Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Tapera, Solusi Masalah Perumahan yang Mencerminkan Kemalasan Berpikir

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
9 Oktober 2024
A A
Tapera, Solusi Masalah Perumahan yang Mencerminkan Kemalasan Berpikir

Tapera, Solusi Masalah Perumahan yang Mencerminkan Kemalasan Berpikir

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu saya kira punya gaji di atas UMR itu menyenangkan. Sebab, saya sudah merasakan jadi sobat UMR (Jogja lagi), dan tahu betapa mengerikannya hidup dengan gaji di bawah logika. Eh, gara-gara Tapera, gaji di atas UMR malah jadi terasa menyesakkan.

Bentar, bukan saya tak bersyukur. Saya malah amat bersyukur. Masalahnya, kalau gaji di atas UMR ujung-ujungnya kena sikat negara, terus apa bedanya dengan hidup di garis UMR?

Tapera memang jadi momok. Tabungan (yang nggak saya butuhkan) ini seakan-akan jadi pukulan di ulu hati bagi pekerja yang gajinya nggak gede-gede amat. Kalau itu ada efeknya macam BPJS Kesehatan sih, oke-oke saja. Lha ini nggak ada, je. Meski cuma 3 persen potongannya, tetap aja rasanya gede. Makin nggak masuk akal lagi, kenapa saya harus nabung perumahan kalau saya sendiri sudah KPR rumah?

Jelas tabungan-tabungan itu nggak akan ada efeknya ke saya. Yang ada malah mengacaukan uang yang saya punya. Uang yang nggak seberapa itu masih aja dipotong untuk hal yang bahkan saya nggak butuh.

Kalau ini dianggap sebagai subsidi silang untuk orang-orang yang nggak punya rumah, lha malah makin aneh. Wong tugas negara untuk menyediakan akses perumahan, kenapa duit aing yang kau sedot? Edan po kulon he?

Niat Tapera (kayaknya) baik, tapi…

Niat Tapera ini (mungkin) baik, berusaha memberi subsidi bagi orang-orang yang butuh hunian tapi tak punya uangnya. Masalahnya, kalau modelnya begini, alih-alih subsidi, yang muncul adalah maki-maki.

Masih ada buanyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelangkaan hunian dan harga yang tak masuk akal. Negara bisa banget membuat undang-undang untuk mengatur harga dan kepemilikan hunian. Masih bisa banget bikin rusun yang proper untuk pekerja perkotaan, atau mengatur akses transportasi agar pekerja masih bisa punya rumah di pinggiran, tapi tak tersiksa untuk berangkat ke kota.

Intinya, buanyak banget lah yang bisa dilakukan alih-alih menyedot uang-uang bergaji di atas UMR. Agak kreatif dikit. Tidak, ini bahkan tidak kreatif sebenarnya. Solusi ini udah ada dari dulu, tapi entah kenapa kok kayak alergi gitu ngelakuinnya.

Baca Juga:

Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata Dibanding Potongan Gaji Lainnya

Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus

Ingat, the road to hell (sometimes) paved with good intentions. Bisa jadi yang dikira niat baik, malah bikin orang-orang ngamuk, atau hidupnya makin menderita. Tapera (mungkin) niat baik, tapi bisa jadi niat baik ini bikin hidup orang-orang malah makin menderita.

Bakal bikin orang menderita sih. Kau kira gaji di atas UMR itu otomatis punya sisa banyak po? Nggak. Sama sekali nggak. Kalau modal gaji di atas UMR hidup langsung sejahtera dan sisa banyak, nggak mungkin saya buka bisnis di luar kerja utama. Mbok yo wong-wong neng nduwur ki rodo mikir ngono lho.

Kerjain opsi yang ada, nggak usah ngadi-ngadi

Daripada memotong gaji para karyawan kelas menengah yang bisa terpeleset ke jurang kemiskinan kapan saja, mending opsi-opsi lawas itu ditekuni lagi. Alias dijalankan dengan amat serius. Bikin rusun yang bagus dan dikelola dengan apik. Atau yang paling penting, batasi kepemilikan rumah agar tidak ditimbun serta harganya dijaga. Ini bisa banget dilakukan terlebih dahulu.

Masalahnya kan, nggak. Langsung lompat aja bikin Tapera. Sekali-kali tuh mbok ya bikin kebijakan yang nggak memberatkan rakyatnya bisa nggak sih. Apa-apa kok langsung bikin solusi, tapi yang terbebani adalah rakyat. Lha aneh, kui jenenge ra solusi, tapi masalah baru.

Siapa pun yang berpikir Tapera adalah ide yang bagus, orang tersebut perlu diguyur pake air tajin. Wong kok unik. Buat apa coba gaji kita dipotong terus menerus untuk hal yang bahkan nggak akan bisa dinikmatin.

Lagi-lagi, ngapain aku iuran perumahan kalau udah punya rumah? Masuk akal bagian mananya ini?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2024 oleh

Tags: Rumah susunsubsidi rumahtapera
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Apa Betul Kita Benar-benar Bisa Punya Rumah dengan Tapera?

Apa Betul Kita Benar-benar Bisa Punya Rumah dengan Tapera?

11 Juni 2020
Tidak Seseram di Film Pengabdi Setan 2, Ini 5 Hal Menguntungkan Tinggal di Rumah Susun

Tidak Seseram di Film Pengabdi Setan 2, Ini 5 Hal Menguntungkan Tinggal di Rumah Susun

7 Agustus 2022
Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus Mojok,co

Tapera Bukti Nyata Kita Hidup di Negara yang Salah Urus

29 Mei 2024
Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata (Unsplash)

Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata Dibanding Potongan Gaji Lainnya

8 Juni 2024
Surat Terbuka untuk Pemda Karawang Terkait Pengelolaan Rusunawa Adiarsa: Masak Kalah sama Cerita Angker?

Surat Terbuka untuk Pemda Karawang Terkait Pengelolaan Rusunawa Adiarsa: Masak Kalah sama Cerita Angker?

23 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.