Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tertib Saat Mengantre: Hal Mudah tapi Susah Diterapkan oleh Sebagian Orang Indonesia

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
23 November 2019
A A
Top 3 Kelakuan Orang Norak bin Menyebalkan Saat Antre terminal mojok.co

Top 3 Kelakuan Orang Norak bin Menyebalkan Saat Antre terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada kegiatan sehari-hari kita semua sudah terbiasa dan sering kali dihadapkan dengan proses mengantre. Entah di jalan, memasuki area parkiran, masuk ke stasiun juga KRL, menunggu bus, masuk lift, ke ATM, dan masih banyak lagi. Karena mengantre sudah menjadi rutinitas dan bagian dari kehidupan—sampai dengan saat ini—seharusnya, mengantre termasuk hal yang mudah dilakukan.

Toh, hanya berdiri di suatu loket atau tempat, bisa juga duduk di bangku yang sudah disediakan lalu menunggu panggilan sesuai nomor antrean. Sederhananya demikian. Tidak lupa juga, dalam prosesnya, mengantre butuh kesabaran dan kedisiplinan agar antrean tetap tertib. Namun, tidak semua orang Indonesia sabar dalam mengantre. Sering kali masih saja ada orang yang menyerobot atau tidak sabar—pada saat proses mengantre.

ADVERTISEMENT

Beberapa kali saya temui dan alami langsung saat antre di ATM dengan penyampaian yang kurang lebih sama, “Mas, boleh perempuan lebih dulu nggak?” Bukan maksud tidak menghargai perempuan, tapi, bukankah lelaki dan perempuan kedudukannya setara saat mengantre? Apalagi saat kondisi sedang sehat walafiat. Kalau alasannya terburu-buru, saya rasa semua orang memiliki tingkat urgensinya masing-masing.

Lain cerita saat saya antre untuk tap-in sebelum masuk ke stasiun di pagi hari ketika banyak orang yang terburu-buru berangkat kerja—khawatir ketinggalan kereta. Antrean pada mesin tap-in terbilang cukup panjang di pagi hari khususnya pada jam keberangkatan kerja. Di situasi seperti ini, ada saja orang yang menyerobot antrean. Tak jarang, tipikal seperti ini akan mendapat sorakan dari pengantre yang lain. “Woy, antre dong! Kita semua juga lagi buru-buru!”, begitu kata banyak orang yang sudah antre sebelumnya.

Pada akhirnya, orang yang menyerobot akan mundur secara perlahan sambil menahan malu karena sudah mendapat sorakan berjamaah. Tapi, jangan salah, ada juga orang yang tidak tahu malu dan tetap menyerobot antrean sambil jalan terburu-buru dan tidak mendengarkan perkataan orang di sekitarnya. Sering pula ditemui, sudahlah menyerobot antrean, dia yang salah, dia yang marah-marah. Bukannya meminta maaf dan merasa bersalah, malah balik memaki. Betul-betul tipikal warga di negara ber-flower.

Bagi saya, orang yang menyerobot antrean itu selalu menyebalkan. Maksud saya sih, soal keterlambatan kan kembali kepada diri masing-masing, tinggal menyesuaikan antara keberangkatan dari rumah dan jadwal kereta atau apa pun itu. Cara tersebut juga saya terapkan kepada diri sendiri. Namun, meski sudah terlambat, bukan berarti bisa menyerobot antrean semaunya.

Sebagai pengguna setia KRL khususnya saat pergi bekerja, saya juga sudah biasa melihat penumpang yang ingin naik menumpuk di depan pintu masuk setiap gerbongnya. Padahal, dari sisi etika sekaligus himbauan dari petugas KRL, utamakan penumpang yang turun terlebih dulu, bagi penumpang yang naik diharapkan memberi jalan dengan berdiri di dekat sisi pintu KRL. Seharusnya hal seperti itu mudah dipahami, dan lagi, masih saja ada penumpang yang enggan bersabar mengantre. Semua berebut untuk dapat masuk dan keluar KRL lebih dulu. Tidak heran jika sering kali penumpang kesulitan turun dan keluar dari KRL karena hal tersebut.

Meskipun begitu, bagi saya antrean bersifat fleksibel alias tidak kaku. Jika memang diperlukan, bersifat genting, dan harus disegerakan tentu wajib didahulukan dan diberi jalan. Misalnya saja orang yang terlihat sedang sakit atau tidak sehat, orang tua, Ibu hamil, juga orang berkebutuhan khusus. Bukan soal privilege, tapi, masa sih kita tidak mau mengalah jika memang diperlukan dan untuk mereka yang lebih membutuhkan?

Baca Juga:

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

Pada akhirnya, butuh kemauan dan kesadaran yang tinggi untuk dapat tertib saat mengantre. Sudah selayaknya menerapkan rasa malu pada diri sendiri jika tidak tertib saat berada di barisan antrean. Hal itu lebih baik dibanding dibuat malu oleh orang lain dengan cara dicemooh atau diviralkan di internet. Mengantre memang menguras waktu, itu kenapa jika tidak ingin berlama-lama, sebaiknya datang lebih awal—paling tidak agar ada di barisan depan dan paling pertama.

Mau bagaimana pun, antre dengan tertib menjadi suatu keharusan banyak orang yang harus diaplikasikan di mana pun. Lagipula, dalam kondisi normal, didahului saat mengantre itu rasanya nggak enak, kan? Jadi, saling memahami saja, lah.

BACA JUGA Panduan Agar Tidak Bersikap Goblok Saat Antre di ATM atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2019 oleh

Tags: antreatmKRL
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Stasiun Solo Balapan, Arena Balap Sesungguhnya bagi Warga Solo

Stasiun Solo Balapan, Stasiun Terpadat yang Jadi Arena Balap Warga Solo

3 Februari 2024
5 Rekomendasi Sepatu Kerja untuk Pejuang Rupiah yang Sering Naik KRL

5 Rekomendasi Sepatu Kerja untuk Pejuang Rupiah yang Sering Naik KRL

19 Desember 2022
tunanetra

Merawat Guiding Block, Menjaga Hak dan Fasilitas Para Penyandang Tunanetra

17 Juli 2019
Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada Mojok.co

Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada

17 Februari 2025
Tarik Uang di ATM Indomaret Memang Praktis, tapi Saya Merasa Kurang Aman Mojok.co

Tarik Uang di ATM Indomaret Memang Praktis, tapi Saya Merasa Kurang Aman

6 Mei 2025
Perjuangan Menapaki Tangga Stasiun Manggarai: Riil Penuh Tekanan dan Harus Siap Kehilangan

Perjuangan Menapaki Tangga Stasiun Manggarai: Penuh Tekanan dan Harus Siap Kehilangan

5 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.