Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih?

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
4 Mei 2021
A A
Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih_ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau suka dengan barang-barang bekas tapi masih layak pakai, tentu nggak asing lagi dengan yang namanya thrift shop. Thrift shop atau toko barang-barang bekas jadi salah satu pilihan masyarakat nggak hanya di Indonesia yang gemar berburu barang-barang bekas dengan kualitas yang biasanya masih sangat bagus.

Saya salah satu pencinta barang-barang thrift atau bekas. Nggak jarang saya berburu baju-baju lucu yang banyak dijual di online maupun offline thrift shop. Lantas, kenapa sih banyak orang yang akhirnya memilih beli barang-barang bekas terutama pakaian bekas yang masih layak pakai ketimbang beli yang baru? Jawabannya jelas, ya karena harganya jauh lebih terjangkau.

Harga? Kalau bicara soal harga, tentu seharusnya thrift shop jadi pilihan tepat ya lantaran harganya lebih terjangkau ketimbang beli barang baru di mal. Namun, ternyata nggak semua mematok harga murah untuk tiap barang yang dijual. Malah ada yang harganya selangit. Lho, saya sampai mbatin, “Lah kok bisa sih pakaian bekas layak pakai yang dijual online atau offline thrift shop mematok harga sangat tinggi?” Ckckck.

Banyak sekali saya temui thrift shop di media sosial yang menjual beragam pakaian dengan harga yang sangat mahal. Naujubileh mahalnya, saya sampai nggak habis pikir. Untuk sepotong sweater saja saya pernah lihat harganya mencapai Rp100 ribu hingga Rp170 ribu. Memang, sih, si penjual berdalih kalau pakaian yang dijualnya hanya ada satu dan susah carinya. Belum lagi embel-embel sudah dicuci wangi dan disetrika. Halah. Menurut saya agak nggak masuk akal.

Para penjual yang buka thrift shop ini bilang kalau lelah sekali ngubek-ngubek pasar untuk cari pakaian yang langka, tapi kualitasnya masih sangat bagus. Panas-panasan juga, katanya. Maka dari itu, mereka nggak jarang mematok harga yang nggak tanggung-tanggung untuk satu potong pakaian. Ya jujur selama saya cari-cari thrift shop di media sosial, saya menemukan barang-barang lucu, sih. Tergoda juga pengin beli, tapi pas tahu harganya… waduh nggak dulu, deh.

Meskipun begitu, masih banyak juga thrift shop yang mematok harga murah meriah untuk setiap barang bekas yang mereka jual. Beberapa kali saya temukan pakaian-pakaian bekas layak pakai dengan harga sekitar Rp35 ribu hingga Rp50 ribu saja. Padahal dengan harga segitu, pakaian sudah dicuci bersih, disetrika, dan yang terpenting nggak cacat.

Teman saya pernah cerita di Twitter kalau ibunya yang pernah jualan baju juga mengalami hal yang sama dengan para pemilik thrift shop. Ibunya berjualan baju dengan buka lapak. Sama saja kok panas-panasan gelar lapak dan ngubek-ngubek baju baru mungkin di Tanah Abang atau Blok M. Usahanya sama, tapi harga yang dipatok masih sangat wajar. Bahkan lebih murah dari thrift shop yang harganya selangit itu. Maunya apa sih thrift shop mahal-mahal begitu? Hadeh.

Kalau dipikir-pikir, namanya juga thrift shop harusnya sih dijualnya sangat murah, ya. Apalagi namanya barang-barang bekas layak pakai. Lebih bagus lagi kalau disumbangkan bagi mereka yang nggak mampu. Kalau dijual dengan harga setinggi itu, namanya bukan thrift shop, dong. Lebih baik beli barang baru saja di mal dengan harga yang nggak jauh berbeda. Malah bisa lebih murah.

Baca Juga:

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

Merindukan Pasar Klithikan Pakuncen Jogja, Surga Barang Bekas yang Kini Sepi seperti Menunggu Mati

Menurut saya, sih, kasihan orang-orang dengan kelas ekonomi menengah ke bawah yang niatnya membeli barang-barang thrift dengan harga yang terjangkau. Eh, tapi kok pas nanya harganya bikin leher tercekik sangking mahalnya. Ya jelas nggak jadi beli lah.

Pantas saja belakangan ini usaha thrift shop sedang digemari dan sangat menjamur karena bisa menghasilkan pendapatan yang cukup bahkan sangat besar. Jelas lah untungnya juga besar banget. Gimana nggak besar kalau dijual dengan harga setinggi itu.

Kadang kalau saya lihat pakaian thrift yang lucu di Instagram, saya kepikiran pengin beli. Tapi, ketika lihat harganya tambah mikir lagi. Beli nggak, ya? Beli nggak, ya? Lha, kok mahal banget. Tapi barangnya lucu dan hanya ada satu. Biasanya pikiran-pikiran semacam itu yang menghantui kalau lagi lihat-lihat barang thrift.

Namun, akhirnya saya lebih pilih cari yang lain saja daripada beli tapi mahal banget. Nggak rela juga. Mending beli langsung di mal. Hahaha.

BACA JUGA Romantisnya Thrifting di Pasar Senthir, Salah Satu Pasar Klithikan Jogja dan tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2021 oleh

Tags: bajubarang bekasfashionthriftThrift Shopthrifting
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

thrift store mahal vintage baju mojok

Ironi Thrift Store di Indonesia

21 November 2020
Batik Bola Adalah Inovasi Dunia Fashion yang Cukup Mengejutkan pada Masanya meski Dianggap Norak terminal mojok

Batik Bola Adalah Inovasi Dunia Fashion yang Cukup Mengejutkan pada Masanya meski Dianggap Norak

8 Juni 2021
Kemeja Flanel Adalah Pilihan Fesyen yang Relevan di Setiap Era dan Acara terminal mojok.co

Kemeja Flanel Adalah Pilihan Fesyen yang Relevan di Setiap Era dan Acara

13 Juli 2021
Pasar Jongkok Wonokromo, Pasar Maling Surabaya yang Bikin Pembeli Berprasangka Buruk

Pasar Jongkok Wonokromo, Pasar “Maling” Surabaya yang Bikin Pembeli Berprasangka Buruk

20 Februari 2024
4 Surga Barang Bekas Berkualitas di Indonesia Terminal Mojok

4 Surga Barang Bekas Berkualitas di Indonesia

16 September 2022
memilih celana jeans sesuai bentuk tubuh terminal mojok

Saku Kecil Celana Jeans Itu Nggak Ada Gunanya, Mending Dihilangkan Saja!

21 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.