Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tembalang: Surganya Burjo Murah Meriah di Semarang

Hasna Humaira oleh Hasna Humaira
13 Maret 2021
A A
Tembalang Semarang Surganya Burjo Murah Meriah terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tak kenal maka tak sayang. Bagi kalian yang belum pernah mengunjungi Kota Semarang, pasti akan asing dengan nama daerah Tembalang. Oleh karena itu, kali ini saya akan memperkenalkannya pada jamaah Mojokiyah sekalian.

Bagi yang mengetahui daerah Tembalang, mendengar kata Tembalang tentu akan kepikiran dengan jejeran kios-kios makanan yang ada di sekitar jalannya. Yakin, deh! Kalian nggak akan menyesal muter-muter di Tembalang. Sebagai warga Tembalang Raya, saya sendiri betah tinggal di sini karena alasan simpel, perut saya kenyang terus. Cari makanan gampang, harganya pun murah meriah. Apa yang kalian inginkan pasti ada di Tembalang.

ADVERTISEMENT

Bagi yang penasaran, silakan cari “Tembalang” di Google. Saya jamin, yang pertama kali muncul di mesin pencariaan adalah tentang makanan. Tempat makan yang bejibun dengan varian menu yang kadang aneh tapi unik tersedia di sini. Sesekali saat menggulir mesin pencarian, kalian akan menemukan kata “burjo”. Yak, Tembalang Semarang adalah surganya warung burjo.

Salah satu tempat makan yang cukup populer di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar adalah burjo, alias bubur kacang ijo. Sebenarnya warung burjo nggak cuma jual menu bubur kacang ijo, ada makanan lainnya juga, kok. Banyak malah. Mulai dari nasi omelet jowo, nasi orak-arik, nasi ayam bali, nasi goreng, mi rebus, mi goreng, gorengan yang anget-anget, dan makanan menggiurkan lainnya. Minumannya pun tak ketinggalan, ada bermacam-macam. Jangan pernah berpikir cuma ada air putih sama kopi, ya!

Warung burjo kebanyakan buka 24 jam. Keren! Jangan khawatir kalau kalian termasuk kaum yang suka kelaparan di malam hari. Burjo hadir sebagai solusi. Nggak usah insecure kalau malam-malam lapar, tapi di dompet cuma ada duit sepuluh ribu. Burjo siap melayani kalian dengan tangan terbuka! Santuy, kalian tinggal duduk manis nunggu makanan ada di atas meja.

Setiap warung burjo di Tembalang itu punya nama sendiri-sendiri, dan yang nggak kalah keren, punya cabang juga, loh! Cabangnya ya tersebar di area Tembalang dan sekitarnya. Intinya, kalau di daerah Tembalang tinggal tengok kanan kiri, eh nemu burjo. Kehadiran burjo ibarat kafe orang-orang dengan budget yang murah meriah, tapi nggak kalah nendang cita rasa makanannya.

Saya kasih tahu ya, kalau ke burjo jangan sekali-kali bayar pakai uang warna merah. Karena pegawai burjo pasti akan mengeluh. Misalnya, kalian pesan nasi omelet jowo plus minum kopi hitam.

“Sudah, Mas. Berapa totalnya?”

Baca Juga:

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

“Tadi Masnya makan nasi omelet jowo sama minum kopi hitam, ya? Totalnya sepuluh ribu, Mas.”

Tuh, harganya nggak mahal, kan? Sekali makan nggak sampai Rp15 ribu. Hanya bermodalkan Rp10 ribu perut sudah kenyak. Coba kalian bayar pakai uang merah.

“Maaf, Mas. Uangnya besar banget, nggak ada kembaliannya. Pakai uang pas ya, Mas,” begitu keluh pegawai di warung burjo

Bukannya mengeluh atau gimana-gimana. Mungkin blio kesulitan cari kembalian, atau bisa jadi supaya transaksinya lebih cepat saja. Jadi nggak ribet cari uang kembalian. Hehehe~

Saya juga pernah mengobrol dengan seorang pegawai warung burjo sambil menunggu makanan saya jadi. Saya bertanya, “Mas, aslinya mana?”

“Saya asli Sunda, Teh,” jawab si pegawai burjo.

Saya melongo nggak percaya, saya kira dia pribumi Tembalang. Nggak kalah mencengangkan lagi pemilik burjo pun bukan pribumi Tembalang.

“Yang punya orang mana, Mas?”

“Orang Sunda juga, Teh. Teteh kira orang sini ya yang punya?”

Ternyata oh ternyata. Pemilik burjo di sini rata-rata berasal dari tanah Sunda. Saya kira ya asli bumi Tembalang Raya. Kalian bingung, kan? Saya juga. Warung burjo malah menjadi usaha sukses yang berkembang di Semarang padahal dirintis oleh pendatang. Saya salut dengan pendatang yang bisa sukses membangun usahanya.

Sebelum adanya pandemi, biasanya kursi burjo akan penuh terisi oleh kaum muda-mudi yang mampir bersama temannya. Sayang sekali semenjak adanya pandemi, burjo sudah nggak terlalu ramai. Banyak yang mengeluh pendapatan yang turun lantaran mahasiswa juga banyak yang pulang kampung ke rumahnya masing-masing. Pupus harapan para pengusaha warung burjo yang mengandalkan pemasukan dari mahasiswa. Yah, semoga para pengusaha burjo di Tembalang segera tersenyum kembali menatap warung burjonya yang ramai.

Sumber Gambar: infotembalang.com

BACA JUGA Boleh Diadu, Burjo UMS Lebih Unggul Ketimbang Burjo di UNS.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2021 oleh

Tags: burjoSemarangtembalang
Hasna Humaira

Hasna Humaira

Saya seorang maba online berusia 18 tahun yang sedang menunggu kapan kuliah offline.

ArtikelTerkait

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang Mojok.co

4 Alasan Orang Solo Lebih Sering Plesir ke Jogja Dibanding ke Semarang

10 November 2025
Berkendara dari Mranggen Demak ke Semarang di Siang Hari Penuh Cobaan, hanya Orang Kuat yang Sanggup Melakukan

Berkendara dari Mranggen Demak ke Semarang di Siang Hari Penuh Cobaan, hanya Orang Kuat yang Sanggup Melakukan

19 Juli 2024
Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

27 November 2019
Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

3 Juli 2024
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
3 Alasan Poltekkes Semarang Jadi Poltekkes Terbaik di Indonesia

3 Alasan Poltekkes Semarang Jadi Poltekkes Terbaik di Indonesia

9 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya Mojok.co

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

10 Juli 2026
Culture Shock Anak Jombang Tinggal di Bogor: Makan Bubur Ayam Malam Hari Itu Aneh dan Nggak Kenyang!

Culture Shock Anak Jombang Tinggal di Bogor: Makan Bubur Ayam Malam Hari Itu Aneh dan Nggak Kenyang!

10 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.