Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Teknik Penerbangan, Jurusan yang Kerap Dianggap Penghasil Pilot

Rahadian oleh Rahadian
10 Oktober 2022
A A
Teknik Penerbangan, Jurusan yang Kerap Dianggap Penghasil Pilot

Teknik Penerbangan, Jurusan yang Kerap Dianggap Penghasil Pilot (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Buat kalian yang bercita-cita jadi pilot, saya kasih satu saran: jangan masuk teknik penerbangan. Kenapa? Soalnya emang di jurusan tersebut, kalian nggak diproyeksikan jadi pilot. Lalu, sebenarnya apa itu jurusan teknik penerbangan? 

Dalam jurusan ini, mahasiswanya memang akan belajar serba-serbi dunia penerbangan. Seperti bagaimana merancang bodi, baling-baling, mesin, atau interior kabin pesawat. Namun, bukan berarti kalian bisa langsung menjadi pilot. Kalo mau jadi seorang pilot, maka masuk ke sekolah pilot. Bukan malah masuk ke jurusan teknik penerbangan.

Memang, nggak sedikit orang yang menganggap kalo lulusan teknik penerbangan itu akan menjadi seorang pilot pesawat yang andal. Saya pun awalnya memandang demikian. Makanya, saat mendengar ada teman saya yang lulusan jurusan ini bekerja di PT DI, saya heran. Kok dia malah bekerja di PT. DI, bukan menjadi jadi pilot?

Seorang saudara jauh saya pun berpandangan sama. Dia ini, dari dulu punya cita-cita menjadi seorang pilot. Makanya, ia ingin sekali dan punya cita-cita kuat bisa kuliah di jurusan teknik penerbangan di salah satu universitas ternama. Namun, setelah mengetahui kalo kuliah di lulusan jurusan teknik penerbangan nggak bisa jadi pilot, ia akhirnya memutuskan masuk ke sekolah pilot.

Lalu, apa bedanya sekolah pilot dengan jurusan teknik penerbangan? Di sekolah pilot, kita ibarat sedang mengikuti kursus mengemudi. Saat kita ikut kursus mengemudi, kita akan diajarkan bagaimana mengendarai mobil dengan baik dan benar oleh instruktur. Setelah lulus kursus, maka kita akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa kita layak mengendarai mobil. Di kursus mengemudi, kita tentunya nggak akan diajarkan bagaimana mesin mobil bekerja apalagi bagaimana memperbaiki mesin mobil yang rusak.

Sedangkan kalo di jurusan teknik penerbangan, kita akan belajar seluk beluk mesin pesawat. Seorang lulusan teknik penerbangan itu dituntut mampu melakukan maintenance mesin pesawat. Menurut seorang teman saya yang kuliah di jurusan, materi kuliah jurusan ini nggak jauh beda sama materi kuliah jurusan teknik mesin.

Intinya, kalo kita masuk ke jurusan teknik penerbangan, ujung-ujungnya ya bekerja sebagai teknisi atau konsultan pesawat terbang. Kita nggak bisa jadi seorang pilot, meskipun menguasai seluk beluk dan serba-serbi tentang pesawat. Di Indonesia, ada cukup banyak sekolah pilot. Misalnya, Bandung Pilot Academy, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, atau Akademi Teknik Penerbangan Indonesia.

Jadi, tugas dan tanggung jawab seorang pilot profesional itu sebenarnya hanya fokus menerbangkan pesawat saja. Pilot itu nggak perlu sampai repot-repot mengurus seluk beluk mesin pesawat. Seorang pilot itu punya tugas dan tanggung jawab yang berat. Sebabnya, membawa banyak nyawa saat berada di udara. Makanya mereka nggak perlu dibebani dengan maintenance mesin pesawat. Nah, untuk maintenance seluk beluk mesin pesawat, ya itu kerjaan dan tanggung jawab para teknisi.

Baca Juga:

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

Jadi, sekali lagi, kalo mau jadi seorang pilot, maka masuk ke sekolah pilot. Bukan malah masuk ke jurusan teknik penerbangan. Perkara gajinya gede mana, saya nggak tahu. Tapi keknya sih nggak UMR.

Apalagi UMR Yogyakarta, pedih.

Penulis: Rahadian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2022 oleh

Tags: pesawatpilotteknik penerbangan
Rahadian

Rahadian

Sarjana Hubungan Internasional yang gemar menulis, bermain musik, dan coding.

ArtikelTerkait

Kata Orang Singapura, Orang Indonesia Mendadak Religius Saat Naik Pesawat terminal mojok.co

Kata Orang Singapura, Orang Indonesia Mendadak Religius Saat Naik Pesawat

8 November 2020
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026

Citilink Adalah Maskapai Lokal Terbaik Saat Ini

24 April 2021
Alasan Saya Nggak Tertarik Naik Pesawat Kelas Bisnis yang Katanya Lebih Nyaman daripada Kelas Ekonomi Mojok.co

Alasan Saya Nggak Tertarik Naik Pesawat Kelas Bisnis yang Katanya Lebih Nyaman daripada Kelas Ekonomi

16 Juli 2024
Toilet Pesawat, Toilet Paling Nggak Nyaman

Toilet Pesawat, Toilet Paling Nggak Nyaman

4 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.