Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Terbakarnya KyoAni dan Isu Plagiat

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
25 Juli 2019
A A
kyoani

kyoani

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar tentang kebakaran yang menimpa Kyoto Animation atau yang sering juga disebut dengan KyoAni—sebuah studio animasi di Jepang—membuat publik tersentak. Bagaimana tidak, peristiwa mengenaskan ini menyebabkan setidaknya tiga puluh tiga orang tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini bahkan disebut-sebut sebagai peristiwa pembunuhan massal terparah di Jepang sejak beberapa tahun terakhir.

Seperti yang dilansir berbagai media, peristiwa kebakaran yang terjadi pada hari Kamis pagi (18 Juli 2019) adalah sesuatu yang disengaja. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sengaja menyiram gedung KyoAni dengan bahan bakar kemudian membakar gedung tersebut. Disebutkan juga bahwa pelaku—yang adalah seorang laki-laki berumur empat puluh satu tahun bernama Shinji Aoba—juga menjadi  salah satu korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Shinji Aoba ditengarai sengaja melakukan hal tersebut lantaran dia merasa pihak KyoAni sudah menjiplak novel karyanya. Atau dalam kata lain, apa yang dilakukan oleh Shinji Aoba adalah bentuk pembalasan karena novelnya sudah diplagiat oleh KyoAni. Tentang apa judul novel yang dituduhkan sebagai novel plagiat, sampai saat ini belum ada kabar yang menyebutkan.

Meski demikian, terlepas dari benar tidaknya tuduhan tersebut, berbicara tentang plagiat memang adalah satu hal yang “menggemaskan”.

Sejauh ini, fenomena plagiat memang masih menjadi sesuatu yang sering ditemui. Plagiat itu sendiri menurut KBBI adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.

Nah, jika merujuk dari arti kata plagiat maka tidak berlebihan rasanya jika perbuatan plagiat dikategorikan sebagai tindakan pencurian. Loh, memangnya apanya yang dicuri? Yang dicuri adalah hasil karya yang lahir dari buah pemikiran dan kerja keras seseorang. Namanya hasil karya kan tidak lahir begitu saja. Untuk menghasilkannya, seseorang harus punya ide. Nah, ide inilah yang kemudian dikembangkan dengan kerja keras yang bukan tidak mungkin memakan waktu yang cukup lama.

Setiap orang yang karyanya diplagiat tentu akan merasa marah, kecewa, dan sakit hati. Hanya saja cara melampiaskan perasaannya tersebut yang berbeda-beda. Ada mungkin yang memilih diam saja, ada yang sekadar membuatnya menjadi berita viral, dan jika benar bahwa KyoAni memplagiat novel karya Shinji Aoba, berarti ada juga yang sampai melampiaskannya dengan cara yang begitu emosional. Meski saya tidak bisa menoleransi kasus plagiat, tapi miris juga rasanya melihat apa yang terjadi pada KyoAni.

Di luar dari hal tersebut, seperti yang saya tuliskan di atas, fenomena plagiat adalah satu hal yang masih sering ditemui sampai saat ini. Berita tentang orang-orang yang menjadi viral karena “prestasinya” menjadi plagiator masih terus berdatangan. Sanksi sosial berupa perundungan setelah diviralkan juga rasanya tidak membuat sebagian orang untuk berpikir seribu kali sebelum menjadi plagiator. Mereka mungkin lebih memilih berhati-hati dalam memplagiat daripada memikirkan bagaimana risikonya menjadi plagiator.

Baca Juga:

Pati Bukan Sarang Penjahat dan Plat K Bukan Berarti Kriminal, Ada Hal Baik yang Bisa Diapresiasi di Sini

3 Alasan Kartun Ninja Hattori Lebih Mendidik ketimbang Doraemon

Sebagai orang yang baru belajar dalam dunia menulis, saya akui, menulis itu memang bukan perkara mudah. Semua orang bisa menulis, tapi apakah tulisan tersebut bisa diterima atau diberi tempat dalam ruang publik, itu perkara yang lain lagi.

