Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Tiga Kesetiaan Ibu Ani Untuk Hati Yang Tidak Setia

Bonefasius Zanda oleh Bonefasius Zanda
7 Juni 2019
A A
ibu ani

ibu ani

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia baru saja mengalami kedukaan mendalam. Bahkan hingga kini, rasa kedukaan itu belum pergi dari setiap ruang hati masyarakat Indonesia. Pasalnya mantan ibu negara sekaligus istri presiden ke-6 RI Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono atau yang akrab kita sapa Ibu Ani baru saja dipanggil Sang Pemilik Kehidupan itu sendiri.

Di mata saya, bahkan publik Ibu Ani adalah tokoh perempuan yang hebat dan patut diteladani. Paling tidak ada 3 hal yang membuat dia layak disebut perempuan hebat.

Pertama, sebagai istri yang setia. Ketika kebanyakan orang atau keluarga melakukan perceraian dengan begitu gampangnya-justru Ibu Ani sebaliknya memberikan pelajaran yang sesungguhnya tentang hakikat hidup berkeluarga itu sendiri.

Baginya, kesetiaan itu begitu berharga untuk dijaga. Sebagai istri, Ibu Ani mampu memposisikan dirinya sebagai partner cinta yang utuh hingga akhir hidupnya di dunia ini. Kalau dalam dunia artis atau sebagian istri pejabat negara-ngomong kesetiaan ibarat mencari emas dalam lumpur— karena yang ada  biasanya justru kawin-cerai.

Acara kawin-cerai pun dipamerkan bahkan mengehobohkan sedunia maya maupun nyata. Lalu, kawin-cerai juga selalu menjadi opsi primadona ketika tantangan menghampiri hidup mereka—benar kan, Mbak Depe dan Mbak Titiek Soeharto?

Kedua, Ibu negara yang memiliki hati yang totalitas. Jauh lebih dalam dari sekadar seorang istri, Ibu Ani sungguh berani meleburkan dirinya untuk kepentingan umum. Ia juga merupakan dapur dan keran demokrasi yang banyak melahirkan konsep dan paraktisi seputar pemberdayaan perempuan pada khsususnya dan menyejahterahkan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Tak heran, jika banyak penghargaan pun diraihnya. Mau tau berapa banyak penghargaan yang diterimanya? Biar jadi Pekerjaan Rumah (PR) aja bagi para pembaca ya—dan ribuan media online akan menjawabi pencarian cinta dan para mantan yang tak setia itu.

Hitung-hitung biar para generasi kita mulai melek literasi dan tahu bagaimana seharusnya membuat pernyataan yang benar tentang orang yang sudah meninggal itu seharusnya seperti apa.

Baca Juga:

Flamboyan

Oh, Tuhan hidup ini sungguh sadis. Yang sudah meninggal pun, kita masih amat lancang berbicara politik atas namanya. Politik dari yang katanya seni berubah menjadi sopi Flores yang keras itu dan bikin mabuk kepayang semua orang—bukankah begitu, Bapak Parabowo?

Ketiga, setia melayani Tuhan hinggga keabadian. Pada titik ini, hemat saya Ibu Ani sungguh menghayati hidup berdasarkan refleksi yang selalu melibatkan Tuhan dalam setiap suka duka perjuangan hidupnya.

Penghayatan yang sungguh terhadap nilai-nilai keagamaan yang di anutinya, telah menghantar hatinya untuk selalu simpati dan empati terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesetiaan itu pun diwujud nyatakan baik dalam tutur maupun tindak. Keterpanggilan hidupnya sebagai ciptaan Tuhan dan melayani Tuhan lewat keterpecahan dirinya secara sosial pun menjadi total hingga napas terakhir.

Jadi yang secara teori ngomongin agama pinter-pinter. Berkotbahnya ibarat embun yang menyegarkan tanah yang gersang. Namun kalau nengok tingkah lakunya, tukang provokator dan tukang-tukang negatif lainnya, sebaiknya Anda stop menamakan diri tokoh agama dan spritual. Soal ini tanyakan saja pada Lord Habib Rizieq Shihab.

Di lain pihak, sesungguhnya bahwa berbuat baik bukan karena kita beragama atau tidak tetapi lebih daripada itu, karena kita sebagai makhluk sosial diciptakan dan hidup untuk itu.

Yang mau belajar tentang ajaran agama yang bukan keyakinanya pun, itu hal biasa bahkan di anjurkan. Biar hidup kita menjadi indah ditengah keberagaman. Dan setiap keberagaman agama juga, tujuanya cuman satu yakni menghantar manusia pada nilai-nilai kebajikan pada satu Sang Pencipta.

Jadi kalau sedang mau jadi mualaf segala, tak perlu nyinyir hingga gaduh dumay gitu lho. Mau tahu tentang pelajaran agama-disilakan daftar untuk jadi bintang tamu pada acara Hitam-Putih yang dipandu oleh mentalis Indonesia, Deddy Corbuzier. Ehemmm!

Biar kegaduhan yang tak berfaedah itu, tidak mengusai semakin banyak hati yang sudah miliki kesetiaan, maka segeralah belajarlah pada 3 kesetiaan yang sudah diteladani oleh ibu Ani semasa hidupnya itu.

Ibu negara, selamat jalan. Selamat berbahagia dan selamat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama para kudus di Surga*

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Cinta SejatiRIP Ani YudhoyonoSelamat Jalan Bu Ani
Bonefasius Zanda

Bonefasius Zanda

Seorang Pendidik SMA di Flores-NTT. Mengajar Mata Pelajaran Sosiologi. Hobi mengupas isu dan masalah sosial

ArtikelTerkait

flamboyan

Flamboyan

3 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.