Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

‘The Very Hungry Caterpillar’ Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik

Sheila Amalia oleh Sheila Amalia
30 Mei 2021
A A
'The Very Hungry Caterpillar' Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu belum punya anak, kemungkinan besar kamu nggak familier sama buku The Very Hungry Caterpillar ini. Apalagi jika kamu belum sampai tahap perlu mikirin kado buat anaknya teman, juga bukan tipe yang peduli memberi oleh-oleh ke keponakan yang masih balita. Tapi percayalah, begitu kamu sampai di tahap itu, entah 2-3 tahun lagi, kamu akan mulai mencari buku cerita anak terbaik lewat mesin pencari dan kemudian menemukan kembali tulisan ini. Wqwq.

Ulasan ini lahir dari kabar duka. Eric Carle, penulis dan ilustrator buku ini, telah meninggal dunia seminggu lalu pada 23 Mei 2021. Usianya 91 tahun, dan selama itu, ia telah menciptakan lebih dari 70 buku cerita anak. Salah satu yang paling terkenal adalah buku The Very Hungry Caterpillar yang akan saya bahas ini. The Very Hungry Caterpillar pertama kali diterbitkan pada tahun 1969. Hingga 52 tahun berlalu, buku ini masih dibahas dan direkomendasikan para pegiat literasi anak sebagai buku bacaan wajib. Saya sendiri menyebut buku ini salah satu buku cerita anak terbaik.

Buku ini singkat saja, hanya berisi 22 halaman. Selayaknya buku anak, dalam setiap halaman maksimal hanya ada 3 kalimat. Bentuk buku ini juga sangat menarik, apalagi bagi anak-anak. Ukuran setiap halamannya berbeda dan halaman-halamannya sengaja diberi bolongan untuk mengilustrasikan bekas gigitan ulat. Kualitas buku sebaik ini tentu tidak bisa kita rasakan lewat buku bajakan *ehem!*.

'The Very Hungry Caterpillar' Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik mojok.co
Foto oleh Sheila Amalia untuk Terminal Mojok

Ceritanya pun sangat sederhana, tentang seekor ulat yang baru menetas dari telur. Karena ia kelaparan, ia mulai memakan makanan sehat yang ia temukan dalam jumlah yang cukup, tapi ia tetap merasa lapar. Hingga akhirnya pada suatu hari dia makan banyak sekali makanan, tapi ternyata itu menyebabkan perutnya sakit. Esoknya ia makan secukupnya dan merasa kembali sehat. Tanpa terasa ia sudah tumbuh menjadi seekor ulat besar, kemudian berubah menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.

Dalam cerita yang singkat itu, Eric Carle mampu menyelipkan banyak sekali pelajaran. Berikut enam pelajaran yang bisa anak dapatkan dari buku The Very Hungry Caterpillar.

Pertama, nama-nama hari dalam seminggu. Telur si ulat menetas pada hari Minggu, pada hari Senin ia memakan satu butir apel, hari Selasa dua buah blueberry, dan seterusnya hingga tiba hari Minggu lagi.

Kedua, metamorfosis: bagaimana telur menetas menjadi ulat, ulat berubah menjadi kepompong, dan kemudian menjadi kupu-kupu. Untuk anak yang lebih besar, ini bisa menjadi perkenalan dengan topik metamorfosis hewan-hewan lainnya.

'The Very Hungry Caterpillar' Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik mojok.co
Foto oleh Sheila Amalia untuk Terminal Mojok.

Ketiga, berhitung 1-5. Uniknya, anak tidak hanya dapat belajar tentang angka satu sampai lima tanpa memahami apa maksud dari angka-angka tersebut. Dengan bentuk halaman yang semakin besar seiring dengan jumlah makanan yang semakin banyak, anak dapat membayangkan tentang sequence atau deretan angka. Jadi anak dapat memahami bahwa angka dua berarti satu lebih besar dari angka satu dan angka tiga berarti satu lebih besar dari angka dua, dan seterusnya.

Baca Juga:

Gini Amat Rasanya Jadi Editor Naskah

Keempat, kebiasaan makan sehat. Ketika si ulat makan terlalu banyak, ia bukan merasa kenyang, tapi justru sakit perut. Ia kembali merasa sehat setelah makan secukupnya. Anak juga bisa mengkategorikan makanan sehat dan kurang sehat melalui buku ini. Di Amerika sendiri, buku ini digunakan oleh para dokter spesialis anak untuk mengkampanyekan kebiasaan makan sehat.

Kelima, bahwa perubahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Si ulat mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan-perubahan yang ia hadapi, begitu juga dengan anak-anak. Tapi tidak apa-apa, perasaan tidak nyaman itu sementara saja, cepat atau lambat keadaan akan membaik.

Keenam, harapan itu selalu ada. Cerita ini dibuka ketika si ulat masih berwujud telur, diilustrasikan sebagai sebuah titik di satu halaman. Di akhir cerita si ulat telah berubah wujud menjadi seekor kupu-kupu yang besar (ilustrasinya sebesar dua halaman) dan cantik. Eyang Eric Carle sendiri ketika ditanyakan pendapatnya mengapa buku The Very Hungry Caterpillar bisa begitu populer, ia menjawab, “Menurutku ini adalah buku mengenai harapan. Anak-anak membutuhkan harapan. Kamu, seekor ulat bulu yang remeh, dapat tumbuh menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan terbang ke dunia dengan bakatmu.”

Bagaimana Eric Carle mampu menyelipkan begitu banyak pelajaran ke dalam cerita yang begitu singkat tanpa menggurui merupakan hal yang sangat menakjubkan bagi saya. Buku ini juga dapat dinikmati dari anak bayi hingga praremaja. Karena itulah The Very Hungry Caterpillar, sebuah buku anak yang sudah klasik, masih dan tetap akan menjadi buku anak terbaik di dunia.

BACA JUGA Anak Bertanya, Bapak Menjawab dan artikel menarik tentang anak lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2021 oleh

Tags: buku anakeric carlethe very hungry caterpillarulasan buku
Sheila Amalia

Sheila Amalia

Ibu rumah tangga, bakul buku anak dan makanan.

ArtikelTerkait

Begini Rasanya Jadi Editor Naskah terminal mojok

Gini Amat Rasanya Jadi Editor Naskah

26 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.