadi, rasanya nggak perlu dibahas lebih panjang lagi..

Saya akan mengambil contoh satu toko kelontong yang ada di Mesir milik Ammu (baca: Paklik) Muhammad. Fyi, dalam bahasa Arab, toko kelontong adalah baqalah. Tapi dalam dialek Mesir, penyebutan huruf “qaf” menjadi “a”, sehingga pelafalannya menjadi “ba’alah”. Ba’alah milik Ammu Muhammad ini sangat terkenal di telinga para pelajar asing di Mesir, khususnya pelajar dari Indonesia. Lokasi tokonya tepat berada di bawah flat saya.

Jadi, apa saja persamaan antara keunikan toko kelontong di Mesir dengan warung Madura? Mari kita bahas.

Toko kelontong di Mesir nggak terlalu luas

Di Indonesia, luas warung Madura biasanya hanya sekitaran 3×3 meter. Kalau dibandingkan dengan luas kamar tidur saya sekarang, malah luasan kamar saya. Hehehe. Meski cukup sempit, para pedagang bisa menata dagangan mereka seakurat dan serapi mungkin sehingga warung tersebut mampu menampung barang dagangan yang cukup banyak.

Baca Juga:

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

Begitu juga dengan toko kelontong milik Ammu Muhammad. Meski sempit layaknya warung Madura, barang dagangannya sangat banyak. Mulai dari sembako, makanan ringan, rokok, es krim, dsb. ditata dengan sangat rapi. Bahkan ruangan yang dijadikan untuk kasir itu paling hanya bisa dimasuki oleh dua orang. Kalau mau duduk di dalam toko pasti susah karena memang tempatnya sempit.

Buka 24 jam

Kita semua tahu warung Madura buka 24 jam non-stop. Mungkin ini adalah strategi khusus yang dilancarkan oleh orang Madura untuk meraup pundi-pundi cuan yang lebih banyak lagi. Ada ungkapan menarik dari orang-orang Madura bahwa warung mereka akan tutup ketika hari kiamat datang. Itu pun mereka masih menyempatkan untuk membuka warungnya selama setengah hari saja. Unik, kan?

Rupanya ba’alah di Mesir juga demikian. Ammu Muhammad membuka tokonya selama 24 jam non-stop. Bahkan ketika hari raya atau ada hajatan tetangga sekitar seperti pengajian atau takziah, bisa saya pastikan toko kelontong tersebut tetap buka.

Agar operasional toko kelontongnya berjalan lancar, Ammu Muhammad berganti shift dengan kawannya. Sebab, nggak mungkin kalau dia sendirian menjaga tokonya selama 24 jam non-stop.

Tawakal sepenuhnya kepada Allah

Para pemilik warung Madura meyakini bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur. Mereka pasrah kepada yang Maha Kuasa sembari terus melanggengkan ikhtiar mereka. Dalam hati, tak terbesit sekalipun rasa iri dan hasud atas kesuksesan warung-warung liyan. Mereka nggak menganggapnya sebagai kompetitor. Malah para pemilik warung ini dengan senang hati akan membantu pemilik warung lainnya. Misalnya saat ada yang kehabisan modal, saat ada yang mencari tempat untuk berdagang, dll.

Begitu juga dengan toko kelontong di Mesir. Kebetulan ba’alah milik Ammu Muhammad berada di belakang masjid dan Universitas Al-Azhar. Secara nggak langsung hal itu menandakan bahwa Ammu Muhammad setidaknya dekat dengan ulama-ulama Al-Azhar. Dengan begitu, blio paham mengenai konsep tawakal dan bahwa tiap orang pasti memiliki rezekinya masing-masing.

Kalau kalian berjalan kaki melewati perkampungan di Mesir, khususnya di Kota Kairo, setiap 5 langkah, kalian akan menemukan toko kelontong dengan komoditas dagangan yang mayoritas sama. Para pemilik toko nggak menganggap toko lain sebagai kompetitor dan nggak ada perasaan iri ketika melihat penjualan tetangganya lebih gacor.

Pemilik toko kelontong di Mesir bisa berbahasa Jawa

Para pemilik warung Madura yang merantau ke berbagai kota di Pulau Jawa seperti Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, biasanya bisa bicara dalam bahasa Jawa. Sebab, mereka sering berinteraksi dengan pelanggan mereka yang merupakan warga lokal.

Begitu juga dengan pemilik toko kelontong di Mesir seperti Ammu Muhammad, lantaran sering berinteraksi dengan pelajar asing, khususnya dari Pulau Jawa, blio sekarang lancar berbicara dalam bahasa Jawa. Bahkan logatnya sudah bergaya medhok ala orang Jogja-Solo. Saking Jawanya, Ammu Muhammad sering ngomong dengan pelajar non-Jawa dalam bahasa Jawa. Mungkin dia kira bahasa Jawa itu lebih umum daripada bahasa Indonesia kali, ya.

Saya pribadi sudah nyaman berkomunikasi dengan Ammu Muhammad dalam bahasa Jawa. Tiap kali datang ke ba’alah miliknya, saya pasti menyapanya dengan bahasa Jawa. “Piye kabare, Bosku?” Dengan spontan dan fasih, blio akan menjawab, “Sae, Lur. Piye kabare koe?” Begitulah kiranya kami bisa ngobrol dengan nyaman dan santai.

Itulah keunikan toko kelontong di Mesir, dalam konteks ini sampel yang saya gunakan adalah ba’alah-nya Ammu Muhammad, yang mirip dengan warung Madura. Sebenarnya masih banyak lagi kemiripan antara keduanya, tapi cukup segini dulu.

Salam hangat dari Kota Kairo!

Penulis: Havid Yanuardi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Hal yang Selalu Ada di Warung Madura dan Tidak Disadari Pelanggan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2023 oleh

Tags: mesirtoko kelontongwarung madura
Havid Yanuardi

Havid Yanuardi

Salah satu mahasiwa di Perguruan Tinggi Islam yang ada di Yogyakarta

ArtikelTerkait

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung Mojok.co

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung

18 September 2025
Perbedaan Warung Madura di Jakarta dan Surabaya yang Nggak Banyak Orang Menyadarinya Mojok.co

Perbedaan Warung Madura di Jakarta dan Surabaya yang Nggak Banyak Orang Menyadarinya

5 Mei 2025
Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi QRIS

5 Tipe Pembeli Menyebalkan di Warung Madura yang Bikin Penjual Ketar-ketir

13 Maret 2025
firaun mesir musa ramses II mojok

Firaun Itu Hanya Gelar dan Hal-hal Lain yang Harus Kita Tahu

19 Januari 2021
Aturan Tidak Tertulis Belanja di Warung Madura yang Beda Jauh dengan Indomaret dan Alfamart Mojok.co

5 Kelakuan Pembeli yang Dibenci Penjaga Warung Madura

1 Juni 2025
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.