Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

The Trauma Code: Heroes on Call, Sebaik-baiknya Drakor Medis. Sungguh Merugi Orang-orang yang Belum Nonton

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
28 Januari 2025
A A
The Trauma Code: Heroes on Call, Sebaik-baiknya Drakor Medis. Sungguh Merugi Orang-orang yang Belum Nonton

The Trauma Code: Heroes on Call, Sebaik-baiknya Drakor Medis. Sungguh Merugi Orang-orang yang Belum Nonton (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Para pencinta drakor digegerkan dengan kehadiran drakor bertema medis, The Trauma Code: Heroes on Call. Drama yang dirilis Jumat 24 Januari kemarin berhasil memikat hati banyak orang. Bahkan mengutip Tempo, drakor yang diadaptasi dari Webtoon ini berhasil menduduki peringkat teratas serial Netflix sehari setelah ditayangkan. 

Harus saya akui, tak banyak drakor bertema medis yang menarik untuk ditonton. Setidaknya setelah Hospital Playlist menamatkan season keduanya, tak ada lagi drakor bertema medis yang benar-benar booming. Hal ini pula yang membuat banyak orang menaruh ekspektasi tinggi pada drakor yang diperankan oleh Ju Ji-hoon ini. 

ADVERTISEMENT

Diadaptasi dari Webtoon The Trauma Center yang ditulis oleh seorang dokter sungguhan!

The Trauma Code: Heroes on Call menceritakan Baek Kang-hyuk, seorang dokter bedah trauma yang jenius. Dia pulang ke Korea Selatan dan mulai bekerja di Rumah Sakit Universitas Hankuk atas permintaan Menteri Kesehatan. Di sana, Prof. Baek memiliki tugas untuk memimpin tim trauma yang kondisinya kacau. Dalam perjalanannya, Baek Kang-hyuk bertemu dengan dokter dan suster yang kemudian menjadi satu tim dengannya.

Jauh sebelum dijadikan drama Korea, saya pribadi sudah lebih dulu membaca ceritanya melalui aplikasi Line Webtoon. Seingat saya, Webtoon ini tayang sekitar tahun 2020. Waktu itu saya tertarik karena The Trauma Center—judul Webtoon The Trauma Code—mampu menghadirkan cerita seputar dunia medis yang dibalut dengan sedikit komedi. Jadi, ceritanya nggak boring karena nggak melulu menampilkan penjelasan medis yang njlimet.

Selain jalan ceritanya yang menarik, art-nya pun rapi. Kadang, ada ilustrasi yang detail untuk tiap organ tubuh. Misalnya, ketika sedang membedah paru-paru, nantinya akan ada gambar paru-paru kiri dan kanan, lengkap dengan penjelasan bagian-bagiannya. Bikin orang awam kayak saya jadi paham bagian tubuh yang sedang dibedah.

Siapa sangka kalau ternyata penulis The Trauma Center ternyata dokter sungguhan. Adalah dokter Lee Nak Jun (Hansanleega) yang berada di balik cerita The Trauma Center. Mungkin karena creator-nya adalah dokter sungguhan, makanya cerita The Trauma Code: Heroes on Call terasa real, ya.

The Trauma Code: Heroes on Call menggandeng Ju Ji-hoon sebagai pemeran utama

Hal lain yang membuat drakor The Trauma Code: Heroes on Call wajib ditonton adalah kehadiran Ju Ji-hoon sebagai Prof. Baek Kang-hyuk. Saya ingat betul dalam Webtoon-nya, Prof. Baek digambarkan sebagai sosok dokter yang seenaknya. Dia seorang dokter jenius tapi sifatnya kasar dan dingin.

Nah, saya sebelumnya sempat berandai-andai, kalau Webtoon ini ditayangkan menjadi drakor, kira-kira siapa yang cocok memerankan Prof. Baek. Ternyata Ju Ji-hoon orangnya.

Baca Juga:

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Ju Ji-hoon memang bukan aktor baru. Dia sudah memulai karier di dunia drakor sejak tahun 2006. Jadi boleh dibilang, dia termasuk sudah berpengalaman di dunia akting. Banyak drama yang sukses dibintanginya, beberapa di antaranya Princess Hours, Kingdom, Hyena, hingga terakhir kemarin drakor Light Shop yang juga ramai diperbincangkan.

Jadi, memilih sosok Ju Ji-hoon sebagai pemeran utama The Trauma Code: Heroes on Call saya rasa adalah pilihan yang tepat. Selain karena akting Ju Ji-hoon yang memang nggak perlu diragukan, sosok Prof. Baek rupanya cocok dibawakan olehnya.

Nggak cukup hanya 8 episode

Tak seperti drakor medis kebanyakan seperti Dr. Romantic atau bahkan Hospital Playlist yang jumlah episodenya belasan, The Trauma Code: Heroes on Call justru hadir hanya dalam 8 episode. Apalagi kedelapan episode ini langsung dikeluarkan oleh Netflix sekaligus, sehingga dalam sekali duduk semua episode sudah habis kita tonton.

Hal ini pula yang sempat ramai diperbincangkan pencinta drakor. Banyak yang merasa jumlah episode tersebut kurang, apalagi jalan cerita drakor ini memang bagus dan nggak membosankan. Yah, minimal tambah 4 episode lagi lah biar penonton puas melihat chemistry antara Prof. Baek dan dr. Yang Jae-won (Choo Yeong-woo).

Tapi apalah kita sebagai penonton, yang menentukan tetap sutradara dan tentu saja pembuat skenarionya. Meski begitu ada banyak berita yang membicarakan kemungkinan season 2 dari drakor ini mengingat ending-nya yang agak nanggung. 

Begitulah sedikit cerita mengenai drakor The Trauma Code: Heroes on Call. Kehadiran drakor satu ini membuat rekomendasi drakor medis terbaik jadi bertambah. Rugi banget kalau kalian belum nonton, Gaes, karena memang dramanya sebagus itu. 

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Drakor Netflix yang Nggak Menye-menye, Cocok untuk Penonton Usia Matang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2025 oleh

Tags: drakordrakor medisdrakor netflixdrama koreadrama korea medisnetflixThe Trauma Code: Heroes on Call
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Redaktur Terminal Mojok yang suka nonton drama Korea.

ArtikelTerkait

6 Alasan Alchemy of Souls Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

Alchemy of Souls, Drama Korea Terbaru Netflix yang Sayang untuk Dilewatkan

23 Juni 2022
5 Drama Korea yang Diadaptasi dari Serial Barat, Wajib Ditonton

5 Drama Korea yang Diadaptasi dari Serial Barat, Wajib Ditonton

10 Juni 2023

4 Ciri Drama Korea yang Bagus dan Wajib Ditonton

15 Februari 2023
Drama Crash Landing on You, Bukti Kuasa Kapitalis untuk Meromantisasi Segala Hal

Drama Crash Landing on You, Bukti Kuasa Kapitalis untuk Meromantisasi Segala Hal

26 Maret 2020
Luckiest Girl Alive, Film Netflix Terbaik Tahun Ini yang Mengangkat Soal Trauma Korban Pemerkosaan Terminal Mojok

Luckiest Girl Alive, Film Netflix Terbaik Tahun Ini yang Mengangkat Soal Trauma Korban Pemerkosaan

12 Oktober 2022
7 Drama Korea Terkenal yang Sebenarnya Adaptasi Dorama dan Manga Jepang

7 Drama Korea Terkenal yang Sebenarnya Adaptasi Dorama dan Manga Jepang

23 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.