Menulis itu butuh kerja keras dan kesabaran. Kerja keras untuk menuangkan ide menjadi tulisan, dan kesabaran untuk terus menulis jika ternyata tulisan yang sudah dikerjakan dengan susah payah mengalami penolakan. Tidak mudah memang menghadapi rasa kecewa, tapi dari sinilah proses belajar itu sangat terasa. Toh penulis sebesar J.K Rowling pun sempat merasakan penolakan sebelum akhirnya dia seterkenal sekarang, bukan?

Dari setiap kasus plagiat, saya sendiri juga menyadari, meskipun tulisan saya belum bagus-bagus amat, setidaknya dia lahir dari pemikiran dan tangan saya sendiri. Ketika mencoba memublikasikannya, tidak ada perasaan takut atau khawatir yang mengikuti.

Menjadi penulis hasil karya sendiri memang jauh lebih butuh waktu dibanding menjadi plagiator. Bahkan tulisan yang berdasarkan pengalaman pribadi sekalipun tetap butuh waktu untuk mengolahnya. Beda dengan plagiat, tinggal copy-paste, selesai deh.

Akan tetapi, yang juga perlu diingat adalah hasil yang diterima berkat kerja keras sendiri tentu berbeda dengan sesuatu yang didapat dari hasil plagiat.

Seburuk apapun kritikan yang diterima dari hasil tulisan sendiri, akan jauh lebih baik daripada pujian yang datang dari hasil plagiat tulisan orang lain. Untuk tulisan sendiri, kritikan yang datang bisa dijadikan motivasi untuk terus belajar menulis. Sedangkan untuk tulisan hasil plagiat, pujian yang datang akan menjadi candu yang hanya menunggu waktu untuk membuat nama si plagiator akan sulit—bahkan mungkin tidak bisa lagi—diterima dalam dunia kepenulisan.

Setiap tulisan itu ada pembacanya masing-masing, setiap orang punya waktunya masing-masing. Ada yang baru menghasilkan satu buku bisa langsung terkenal, ada juga yang baru terkenal setelah menghasilkan beberapa buku. Jangan terkecoh dengan hanya melihat hasil. Lebih baik jadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi untuk terus berproses.

Punya keinginan untuk menjadi penulis terkenal itu adalah cita-cita banyak orang. Ingin sekadar mendapat pujian dari tulisan juga bukan sesuatu yang salah. Yang salah adalah jika semua keinginan itu ingin dicapai dengan cara yang instan—tidak ingin melalui proses sebagaimana seharusnya. Toh di luar sana banyak penulis terkenal yang sering mengatakan: cara terbaik untuk belajar menulis, ya dengan menulis. Sebanyak apa pun teori kepenulisan yang dipunya, jika tidak diaplikasikan, tentu tidak akan ada gunanya. Kita tidak akan pernah bisa tahu bagaimana sebuah tulisan yang baik itu bisa lahir kalau tidak dengan menulis.

Jadi, kalau ingin dikenal sebagai penulis, maka menulis adalah jalannya. Kalau jalannya dengan memplagiat, ya jangan heran dong kalau nanti dikenalnya sebagai plagiator.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: generasi 90ankartun jepangkebakaranKriminalkyoto animationplagiarisme
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Orang yang Mematikan Centang Biru WhatsApp Pasti Punya Alasan terminal mojok.co

Modus Penipuan via SMS yang Kian Membosankan

14 Juni 2019
toilet mal

Toilet Mal Sebagai Tempat Favorit Untuk Bercermin: Soalnya Selalu Terlihat Good Looking, sih

18 Juli 2019
plagiat

Kok Bisa ya Ada Orang Kepikiran buat Plagiat

17 Juni 2020
Kok ya Masih Ada yang Menggoyangkan Tangki Bensin, Sekolah Cuma Sampai Gerbang, Bos?

Kok ya Masih Ada yang Menggoyangkan Tangki Bensin, Sekolah Cuma Sampai Gerbang, Bos?

22 Juni 2023
karya orang lain

Eksploitasi Karya Orang Lain Demi Keuntungan Pribadi

6 Juli 2019
Awkarin VS Nadiyah: Apa Betul Bangsa Ini Dibiasakan Memaklumi Plagiarisme?

Awkarin VS Nadiyah: Apa Betul Bangsa Ini Dibiasakan Memaklumi Plagiarisme?

30 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.