The World of the Married Episode 13: Sinopsis dan Komentar

Artikel

Alhaditsatur Rofiqoh

The World of the Married episode 13 dibuka dengan adegan ketika, Tae-oh, sebelum ia pulang dari rumah Sun-woo, berpesan supaya ia tidak terburu-buru meninggalkan Gosan. Sun-woo harus mempertimbangkan kembali keputusannya serta mencari lingkungan yang benar-benar dapat menerima dirinya dengan baik, dan tentunya yang sesuai dengan apa yang diinginkan Sun-woo. Begitulah pesan Tae-oh, yang menurut saya itu telat! Lha, kemarin kan kamu maunya Sun-woo cepat minggat dari Gosan, bambaaang. Ini laki satu kenapa dah?

Apa pun yang terjadi malam itu di rumahnya, Sun-woo tidak ingin hal itu terulang kembali. Emang ngapain sih? Lihat aja di The World of the Married episode 12. Wqwqwq. Sun-woo segera membersihkan rumahnya, semua barang-barang yang dipegang Tae-oh, ia bersihkan sampai tuntas. Dia ingin keadaan rumahnya kembali seperti semula, sebelum Tae-oh datang malam itu. Tapi, tapi, yang paling susah Sun-woo bersihkan, adalah kenangan saat itu. Ah, sial memang.

Keputusan Sun-woo untuk meninggalkan Gosan sudah bulat, dia menghubungi seniornya dalam bidang kedokteran yang bekerja di luar Gosan. Meminta sebuah lowongan pekerjaan baginya, supaya ia segera angkat kaki dari Gosan. Tidak lagi bertemu orang-orang Gosan yang cuma bisa ngomongin di belakang, tidak lagi bertemu Da-kyung, tidak lagi bertemu Tae-oh, apalagi sampek kebablasan kayak adegan di episode 12.

Di sisi lain, pada pagi hari Joon-young tiba-tiba terbangun karena mimpi buruk, dan saat bangun ternyata ia baru menyadari dirinya ketiduran di tempat gim. Dia pun segera keluar dari tempat gim dan pulang ke rumah. Ketika ia kembali ke rumahnya, Tae-oh dan Da-kyung yang sudah siap mengantarnya ke sekolah, heran karena Joon-young baru datang dari luar. Joon tidak langsung mengatakan dirinya ketiduran di tempat gim, dia hanya mangaku baru saja datang dari luar.

Sebelum Joon-young turun dari mobil untuk masuk ke sekolahnya, Da-kyung bertanya apakah dia merokok. Jawaban Joon-young tentu saja tidak, setelah itu ia pergi. Si ibu tiri ini ternyata curiga Joon-young merokok karena ketika datang dari luar tadi pagi, ia mencium aroma rokok dari Joon-young. Tae-oh mengatakan supaya Da-kyung seharusnya tidak bertanya demikian pada Joon-young ketika hendak pergi sekolah, tapi si ibu tiri ini malah ngotot bilang, “Aku kan walinya.” Jiah, sejak kapan? Idih, idih….

Akhirnya ketika di kantor dan tidak ada Da-kyung, Tae-oh menghubungi Sun-woo dan bertanya apakah Joon-young merokok. Ini sih modus aja, mylov, si Tae-oh keknya suka lagi deh sama Sun-woo. Entah dari awal dia memang dia menyukai Sun-woo atau sejak kejadian di episode 12? Di episode 13 dia jadi banyak basa-basi gitu sama Sun-woo alias cari kesempatan supaya Sun-woo tidak jadi pergi dari Gosan. Sebelum pergi, Sun-woo ingin bertemu dengan Joon-young.

Baca Juga:  The World of the Married Episode 1: Sinopsis dan Komentar

Belakangan Dedek Joon-young ini agak kurang ajar deh, dia nggak bales pesan ibunya, nggak jawab panggilan telepon dari ibunya, apalagi menelepon ibunya duluan. Hiiih. Sun-woo jadi berat meninggalkannya hingga sebelum ia benar-benar pergi, ia meminta Tae-oh mengajak Joon-young untuk bertemu dengannya untuk yang terakhir kali.

Di episode 13 Joon-young mulai bertingkah lagi, kali ini dia mencuri di tempat gim. Sebenarnya tidak berat sih, dia mencuri makanan ringan di sana. Tapi, tapi, yang namanya kebiasaan buruk, sekecil apa pun nggak boleh dibiarin kan. Apalagi kali ini, kelakuan Joon-young yang mencuri itu diketahui oleh teman satu sekolahnya, Hae-kang.

Dan lagi-lagi, si Dedek Joon-young ini bikin masalah di episode 13. Sun-woo dan Tae-oh dipanggil ke sekolah karena ulah Joon-young. Kali ini masalahnya adalah, Joon-young yang bertengkar dengan Hae-kang. Udah jelas ya, Hae-kang ini siapa. Dia mancing emosi Joon-young dan mengancam akan melaporkan Joon-young ke sekolah karena dia mencuri. Nah, pinter juga nih Dedek Joon-young, sebelum si Hae-kang ini ngelaporin ke sekolah, dia menghajarnya habis-habisan.

