Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri kalau Punya Malah Merepotkan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
8 Juni 2024
A A
5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri, Nanti Malah Merepotkan Mojok.co

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Punya Rumah Sendiri, Nanti Malah Merepotkan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Ada perasaan bombong alias lega kalau sudah punya rumah sendiri, apalagi bagi mereka yang sudah berumah tangga. Walau begitu, tidak semua orang sebenarnya cocok punya rumah sendiri. Ada beberapa tipe orang yang sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum memutuskan beli rumah sendiri. 

Tidak, tulisan ini nggak akan ngomongin orang Jogja yang UMR-nya ngenes itu. Tulisan ini juga nggak ngomongin wong cilik kebanyakan, boro-boro mikir punya rumah, untuk sekadar urusan makan saja mereka masih susah payah. Kedua tipe orang itu bukan tidak cocok punya rumah, tapi lebih ke orang yang nggak mampu punya rumah sendiri. Apalagi kalian tahu sendiri kan betapa nggak masuk akalnya harga rumah saat ini. Lantas, tipe orang-orang seperti apa sih yang tidak cocok punya rumah sendiri?

#1 Sering pindah kerja, bikin dilema

Pertama, orang yang tidak cocok punya rumah sendiri adalah orang yang pekerjaanya riskan terkena mutasi. Saya yakin, orang yang tempat kerjanya pindah-pindah pasti maju mundur ketika ingin beli rumah. Dalam hatinya ada perasaan khawatir semisal dimutasi ke luar kota, bahkan luar pulau. Nanti, bagaimana dengan nasib si rumah? Dikontrakkan? Oh, tidak semudah itu. Ada banyak risiko yang timbul saat rumah dikontrakkan. Dan, tidak semua orang mau ambil resiko tersebut.

Itu sebabnya, bekerja di tempat yang tidak kenal apa itu mutasi adalah suatu privilese yang harus kita syukuri. Memang sih, ada masanya kita akan bosan karena lingkungan kerja yang hanya itu-itu saja. Tapi, percayalah, dilanda bosan masih lebih mending daripada harus menanggung dilema yang timbul karena tempat kerja yang berpindah-pindah. 

#2 Beli rumah biar mandiri atau mandiri dulu baru beli rumah?

Mereka yang belum mandiri juga nggak cocok punya hunian sendiri. Dalam kehidupan sosial kita, umumnya orang memutuskan untuk beli rumah dengan alasan ingin mandiri. Nah, alasan inilah yang kemudian jadi permasalahan. Maksud saya begini, ketika seseorang yang notabene belum mandiri, tapi memaksakan untuk punya hunian sendiri, dia hanya akan merepotkan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Dia jadi akan bergantung pada orang-orang di sekelilingnya karena aslinya belum siap. 

Sejatinya, beli rumah itu bukan sekadar beli bangunan untuk tempat tinggal saja. Namun, beli rumah berarti kita harus siap untuk berdamai dengan hal-hal yang datang setelahnya. Jadi, kalau dasarnya belum punya kemandirian, bakal sulit rasanya untuk bertahan. Ujung-ujungnya, pasti bakal merepotkan. Pasti itu. 

#3 Biasa ramai, kok sekarang sepi?

Mereka yang terbiasa hidup dalam keluarga besar juga termasuk tipe orang yang nggak cocok punya rumah sendiri. Coba bayangkan deh, puluhan tahun tinggal bersama dengan keluarga besar, trus tiba-tiba harus tinggal sendirian? Wah, pasti terasa sekali sepinya, hampa pokoknya.

Kalau pada akhirnya memutuskan untuk beli rumah sendiri, orang yang terbiasa tinggal bersama keluarga besar ini pasti tidak akan betah. Akhirnya, dikit-dikit bakal pulang ke rumah orang tua karena kangen dengan suasana di sana.

Baca Juga:

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

#4 Punya serumah sendiri nggak cocok untuk mereka yang penakut

Orang yang penakut juga nggak cocok punya rumah sendiri. Saya punya teman yang penakut. Tiap kali suaminya dinas keluar kota, dia pasti memilih untuk menginap di rumah orang tuanya. Takut katanya kalau sendirian. Apalagi, sebelumnya dia pernah mendengar suara lonceng kereta kencana saat tengah malam. Hiii … seram.

Bagi seseorang yang penakut, tinggal sendirian di rumah itu sungguh menyiksa. Saat malam menjelang, segala sesuatu bisa tampak menyeramkan. Gorden tersibak sedikit, takut ada penampakan. Lihat pantulan wajah di cermin, jantung mendadak berdegup tidak karuan. Ditambah suara detak jarum jam yang kalau malam terdengar semakin jelas. Ngeri.

#5 Antara ingin punya rumah dengan kewajiban terhadap orang tua

Terakhir, tipe orang yang nggak cocok punya rumah sendiri yaitu mereka yang orang tuanya sudah berusia lanjut. Terutama, jika yang bersangkutan adalah anak tunggal. Memang sih rumah adalah kebutuhan primer manusia. Namun, bukan berarti wajib dipenuhi hingga menggugurkan kewajiban yang lebih utama. Kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya.

Apa iya kita bisa tidur nyenyak di rumah baru sementara kita tahu orang tua kita sendirian di rumah lama? Kalau orang tuanya masih segar bugar sih nggak masalah ya. Lha, kalau sudah renta? Apa iya tega dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan? Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagaimana?

Nah, kalau kalian termasuk dalam 5 tipe orang di atas, lebih baik pikir-pikir ulang kalau mau punya rumah sendiri. Toh pada akhirnya, hidup ini kita sendiri yang menjalani. Apa yang dimiliki arau dijalani orang lain nggak melulu cocok untuk kehidupan kita. Jadi, sekali lagi, pertimbangkan dengan matang ya, apalagi utnuk punya hunian butuh dana yang nggak sedikit. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sewa Rumah atau KPR, Mana yang Cocok untuk Keluarga Baru?  

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2024 oleh

Tags: beli rumahkosanKPRpunya rumah sendiriRumah
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

10 Juni 2020
Suka Duka Rumah Generasi Milenial di Kabupaten, Jalanan Berlubang hingga Defisit Tempat Hedon terminal mojok

Suka Duka Rumah Generasi Milenial di Kabupaten, Jalanan Berlubang hingga Defisit Tempat Hedon

6 Juli 2021
Pentingnya Ilmu Geografi untuk Tentukan Lokasi Rumah Saat Akan Membelinya terminal mojok.co

Pentingnya Ilmu Geografi untuk Tentukan Lokasi Rumah Saat Akan Membelinya

22 Februari 2021
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026

Bagaimana Rasanya Jadi Santri yang Pondoknya Dekat dengan Rumah?

10 Januari 2020
3 Hal yang Saya Pelajari setelah Rumah Kebakaran karena Korsleting terminal mojok

3 Hal yang Saya Pelajari setelah Rumah Kebakaran karena Korsleting

25 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.