Pedagang hilang semua, warga Bangunjiwo Bantul hanya bisa mengandalkan minimarket
Seperti yang saya katakan tadi, karena perbaikan jalannya memakan waktu sekitar tiga bulan, para pedagang yang sudah biasa mangkal di sepanjang Jalan Bibis itu jadi “tergusur”. Pelebaran aspal membuat sisi trotoar jadi mengecil, alhasil para pedagang ruang geraknya juga makin terbatas.
Hilangnya para pedagang ini bikin Jalan Bibis sedikit banyak jadi kehilangan nyawanya. Pasalnya, orang-orang yang kerap ke sini, ya untuk cari jajan sore.
Selain itu, warga sekitar juga merasa kesulitan untuk cari cemilan karena nyaris semua penjual jajanan menghilang, mulai dari cilok sampai martabak. Alhasil, satu-satunya tempat yang bisa dituju untuk cari jajan, ya minimarket saja.
Namun, tiga bulan yang suram itu sudah terlewati. Kini saya sudah bisa angkat dagu dan umuk ke teman-teman bahwa jalan di sekitar rumah saya sudah mulus lagi!
Namun, agaknya karena pandangan ke Bantul masih buruk, mereka sampai kini masih kerap melontarkan guyonan bahwa tinggal di Bangunjiwo seperti menjalani program KKN mahasiswa, wes angel!
Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 3 Alasan Tinggal di Bangunjiwo Bantul Semakin Tidak Nyaman
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.











