Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Titoti Wonogiri, Warung Bakso dan Mi Ayam yang Wajib Kalian Kunjungi Sebelum Mati

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
2 Oktober 2023
A A
Titoti Wonogiri, Warung Bakso dan Mi Ayam yang Wajib Kalian Kunjungi Sebelum Mati

Titoti Wonogiri, Warung Bakso dan Mi Ayam yang Wajib Kalian Kunjungi Sebelum Mati (Daniel Yulianto via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagaimana orang Wonogiri pada umumnya (di zamannya), Slamet Riyanto memilih merantau ke Jakarta dan jadi pedagang bakso (atau mi ayam, terserah). Kisah suksesnya klise: ia memulai dari titik paling awal, berjuang, punya pelanggan, lalu jadi bos besar. Kesuksesan Bakso Titoti, sebenarnya klise. Amat klise.

Sebelum kalian merasakan sendiri betapa nikmatnya semangkok mi ayam dan bakso Titoti.

Nama Titoti memang sudah begitu menancap di khazanah bakso dan mi ayam Nusantara. Cabangnya yang tersebar di banyak kota dan selalu ramai menunjukkan bahwa nama Titoti tidak pernah sepele. Warung makan (atau resto, terserah enaknya yang mana) ini tidak bergantung pada formula zaman sekarang: viral, meledak, lalu redup. Dia tidak butuh foodvlogger. Orang tahu bahwa datang ke Titoti, pulang akan merasa puas.

Kecuali ia menghitung sisa uang di dompet. Semata karena memang menunya lumayan mahal untuk ukuran bakso dan mi ayam. Tapi enak, jadi ya nggak usah protes.

Tapi, seenak apa sih rasanya hingga punya banyak cabang dan ramai terus?

Sebaiknya, kalian pegang dompet kalian sekarang juga. Sebab, saya nggak yakin kalian tidak lapar setelah baca ini.

Mengunjungi Titoti dan tradisi yang mengalir dalam nadi

Beberapa hari yang lalu, saya, istri, dan anak saya menyambangi Titoti. Entah apa yang ada di pikiran Arwen, tiba-tiba dia minta mi saat badannya sedang dalam masa pemulihan setelah beberapa hari lalu pilek. Tentu dengan bahagia saya turuti, dan dalam hati saya bergumam, “Cah iki wis ndeso tenan.”

Begini. ada tradisi aneh yang dipegang di kampung saya: kalau sakit macam pilek, demam, dan sejenisnya, makanlah mi ayam atau bakso yang pedes. Niscaya sembuh. Tentu saja ini tak bisa dibuktikan dengan medis, tapi kok ya beneran manjur. Dan ini nggak terjadi sekali-dua kali, berkali-kali. Ingin rasanya saya mengajak WHO ke sini dan meneliti mi ayam Wonogiri, apakah memang mengandung obat dari leluhur.

Baca Juga:

Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta

Ketika tiba di Titoti, tanpa berlama-lama saya langsung memesan mi ayam dua. Kenapa nggak sama baksonya? Secara singkat, saya hanya mau bilang, baksone dijamin enak. Udah. Nggak usah direview, itu sia-sia. Tak mungkin warung ini menghabiskan tiga puluh kilogram daging jika baksonya tidak enak.

Tak menunggu lama, makanan datang. Saya pandangi betul mi dan kuahnya. Dari tampilan, sudah terlihat bahwa mi ayam Titoti ini pasti enak. Tapi, saya melihat ada yang janggal. Minyaknya mana ya?

Semangkuk mi ayam Titoti.

Kata ibu, kunci mi ayam itu ada di minyaknya. Jika kalian perhatikan, bakul mi ayam itu pasti punya satu botol berisi minyak yang bakal disemprotkan ke minya. Nah, itulah kunci mi ayam Wonogiri, minyaknya. Jika kalian lihat bakul mi ayam (mengaku) Wonogiri, tapi nggak pake minyak, wajar kalau kalian ragu.

Segera saya tuang kuahnya. Barulah minyaknya terlihat. Oh, ternyata memang begini mainnya. Minyaknya baru bisa saya temukan di bawah mi, jadi ya, maaf..

By the way, saya nyoba kuahnya. Penasaran, kuahnya bisa bening, nggak butek kayak mi ayam kebanyakan. Rasanya sih, kayak kuah bakso. Kata Istri saya, itu kaldu. Apalah itu, pokoknya segar.

Saatnya mencoba

Setelah diaduk-aduk, saya cicipi dulu minya tanpa campuran saos dan sambal. Ini penting, karena saya harus tahu rasa originalnya seperti apa. Setelah suapan pertama masuk, saya merasakan hal-hal menyenangkan yang ada di dunia ini.

