Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jangan Cuma Tergiur Judul Keren, Ini Bocoran Dosen biar Tema Skripsi Cepat Diterima

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
4 Oktober 2025
A A
Jangan Cuma Tergiur Judul Keren, Ini Bocoran Dosen biar Tema Skripsi Cepat Diterima

Jangan Cuma Tergiur Judul Keren, Ini Bocoran Dosen biar Tema Skripsi Cepat Diterima (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali melihat mahasiswa semester akhir, ada satu pemandangan khas yang pasti muncul. Nggak lain dan nggak bukan adalah raut wajah berhias kepanikan akut. Penyebabnya nyaris seragam, yakni bingung mencari tema skripsi. Masalahnya nggak cuma mentok atau ditolak dosen, tapi sering kali karena ide mereka sendiri yang kelewat muluk buat ukuran mahasiswa S1.

Saya tahu betul bagaimana rasanya dilema ini. Soalnya, dulu saya juga pernah persis di posisi itu. Nggak jarang, bukannya fokus mengulik substansi tema, mahasiswa malah terjebak merangkai judul yang keren dan terkesan visioner. Padahal kunci utama menyusun skripsi itu sederhana, kok. Bukan melulu soal judul mentereng, tapi soal berpikir logis dan kemudahan eksekusi.

#1 Menentukan tema skripsi bukan mulai dari judul, skripsi yang baik lahir dari sebuah masalah

Ini adalah bocoran paling penting yang harus dipegang. Soalnya, penelitian itu intinya merumuskan solusi atas suatu kesenjangan atau problem yang ada. Nggak perlu muluk-muluk mencari gap penelitian yang harus dipublikasikan di jurnal internasional. Cukup lihat saja fenomena umum yang terjadi di sekitar.

Misalnya, di bidang Manajemen Pemasaran, untuk menentukan tema skripsi, mahasiswa bisa mencermati mengapa produk A yang ulasannya bagus dan kualitasnya mantap, penjualannya tetap kebanting dari produk B yang mutunya medioker. Nah, itu jelas ada kesenjangan antara kualitas produk dan kinerja pasar.

Berawal dari pertanyaan mengapa itu, mahasiswa bisa menyelami alasan fenomena tersebut terjadi. Kalau sudah punya masalah yang jelas buat dikupas, judul akan mengikuti dengan sendirinya.

#2 Jangan iseng-iseng ikut tren, pilih bidang yang benar-benar disukai

Jurus kedua memilih tema skripsi adalah jangan terseret ikut tren atau terjun ke bidang yang katanya lagi hype. Pasalnya, menggarap skripsi itu ibarat lari maraton, bukan sprint. Jadi, mahasiswa butuh bahan bakar berupa passion guna memastikan tetap jalan sampai garis akhir.

Kalau memang belum tahu mau meneliti masalah apa, tentukan saja dulu bidang umumnya. Misalnya, seorang mahasiswa dari jurusan Manajemen Pemasaran, punya ketertarikan di bidang makeup atau fashion. Jadikan ini sebagai titik awal. Dari bidang yang diminati ini, biasanya mahasiswa akan lebih merasa ringan kalau harus khatam membaca puluhan artikel jurnal yang berkaitan.

#3 Akses data itu harga mati biar skripsi nggak mati suri

Yang nggak kalah penting selanjutnya dalam menentukan tema skripsi adalah hindari topik yang datanya mustahil didapatkan. Skripsi itu sering mati suri bukan karena mahasiswanya bodoh, tapi karena mereka malas meneruskan setelah tahu akses data itu sangat sulit dan butuh biaya besar. Makanya, sangat krusial buat membatasi fokus dan ruang lingkup penelitan yang spesifik.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Apalagi penelitian yang mendalam pada area kecil itu jauh lebih bernilai daripada penelitian yang dangkal di area yang terlalu luas. Kalau mahasiswa meneliti satu kasus kecil tapi tuntas, dosen pasti lebih menghargai daripada meneliti satu negara tapi hasilnya cuma kulit-kulitnya saja. Pokoknya, pikirkan dulu, mampu nggak menjangkau datanya sebelum jatuh cinta pada judulnya.

#4 Pilih satu artikel jurnal yang jadi patokan membuat tema skripsi, nggak perlu buru-buru unduh banyak bacaan

Kalau sudah beres mengunci masalah, bidang, dan peluang akses data, langkah selanjutnya adalah mencari artikel jurnal. Eh, tapi nggak langsung buka puluhan jurnal, lho. Sebab, bukannya dapat ide, mahasiswa malah cenderung linglung karena terlalu banyak konsep baru yang muncul di kepala.

Sebaliknya, cukup cari satu artikel jurnal yang dirasa paling relevan dan menarik. Lalu, jadikan itu pedoman utama. Pahami betul alur pemikiran, dari mana masalahnya, teori yang dipakai, sampai metode yang digunakan peneliti. Setelah benar-benar menguasai satu artikel itu sampai ke akar-akarnya, baru kemudian cari artikel pendukung lain. Satu fondasi kuat lebih baik ketimbang sepuluh fondasi yang rapuh.

Ingat, mencari tema skripsi itu bukan ajang mencari judul yang paling canggih, melainkan tentang logika dan kemampuan realisasi. Oleh karena itu, setelah semua bocoran tadi dipahami, nggak usah buru-buru menekan tombol keyboard. Ambil kertas dan pensil, lalu buatlah peta pikiran dulu.

Begitu semua gambaran besar tercurah di kertas, praktis, tema skrispi sudah terbentuk dan barulah bisa mulai mengetik. Dengan begitu, proses pengerjaan skripsi akan jauh lebih efisien dan nggak bikin lelah mental lantaran menghadapi layar laptop yang kosong melompong.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Tema Skripsi Buat Mahasiswa Prodi Akuntansi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2025 oleh

Tags: Dosenjudul skripsiMahasiswamahasiswa semester akhirSkripsitema skripsitopik skripsi
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu Mojok.co

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu

25 November 2023
mahasiswa biologi mojok

Kuliah, Kuliah, Kuliah, Tipes: Duka Menjadi Mahasiswa Biologi

29 Agustus 2020
kkn kkn keluar jawa mojok.co

8 Tipe Mahasiswa yang Selalu Ada di Kelompok KKN

30 Juni 2020
Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Pada Akhirnya Mau Kuliah di Mana pun, Jurusan Apa pun, Habis Lulus, Semua Bisa Nelangsa

15 April 2020
rasa bosan

Dalam Suatu Hubungan, Seharusnya Tidak Ada Kata dan Rasa Bosan

8 Juni 2019
4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali Mojok.co

4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

27 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo Sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.