Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tobey Maguire Berperan Epik di Film Spider-Man Terbaik. No Debat, No Kecot!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
4 Januari 2021
A A
Tobey Maguire Berperan Epik di Film Spider Terbaik. No Debat, No Kecot! spider-man spider-verse marvel tom holland peter parker andrew garfield terminal mojok.co

Tobey Maguire Berperan Epik di Film Spider Terbaik. No Debat, No Kecot! spider-man spider-verse marvel tom holland peter parker andrew garfield terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

What a good time to be alive. Saya sangat bersyukur bisa hidup di dunia ini karena lahir pada 1992. Generasi saya menyaksikan begitu banyak perubahan dalam hidup, mulai dari pemakaian disket hingga flashdisk, kaset pita hingga era Spotify, dan menyaksikan banyak film-film superhero yang dulu hanya kami saksikan lewat komik dan film kartun. Oleh karenanya saya berani menobatkan Tobey Maguire sebagai pemeran film Spider-Man terbaik.

Saya ingat ketika saya kelas 4 SD ketika Spider-Man (2002) pertama kali muncul di bioskop. Semua orang di lingkungan terdekat saya membicarakannya dan saya merasa tertinggal karena tidak menyaksikannya di bioskop. Saya hanya menyaksikannya di DVD beberapa bulan setelahnya.

Tidak hanya itu, berbagai stasiun televisi Indonesia menayangkan trailer film ini setiap beberapa jam sekali. Banyak anak SD memakai tas bergambar Spider-Man, alat tulis bergambar Spider-Man, hingga buku tulis bergambar Spider-Man, baik merchandise original ataupun bajakannya. Hype ini terus berlanjut hingga Spider-Man 2 (2004) dan berkurang saat Spider-Man 3 (2007), yang dianggap gagal.

Meskipun hampir dua puluh tahun berselang dari perilisan pertamanya, Spider-Man yang diperankan Tobey Maguire adalah Spider-Man terbaik yang pernah saya saksikan, jauh dibandingkan dengan Andrew Garfield dan Tom Holland. Kalau ditanya mana film Spider-Man terbaik ya tentu yang dibintangi Tobey Maguire, lainnya lewat. Tentu, saya punya alasan.

#1 Jauh lebih berkesan

Jauh sebelum era cinematic universe ala Marvel dan DC berkembang, Spider-Man (2002) bisa saya katakan sebagai gerbang pembuka dari kejayaan film superhero, bahkan gerbang pembuka bagi Trilogy Batman karya Christopher Nolan. Tanpa adanya Tobey Maguire sebagai Spider-Man, tidak akan ada Trilogy Batman, DC Extended Universe maupun Marvel Cinematic Universe. Memang, tahun 2000, X-Men difilmkan dua tahun sebelum Spider-Man, namun kesuksesan Spider-Man kala itu jauh di atas X-Men. Saya ingat betul, pertama kali menyaksikan Spider-Man dalam wujud manusia, bukan wujud kartun, saya betul-betul merinding.

#2 Musik pembuka yang epik

Musik pembuka di Trilogy Spider-Man karya Sam Raimi sangatlah membuat saya merinding. Bahkan keseluruhan 23 film Marvel Cinematic Universe saja tidak bisa dibandingkan dengan musik pembukanya. Tidak banyak film di zaman sekarang yang memiliki musik sekuat ini.

Musik yang ditulis oleh Kyle Cooper dan dimainkan oleh Danny Elfman seakan merepresentasikan sesuatu yang “amazing” akan terjadi dari detik pertama. Dari logo Columbia yang mengacungkan lampu hingga penggambaran tentang bagaimana seorang superhero lahir, bagaimana seorang penjahat bangkit, dan bagaimana seorang legenda ditampilkan. “With a great power, comes great responsibility.” Semuanya dikemas dengan sangat baik.

#3 Simbol kedewasaan Spider-Man

Spider-Man yang diperankan oleh Andrew Garfield dan Tom Holland memiliki grafis yang jauh lebih mengagumkan daripada Spider-Man yang diperankan Tobey Maguire, tentu saja. Apalagi Spider-Man versi Tom Holland bergabung dalam Marvel Cinematic Universe. Namun, saya dapat menyimpulkan, bahwa Spider-Man yang sesungguhnya adalah Tobey Maguire. Andrew Garfield hanyalah “Spider-Teen” yang fokus pada drama percintaannya. Sedangkan Tom Holland hanyalah “Spider-Boy” yang fokus pada kekonyolan yang dibuatnya.

