Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
27 Januari 2026
A A
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu menyimpan banyak cerita menyeramkan bagi warga sekitarnya. Bahkan cerita tersebut membuat beberapa orang melakukan suatu hal tertentu ketika melewati perlintasan ini.

Salah satu contohnya adalah ayah saya sendiri. Sering kali Ayah saya menurunkan volume musik di mobil ketika hendak melintasi perlintasan ini. Katanya, takut kupingnya ditutup setan dan nggak menyadari kereta yang lewat sehingga bisa tertabrak.

Alasan tersebut membuat saya bertanya-tanya. Bila kereta melintas pasti ada palang yang bisa dilihat dengan mata kita sendiri. Ada kendaraan lain juga yang berhenti yang dapat menyadarkan kita bahwa kereta akan lewat. Namun, kenapa harus sampai menurunkan volume musik dan menuduh setan menutupi telinga kita.

Ada juga cerita menakutkan lain yang tersebar di kalangan warga lokal. Konon, ada sosok nenek-nenek yang meminta tumbal setiap hari Jumat di perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu. Cukup untuk membuat anak kecil merinding ketika mendengarnya.

Fakta bahwa banyak korban nyawa di perlintasan ini akibat tertabrak kereta memang nggak dapat disangkal. Beritanya sudah nggak asing bagi warga lokal dan bisa juga dibaca di internet. Namun, apakah benar itu semua karena setan yang menutup telinga atau sosok nenek-nenek yang mencari tumbal?

Daripada terus bertanya-tanya, saya mendatangi dan mengamati langsung perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu. Sembari menunggu motor saya dicuci di tempat terdekat karena sudah nggak elok dipandang akibat hujan yang begitu betah mengguyur Jakarta di Januari ini, saya mengamati perlintasan kereta.

Baca juga: Perlintasan KRL Pasar Minggu Problematik dan Menguji Kesabaran.

Perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu mempertemukan tiga jalan

Perlintasan kereta Volvo, Pasar Minggu itu ruwet. Bagaimana nggak? Perlintasan tersebut mempertemukan tiga jalan berbeda yang dilalui banyak kendaraan, apalagi di jam-jam sibuk. Tiga jalan tersebut adalah Jalan Purbaya, Jalan Kemuning Raya, dan Jalan Rawajati Timur.

Bisa dibayangkan sendiri ketika palang kereta dibuka dan kendaraan yang bertumpuk di belakangnya berusaha saling mendahului, terutama pengendara motor. Pengendara mobil harus memiliki kesabaran tingkat tinggi di sini dan cukup pintar untuk mengambil kesempatan kapan untuk maju. Nggak akan ada pengendara motor yang mengalah dan memberi kesempatan untuk mobil jalan terlebih dahulu.

Baca Juga:

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

Untungnya ada tiga orang yang mengatur lalu lintas kendaraan di perlintasan kereta Volvo tersebut. Tiga orang tersebut terdiri satu petugas PJL dan dua pak ogah yang salah satunya nggak pernah berhenti meniupkan peluitnya. Kalau nggak ada mereka, mungkin perlintasan ini akan penuh kekacauan dan makian dari sesama pengendara.

Namun saya bertanya-tanya, bagaimana pak ogah itu mendapatkan keuntungan bila mengatur perlintasan seruwet ini? Saya nggak pernah melihat ada pengendara yang memberikan imbalan ke mereka karena para pengendara perlu fokus yang lebih ketika melintasi perlintasan ini.

Aspal yang nggak rata

Sudah sering saya melihat motor yang tersangkut di rel perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu yang diakibatkan aspal yang nggak rata. Dan, perlintasan tersebut mengharuskan pengendara melaju serong, bukan lurus. Bila ban motor sudah nyangkut, dibutuhkan orang lain untuk membantu mendorong motor kita. Motor saya sendiri pernah tersangkut di sini dan dibantu oleh orang-orang sekitar.

Saat melintasi perlintasan ini, apalagi dalam keadaan ramai, kita harus mengendarai motor kita pelan-pelan dan hati-hati. Hindari sebisa mungkin bagian aspal yang nggak rata.

Kelakuan pengendara yang nggak sabaran dan hati-hati di perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu

Selain ruwetnya jalan dan aspal yang bermasalah, ketidakhati-hatian pengendara sendiri juga menjadi faktor banyaknya korban nyawa di perlintasan ini. Ada saja pengendara motor yang nyelonong dan menyeberang ketika palang perlintasan sudah tertutup. Padahal itu jelas sangat membahayakan.

Ada juga tipe pengendara yang nggak sampai menerobos, tetapi menunggu kereta lewat di depan palang. Ini juga sama bahayanya. Sudah ada korban berjatuhan karena terserempet kereta ketika menunggu di depan palang. Mungkin memang mereka sudah nggak tahan untuk sampai rumah dan merebahkan diri setelah dihadapi berbagai dokumen, arahan, dan teguran di kantornya. 