Ayamnya nggak manis banget, jelas berbeda dengan gagrak Jogja yang selama ini saya konsumsi (dengan berat hati). Minya begitu mudah dicerna, tapi nggak lembek. Perpaduan semuanya begitu pas.

Setelah tertelan, ada rasa yang tertinggal, rasa gurih yang begitu nendang. Bagian ini yang sebenarnya begitu saya sukai. After taste yang menyenangkan seakan jadi khas yang hanya bisa Anda dapat di Titoti.

Porsi semangkok mi ayam Titoti ini pas. Tapi kalau Anda merasa kurang, itu wajar, karena bumbunya begitu kuat. Jadi ya, bakal merasa kurang. Tapi jangan tertipu, bisa jadi kalau kalian nambah, malah merasa enek. Lagi-lagi, itu mi. Jelas bakal gampang bikin enek.

Bagi penyuka mazhab Jogja, saya yakin rasanya masih bisa diterima. Tapi ya, mengingat cabang Titoti yang begitu banyak, artinya rasanya bisa diterima banyak pihak.

Harga seporsi mi ayam Titoti

Putri saya tak henti-hentinya bilang enak. Meski dia hanya makan sedikit, tapi saya yakin dia begitu suka dengan mi ayam ini. Sudah lengkap jiwa Wonogirinya. Saya nggak kaget kalau suatu saat nanti putri saya jadi snob mi ayam. Wajar, kau lahir di tempat di mana mi ayam ternikmat diciptakan, ya standarnya jadi nggak masuk akal.

Warung Titoti sudah mulai ramai. Saya lama-lama tak betah, juga istri dan anak saya udah kelar makan. Maka, tak butuh waktu lama, kami berkemas dan segera membayar. Mi ayam dua porsi dan es teh dua gelas, kami cukup membayar 32 ribu.

Artinya, seporsi mi ayam dibanderol 13 ribu rupiah (ya memang segitu harganya). Harga ini, bagi saya, MAHAL. Tapi ya, wajar, rasanya endul mantulity fatality. Selama harganya tak menyentuh 30 ribu semangkok, ya masih wajar lah.

“13 ribu kok mahal bang?”

Mohon maaf, di Wonogiri, buanyak banget mi ayam enak dibanderol tak sampai 9 ribu rupiah. Jadi ya, paham lah kenapa saya bilang begitu.

Bagi kalian yang berkunjung ke Wonogiri, rasanya begitu percuma kalau kalian tak mencicip bakso dan mi ayam Titoti. Bahkan jika kalian tak pernah punya keinginan berkunjung ke Wonogiri pun, saya sarankan untuk segera berkunjung, biar tahu rasanya. Atau, ya, kalau ada outlet Titoti di kota Anda, gas aja. Nanti bakal tahu, kalau saya nggak mengada-ada.

Penutup

Merantau itu mengerikan. Berkarib dengan sepi, terpaksa berkawan dengan kemuraman. Kita berusaha begitu keras untuk menghilangkan itu dengan banyak hal: parfum yang mengingatkan harum ibu, melihat peta rumah, kadang juga mengingat betapa konyolnya masa kecil. Beberapa orang, memilihnya dengan makanan.

Dan bagi saya, Titoti adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan rasa kangen bagi para perantau dari Kota Gaplek. Rasa-rasa yang familiar tercecap di lidah, bikin kita mengingat bahwa terkadang rumah itu jaraknya hanya dari hati ke lidah.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wonogiri, Tempat Terbaik untuk Hidup, Tempat yang Tepat untuk Lari dari Kecemasan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2023 oleh

Tags: Baksomi ayamReviewtitotiWonogiri
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Review Djarum 76 Mangga: Rokok Ramah Lingkungan dan Perut Kosong

Review Djarum 76 Mangga: Rokok Ramah Lingkungan dan Perut Kosong

30 Juli 2023
Mi Instan Gaga Habanero: Pedasnya Nggak Kira-kira, Rasanya Tetap Juara

Mi Instan Gaga Habanero: Pedasnya Nggak Kira-kira, Rasanya Tetap Juara

26 November 2022
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Percayalah, KKN Dekat Rumah Itu Nggak Enak

24 Desember 2020
Ceker Adalah Pasangan Pas untuk Semangkuk Mi Ayam terminal mojok.co

Ceker Adalah Pasangan Pas untuk Semangkuk Mi Ayam

1 Februari 2022
Review Attack on Titan Final Season Episode 1: Bagus, namun Tetap Khawatir

Review Attack on Titan Final Season Episode 1: Bagus, namun Tetap Khawatir

11 Januari 2022
Bakso dan Mi Ayam Harusnya Dimakan di Tempat dan Nggak Dibungkus, Dua Makanan yang Seharusnya Dimakan Di Tempat dan Tidak Dibungkus Terminal Mojok

Bakso dan Mi Ayam Harusnya Dimakan di Tempat dan Nggak Dibungkus!

22 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.