Baca Juga:

5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot

Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah

Memang, jika merujuk pada komik dan kartunnya, Andrew Garfield dan Tom Holland merepresentasikan Spider-Man yang jenaka, tidak seserius Tobey Maguire. Namun, proses pendewasaan sesungguhnya hanya dialami oleh Tobey Maguire. Dari seorang anak SMA yang sering dibully hingga menjadi superhero. Dari seorang anak SMA yang hanya bermimpi untuk menjadi kekasih Mary Jane Watson hingga menjadi seorang yang menyebalkan di Spider-Man 3 karena pengaruh symbiote.

Puncaknya ada di film Spider-Man 2 ketika Tobey Maguire kehilangan kekuatannya karena patah hati melihat Mary Jane yang akan menikahi John Jameson, orang yang dijuluki sebagai Pahlawan Nasional Amerika karena dia adalah astronot pertama yang bermain rugby di Bulan. Tidak hanya itu, dia pun gagal dalam sejumlah mata kuliahnya di universitas dan dipecat dari Daily Bugle karena foto yang dia ambil dianggap tidak bagus oleh bosnya, J. Jonah Jameson yang merupakan ayah dari John Jameson.

Belum lagi, dia dituduh oleh sahabatnya sejak kecil, Harry Osborn bahwa dia telah mengkhianatinya dengan merebut kasih sayang ayahnya, Norman Osborn, dan merebut cintanya, Mary Jane. Hal ini juga diperparah dengan Harry Osborn yang menganggap Peter Parker berusaha melindungi Spider-Man. Padahal Spider-Man dituduh telah membunuh Norman Osborn.

Andrew Garfield dan Tom Holland tidak mengalami hal sekompleks ini dalam hidupnya. Bahkan, mereka berdua tidak mengalami bagaimana bokeknya seorang Peter Parker sehingga harus bekerja sebagai pengantar pizza sembari berkuliah fisika dengan status beasiswa di universitas di Kota New York yang sibuk, sekaligus menjadi Spider-Man, menyelamatkan orang lain secara sukarela. Inilah kekuatan sejati dari Tobey Maguire sebagai Spider-Man. Tidak heran jika film Spider-Man terbaik bagi saya adalah yang diperankan oleh Tobey Maguire.

#4 Adegan yang sangat berkesan

Andrew Garfield bisa saja memiliki kostum yang ciamik dilengkapi dengan perangkat web-shooters di lengannya yang keren. Tom Holland bisa saja memiliki kostum Spider-Man karya Tony Stark dan ikut bertarung melawan Thanos. Namun, tidak ada yang bisa menandingi adegan Tobey Maguire sebagai Spider-Man yang berciuman dengan Mary Jane. Terlalu legendaris. Sebuah ciuman dalam keadaan terbalik pada dini hari yang gerimis. Sangat romantis dan berkesan.

Pun, tidak bisa dibandingkan dengan adegan Tobey Maguire yang berusaha menyelamatkan kereta di Spider-Man 2 ketika melawan Dr. Otto Octavius. Sebagus apa pun adegan pertarungan Andrew Garfield melawan Electro dan adegan pertarungan Tom Holland melawan Thanos.

Akhir kata, Tobey Maguire adalah Spider-Man yang memiliki sisi gelapnya tersendiri, lucu, dan seimbang sebagaimana harusnya jika dibandingkan dengan Andrew Garfield dan Tom Holland. Dengan ini saya telah memilih film Spider-Man terbaik versi saya. Terima kasih banyak saya ucapkan kepada mendiang Stan Lee yang telah menciptakan Spider-Man, yang saya anggap sebagai karyanya yang terbaik. Karyamu abadi dan menginspirasi banyak orang!

Sumber gambar: YouTube Everything Always

BACA JUGA Mari Bersepakat bahwa Rocky Adalah Film Olahraga Terbaik Sepanjang Masa dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2021 oleh

Tags: marvel cinematic universespider-man
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

4 Film MCU yang Akan Tayang di 2022 terminal mojok.co

4 Film MCU yang Akan Tayang di 2022

11 Januari 2022
spider-man

Kepada Sony Pictures, Spider-Man Sudah Tak Membutuhkanmu Lagi Meski Pernah Jalan Bersama

27 Agustus 2019
multiverse marvel cinematic universe mojok

Konsep Multiverse di Marvel Cinematic Universe Hanyalah Hoax

8 Maret 2021
tiga setia gara

Tiga Setia Gara: Bucin dan Toxic Love Relationship

20 September 2019
Beberapa Hal yang Bikin Film Eternals Jadi Tampak Jelek terminal mojok.co

Beberapa Hal yang Bikin Film Eternals Jadi Tampak Jelek

15 November 2021
5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot Terminal Mojok

5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot

24 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.