Ketika di tanya Tae-oh dan Sun-woo secara pribadi, Joon-young menceritakan semuanya tanpa berbohong. Tentang dirinya yang memukuli Hae-kang terlebih dahulu, tentang dia yang kesal pada Hae-kang, dan tentang dia yang mencuri di tempat gim. Tentu saja hal ini mengejutkan Tae-oh dan Sun-woo, ia tidak mengira anaknya akan melakukan perbuatan ini. Mereka masih menanyakan apa alasan Joon-young mencuri. Soalnya kalau dilihat lagi nih, mylov. Joon-young nggak mungkin kekurangan uang saku. Lha, terus kenapa mencuri, Dek ? Hih! Cubit ginjalnya nih.

“Itu sebuah kesalahan,” begitulah kata Joon-young ketika ditanya alasannya mencuri. Sun-woo dan Tae-oh sudah kehabisan cara, mereka hanya meminta Joon-young untuk memperbaikinya. Pinternya lagi, si Dedek Joon-young ini malah memutarbalikkan keadaan. Dia bilang Sun-woo dan Tae-oh juga pernah melakukan kesalahan, lalu bagaimana cara memperbaikinya? Pertanyaan itu semakin mencekik Sun-woo dan Tae-oh.

Tapi ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, Dek. Baik kamu ataupun orang tua kamu, semua bakalan susah kalau kondisinya kayak begini. Dasar anak pubertas ya, susah banget dikasih tahu orang tua. Bukannya malah bersyukur dibantuin cari solusi, Joon-young malah marah-marah dan main ngambek-ngambekan aja

Sun-woo dan Tae-oh sebagai orang tua Joon-young, memaklumi kelakuan Joon-young sebagai masa-masa anak pubertas. Tapi beda sama si ibu tiri Da-kyung, dia meminta pada Tae-oh supaya Joon-young dihukum atas perbuatannya kali ini. Si ibu tiri ini mulai ikut-ikutan ngatur Joon-young, kini dia membatasi Joon-young untuk keluar rumah, dan sebelum keluar rumah Joon-young harus izin dulu sama si ibu tiri Da-kyung.

Baca Juga:  Demi Kebaikan, Sebaiknya Pedagang Jangan Menerapkan Tarif Seikhlasnya

Keadaan makin runyam ketika Sun-woo melakukan negosiasi dengan keluarga Hae-kang supaya mau memaafkan Joon-young dan tidak menuntut sidang kekerasan di sekolah. Yang sulit karena ibu Hae-kang adalah salah satu orang yang tidak suka pada Sun-woo, dan lebih menghamba pada Da-kyung dan keluarganya yang tajir melintir itu. Hmmm… urusan duit ini mah.

Yang bikin greget, di The World of the Married episode 13 ini adalah waktu keluarga Joon-young dan keluarga Hae-kang memutuskan untuk bertemu dan mencari jalan keluar supaya selesai. Joon-young sudah meminta maaf pada Hae-kang, bahkan Sun-woo rela berlutut di hadapan keluarga Hae-kang. Bayangin, mylov, bayangin. Ini demi anak, yang nggak ada akhlak kek Joon-young. Ibu Hae-kang bersikeras untuk tidak memaafkan kelakuan Joon-young. Eh, tapi….

Tiba-tiba si ibu tiri Da-kyung datang menyapa semua yang ada di ruangan itu. Dia meminta maaf pada keluarga Hae-kang, atas nama Joon-young. Dan kalian tahu, mylov, si ibu Hae-kang ini langsung cengar-cengir menyambut Da-kyung. Sun-woo yang dari tadi di sana buat minta maaf, sampek duduk di lantai. Tidak dilihat sama sekali, Sun-woo diusir dari ruangan itu. Ya ampun, siapa sih yang punya mental kayak Sun-woo? Yang tahan banting banget ini.

Setelah masalah Joon-young ini selesai, Joon-young mengejutkan Sun-woo dengan pesan masuknya. Dia meminta Sun-woo untuk segera pergi dari Gosan, menurut Joon-young hidupnya menjadi berbelit karena Sun-woo. Pesan itu seolah pedang yang menancap tepat di dada Sun-woo. Bukan Tae-oh yang menyuruhnya pergi, tapi ini Joon-young. Anaknya sendiri, yang selama ini dia nomor satukan, dia perlakukan sebaik mungkin, dan balasannya apa? Owh, Dedek, kamu belajar apa sih di sekolah? Itu ibu kamu, Dek, ibu kamu!

Pada adegan akhirnya, di The World of the Married episode 13 ini, Sun-woo dan Tae-oh menyadari satu hal yang sangat luput dari pemikiran mereka selama ini. Akar kemarahan Joon-young bukan hanya karena ayah ibunya bercerai, melainkan karena kelakuan ayah ibunya yang masih suka bertemu ketika bercerai. Ternyata, Dedek Joon-young ini tahu apa yang terjadi di episode ke 12, mylov. Hadududu. Maka dari itu dia kesal pada Sun-woo dan Tae-oh.

Pokoknya, pokoknya, semua masalah di The World of the Married episode 13 akarnya ada di episode 12.

Baca sinopsis semua episode The World of the Married di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.