Terminal Ir Soekarno Klaten adalah salah satu tempat yang memiliki peranan penting. Terminal ini bukan sekedar pintu masuk dan keluar armada bus. Namun, ini merupakan titik penting yang mendukung mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat Klaten dan sekitarnya.
Terminal Ir Soekarno Klaten adalah terminal paling besar dan menjadi ruang sarana transportasi utama kendaraan darat di Kota Klaten. Ia melayani rute bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Terminal yang hidup selama 24 jam ini seperti menjadi pintu gerbang. Terutama di musim lebaran Idul Fitri ini, Terminal dengan ukuran yang sangat luas ini siap menampung lonjakan jumlah pemudik. Dengan ketersediaan berbagai jenis armada bus, Terminal Ir Soekarno Klaten siap menjadi tuan rumah yang baik.
Letak Terminal Ir Soekarno Klaten sangat strategis
Terminal Ir Soekarno Klaten terletak di lokasi yang sangat strategis, yaitu di Jl. Kartini, Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Ia memiliki jalur akses langsung ke Jalan Raya Solo-Jogja.
Ia menggantikan terminal lama. Terminal lama sebelumnya terletak di Jonggrangan, Klaten Utara. Kalau kalian tahu kompleks Masjid Agung Al Aqsha, nah di sini letak terminal lama. Pemindahan lokasi terminal bertujuan untuk memperluas dan mengurai kepadatan arus lalu lintas di pusat kota, terutama untuk kendaraan besar seperti bus.
Terminal ini berdekatan dengan Stasiun Klaten, sehingga memudahkan penumpang yang ingin berganti angkutan. Selain itu Terminal Klaten juga berada di dekat fasilitas umum seperti Rumah Sakit Bagas Waras, Pasar Srago, dan bangunan ikoniknya Klaten yaitu Gedung Graha Bung Karno. Juga berdekatan dengan Pom Bensin Krapyak.
Untuk menemukan terminal ini sangatlah mudah, karena sesuai dengan namanya tepat di area depan terminal terdapat patung presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Patung Ir. Soekarno sendiri adalah bangunan monumental yang menggambarkan simbol perjuangan.
Terminal ini jauh lebih besar ketimbang terminal lama, yaitu mencapai 3,5 hektar. Luas tersebut memungkinkan terminal ini menampung sekitar 300 armada bus dan mampu menampung seribu orang lebih.
Terminal Ir Soekarno Klaten adalah terminal terbaik di Jawa Tengah
Terminal Ir Soekarno Klaten itu istimewa. Ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai Terminal Tipe A Terbaik se-Jawa Tengah dan DIY pada 2018 oleh Kementerian Perhubungan. Terminal ini juga menjadi proyek percontohan rekayasa lalu lintas dan standar pelayanan Terminal Tipe A. Hal ini bisa dijadikan sebagai parameter bahwa kualitas pelayanan dan sarana prasarana di terminal ini sudah bagus.
Selain menjadi terminal terbaik, terminal ini juga pernah mendapatkan penghargaan Juara Umum Terminal Sehat pada 2020 oleh Kementerian Kesehatan. Terminal ini mendapatkan apresiasi atas penerapan protokol Kesehatan di tempat fasilitas umum. Terutama penerapan protokol Kesehatan dalam menghadapi penularan virus Covid-19 pada saat itu.
Bersih, lengkap, dan modern
Dulu, banyak orang membayangkan kalau terminal adalah tempat yang padat, bising dan kumuh. Namun, hal-hal buruk seperti ini tidak akan kalian temukan di Terminal Ir Soekarno Klaten.
Area terminal ini bersih, rapi tertata, dan juga rindang. Ya, karena di area terminal terdapat beberapa pepohonan yang membuat suasana menjadi rindang dan teduh.
Fasilitas dan sarana prasarana di sana terbilang lengkap dan sudah modern. Terdapat ruang tunggu, ruang laktasi, musala, dan smoking area. Terminal ini juga ramah terhadap penyandang disabilitas. Terbukti dengan adanya toilet khusus disabilitas dan juga guiding block.
Selain fasilitas untuk penumpang, Terminal Ir Soekarno Klaten ini juga menyediakan area istirahat dan bengkel khusus untuk para kru bus. Di dalam terminal terdapat penunjuk arah dan zonasi, sehingga memudahkan penumpang dalam mengakses tempat ini. Area masuk dan keluar bus sudah sudah tertata dengan baik.
Terminal yang membawa harapan
Sebagai tempat bertemunya banyak orang dari berbagai kalangan, usia dan latar belakang yang berbeda-beda, Terminal Ir Soekarno Klaten menjelma menjadi potret nyata kehidupan. Ia menjadi ruang jeda sebentar dari tempat ke tempat sebelum mencapai tempat tujuan.
Terminal ini membawa harapan bagi orang yang akan bepergian dan memberikan pelukan bagi pendatang yang mudik ke kampung halaman. Juga, sebagai tuan rumah bagi orang yang hanya singgah. Ibarat teman lama, Terminal Ir Soekarno Klaten menyambut siapa saja yang datang dengan ramah “Selamat datang di Kota Klaten”
Penulis: Fitri Handayani
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
