Tips Mengendorse Influencer di Instagram

Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Selama pandemi virus corona saya melihat banyak online shop yang bermunculan. Berbagai macam barang coba dijual. Segala macam promosi dilakukan, entah melalui broadcast WA, insta story, atau sesederhana dari mulut ke mulut. Ada beberapa online shop yang mencoba-coba mengendorse influencer. Wajar saja karena influencer memiliki banyak follower, diharapkan ada beberapa follower influencer tersebut yang menjadi konsumen dari online shop yang mengendorse.

Sebagai orang yang sudah pernah mengendorse influencer, saya tertarik untuk memberi sedikit saran terkait cara menggunakan jasa influencer. Mungkin saran yang akan saya berikan cocok untuk online shop baru. Dan semoga saja, berguna untuk kemajuan bisnis online shop-mu.

Pertama kali sebelum melakukan kegiatan pemasaran apa pun bentuknya, kamu harus mengenali produkmu sendiri. Kamu harus sadar akan kualitas produkmu, di mana saja produkmu bisa diperoleh, siapa konsumen produkmu, harga, dan tidak kalah penting jumlah produksi yang bisa dilakukan. Setelah itu harus sadar jumlah budget yang dimiliki. Jika hal ini sudah dilakukan, maka kamu bisa melakukan tahap kreatif perencanaan.

Setelah mendalami nilai-nilai dari produkmu sendiri dan sadar akan budget yang dimiliki, kamu bisa memilih ingin memasarkan produkmu dengan cara beli iklan di media sosial atau mengendorse influencer. Baik membeli iklan atau menggunakan jasa influencer keduanya memiliki manfaatnya masing-masing, kamu bisa melakukan keduanya, tapi untuk saat ini saya akan hanya membahas spesifik menggunakan jasa influencer.

Jika sudah memutuskan untuk menggunakan jasa influencer, tentukan influencer di media sosial apa. Misal kamu memutuskan untuk menggunakan jasa influencer di media sosial Instagram. Maka selanjutnya adalah mencari influencer yang dirasa paling tepat.

Menurut saya tantangan terberat dari mengendorse adalah mencari influencer yang tepat. Influencer dan produk yang dijual haruslah relevan. Misal kamu menjual knalpot racing, tidak nyambung jika kamu mengendorse selebgram makan-makan.

Kalaupun kamu sudah menemukan influencer yang relevan dengan produkmu, cobalah cari yang sesuai dengan budget yang dimiliki. Kalau budget yang dimiliki cuma sedikit, berarti harus mencari influencer yang jumlah follower-nya sedikit.

Setelah itu kamu melakukan riset terkait influencer tersebut. Kamu cari tahu apakah influencer tersebut sudah pernah di-endorse knalpot racing pesaingmu sebelumnya. Kamu perhatikan beberapa postingan Instagram-nya, pastikan kalau tidak ada yang mencurigakan.

Setelah itu hubungi influencer yang mau kamu ajak kerja sama. Biasanya influencer tidak menerima tawaran kerja sama melalui pesan langsung (DM). Setiap influencer pasti mencantumkan nomor WA atau alamat email untuk kerja sama bisnis pada profil Instagram mereka. Hubungi mereka baik-baik dan jelaskan tujuanmu dan produkmu.

Nantinya kamu akan mendapatkan rate card atau daftar tarif dari influencer tersebut. Rate card sendiri adalah rincian harga dan layanan. Harga posting di insta story dan post Instagram tentu berbeda. Setiap influencer juga mempunyai harga yang berbeda, jadi baca dengan saksama dan pikirkan layanan apa yang akan digunakan.

Biasanya influencer akan memamerkan engagement mereka. Engagement adalah interaksi yang terjadi, bisa berupa like, komen, atau share. Semakin tinggi, ya biasanya semakin bagus. Kamu juga bisa menghitung engagement rate, yaitu jumlah follower dibagi dengan jumlah komen, like, dan interaksi lainnya.

Harus diingat biasanya influencer yang habis melakukan perbuatan bodoh akan mendapatkan engagement yang tinggi, tapi saya tidak menyarankan kamu menggunakan jasa mereka dalam waktu yang berdekatan dengan perbuatan bodoh mereka. Hal ini bisa berefek pada image dari produkmu. Tunggu beberapa minggu hingga suasana lebih kondusif.

Kamu juga bisa menanyakan dan memastikan follower influencer tersebut berasal dari mana saja, usianya berapa, jenis kelaminnya apa. Pastikan sama dengan target audiens dari produkmu. Maka dari itu, di awal saya bilang kamu harus kenal akan produkmu dahulu.

Jika sudah menemukan layanan yang dirasa cocok, silakan lanjutkan kerja sama. Perhatikan detail kerja sama, biaya yang dibutuhkan, jadwal posting. Kalau kamu harus mengirimkan barang, pastikan barang kamu dikirimkan ke alamat yang tepat.

Jika melakukan postingan di Instagram, pastikan caption-nya dibuat oleh influncer tersebut atau tidak. Jika tidak, kamu harus membuat dan mengirimkan caption-mu sendiri ke influencer tersebut. Testimoni para influencer di Instagram juga kebanyakan menggunakan skrip, walau katanya review jujur, tapi biasanya tetap menggunakan skrip. Kamu juga harus memastikan akun Instagram jualan kamu tertera di postingan ini. Selain itu pastikan konten promosimu memang menarik, harus persuasif dan ada call to action.

Pastikan influencer tersebut melakukan tugasnya sesuai jadwal yang telah disepakati. Jika postingan influencer di Instagram akan dihapus, mereka harus menghapusnya sesuai jadwal yang sudah disepakati di awal.

Influencer yang baik biasanya memberikan laporan terkait postingannya, tapi jangan terlalu diharapkan. Dari sini kamu bisa melakukan evaluasi apakah jasa dari influencer tersebut telah memberikan dampak ke akun jualanmu di Instagram. Apakah ada kenaikan jumlah follower, apakah ada kenaikan pengunjung akunmu, apakah ada orang yang sudah menanyakan tentang produkmu.

Kalau ternyata hasil evaluasi tersebut buruk, tetap tenang, cari tahu apa yang kurang. Pada dunia pemasaran ada istilah bauran pemasaran. Dulu bauran pemasaran hanya 4P sekarang menjadi 7P, yaitu product, place, price, people, promotions, process, dan physical evidence. Sementara mengendorse influencer adalah bagian kecil dari promotions, jadi kamu sebaiknya memerhatikan aspek-aspek marketing lainnya. Terus emangat jualannya, jangan lelah belajar dari pengalaman.

BACA JUGA Pengalaman Saya Beli Followers Instagram dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version