Di satu momen, salah satu pak ogah tersebut seperti memohon-mohon kepada pengendara motor agar nggak menerabas ketika palang pintu tertutup. Dia mengangkat kedua tangan dan meniupkan peluitnya di mulut berulang kali. 

Terlepas dari kelakuan pengendara, rel di perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu juga menciptakan ilusi. Bila diperhatikan, rel kereta dari arah Bogor berbentuk melengkung ketika menuju perlintasan ini. Hal ini menyebabkan kita nggak bisa melihat secara gamblang, apakah kereta masih jauh atau dekat. Pengendara akan mengira bahwa kereta masih jauh dan aman untuk menerobos, meskipun palang sudah turun. Tapi jika kembali dilihat kereta bisa tiba-tiba sudah dekat.

Baca juga: Jembatan Gantung Pasar Minggu, Jalan Pintas Penghubung Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang Menyimpan Bahaya.

Dilema pak ogah dan JPL

Di beberapa momen memang pak ogah dan JPL memberikan kesempatan untuk motor melaju meskipun palang rel sudah tertutup. Awalnya, saya bertanya-tanya mengapa mereka melakukan itu? Kalau memang sudah tertutup ya jangan biarkan ada pengendara menerobos dong?

Ternyata setelah saya selidiki, perlintasan ini menciptakan macet yang nggak karuan, terutama di Jalan Rawajati Timur. Pada jam-jam sibuk, khususnya sore hari, jalan tersebut bisa diisi oleh barisan mobil sepanjang 1.5 km lebih. Barisan mobil ini juga muncul di Jalan Purbaya, meskipun nggak sepanjang itu. Apalagi, di jam-jam tersebut kereta lagi sering-seringnya lewat. Di suatu momen saya menyaksikan setelah kereta lewat dan palang terbuka, nggak sampai 15 detik, bunyi teng teng teng kembali berbunyi dan palang kembali turun.

Pada keadaan yang kacau seperti di atas para pak ogah dan JPL, mau nggak mau memanfaatkan waktu yang ada. Selagi kereta masih jauh, mereka membiarkan kendaraan lewat dan menerobos agar nggak terjadi penumpukan dan kemacetan yang berlebihan di balik palang. Riskan? Memang. 

Bukan salah setan

Setelah melakukan pengamatan dan melewati sendiri perlintasan tersebut, saya nggak melihat adanya sosok setan di sana. Yang saya lihat adalah perpaduan antara tata kota yang buruk, aspal yang nggak dirawat, dan kecerobohan manusia itu sendiri. Itulah yang menyebabkan banyaknya korban nyawa di perlintasan ini.

Keyakinan warga lokal mengenai setan yang mencelakai orang di perlintasan tersebut adalah urusan mereka masing-masing. Dan, mungkin memang cerita seram tersebut diperlukan agar orang-orang lebih berhati-hati ketika melewati perlintasan kereta Volvo Pasar Minggu. Nyatanya masyarakat kita lebih takut kepada setan daripada peraturan tertulis atau teguran manusia.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: Jakartajakarta selatanPasar MingguPerlintasan keretaperlintasan kereta apiperlintasan kereta volvo
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

4 Alasan Duren Sawit Jadi Daerah Ternyaman di Jakarta Timur yang Kacau, Cocok Dijadikan Tempat Tinggal Mojok.co

4 Alasan Duren Sawit Jadi Daerah Ternyaman di Jakarta Timur yang Kacau, Cocok Dijadikan Tempat Tinggal

19 Februari 2024
Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

1 Februari 2024
Tempat Ngopi Favorit di Jakarta Pusat

Tempat Ngopi Favorit di Jakarta Pusat

31 Oktober 2019
Pengalaman Melibas Bogor-Jakarta dengan Honda Genio: Asyik, Nyaman, dan Menyenangkan

Pengalaman Melibas Bogor-Jakarta dengan Honda Genio: Asyik, Nyaman, dan Menyenangkan

15 November 2023
Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek Mojok.co

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek

10 Januari 2025
Jakarta, Daerah yang Paling Enak Dikritik ketimbang Jogja (Unsplash)

Lebih Enak Mengkritik Jakarta ketimbang Jogja yang Baperan dan Mudah Tersinggung karena Cinta Buta

6 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai Mojok.co

Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai

13 Februari 2026
Honda BeAT Terbaru, Motor Berdosa dan Paling Mengecewakan (Shutterstock)

Honda BeAT Terbaru: Generasi yang Menyimpan Dosa Besar, Mengkhianati DNA Honda, dan Paling Mengecewakan

12 Februari 2026
Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya Mojok.co

Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya

13 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi
  • Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan
  •  Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan
  • Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah
  • Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude
  • Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.