Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Tan Malaka Bakal Misuh Jancuk kalau Baca Draf Omnibus Law

Adib Khairil Musthafa oleh Adib Khairil Musthafa
13 Maret 2020
A A
Tan Malaka Bakal Misuh Jancuk Kalau Baca Draf Omnibus Law
Share on FacebookShare on Twitter

Bisa-bisanya pemerintah berselingkuh dengan kapitalisme dan bikin Omnibus Law?

Ketika iseng buka story WhatsApp, saya terhenyak melihat status seorang teman yang bunyinya kira-kira begini: “Ya Allah pemerintah kok gini amat sama rakyatnya ya….” Teman saya ini adalah seorang pekerja buruh di salah satu perusahaan rokok di daerah Gresik, Jawa Timur.

Seloroh kawan saya itu adalah satu dari sekian banyak perasaan kecewa rakyat kepada negara. Di tengah berbagai ketimpangan dan kemiskinan yang semakin memprihatinkan, negara malah berselingkuh dengan kapitalisme yang melahirkan omnibus law dan segala ke-jancuk-annya.

Di tengah-tengah kondisi ini saya berharap orang-orang semacam Karl Marx, Enggels, Che Guavera, Tan Malaka, Bung Hatta, sampai DN Aidit hidup kembali. Perjuangan perlawanan ini butuh orang-orang seperti mereka, yang lantang menyuarakan ketidakadilan di tengah masyarakat yang mulai bersepakat dengan sistem yang semakin hari semakin nggak jelas.

Gelombang penolakan omnibus law oleh mahasiswa dan berbagai kalangan rasanya nggak akan pernah padam sampai RUU Cilaka ini benar-benar mau diperbaiki. Itu kalau pemerintah masih sayang sama rakyatnya.

Namun, jika ternyata pemerintah emang udah nggak sayang lagi sama rakyat, maka saya kira rakyat juga nggak akan pernah berhenti untuk protes. Lihatlah beberapa waktu lalu, gelombang demonstrasi telah dimulai. Tak tanggung-tanggung gerakan #Gejayanmemanggil misalnya, jadi trending di Twitter.

Rentetan itu saya hitung masih jilid pertama, loh. Saya sangat berharap akan ada deretan jilid-jilid selanjutnya.

Apalagi kalau ternyata pemerintah masih gitu-gitu aja. Seperti ngotot nggak mau dengerin, lantas pakai dalih dan retorika-retorika palsu semacam, “salah ketik”, dan lain sebagainya. Saya rasa sih, pemerintah perlu waspada. Saya haqqul yaqin, gelombang protes dan parlemen jalanan bakal tumpah ruah. Lagi.

Baca Juga:

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

Personal Branding Itu Tidak Penting

Oleh karena itu, saya pikir seberapa pun jungkir baliknya buzzerRp cari cara untuk menggagalkan upaya penolakan. Atau seberapa banyak pun mereka dibayar. Saya nggak yakin penolakan omnibus law ini akan berakhir begitu saja. Ya masak mau menyerah sementara masa depan kita bakal sulit terpisahkan dari RUU ini? Ya masak nggak mau lagi berjuang sementara di sana tertaut kehidupan kita selajutnya?

Bayangkan saja kalau RUU Cilaka ini berhasil disahkan: Akan banyak orang jadi goblok mendadak. Kita sudah kuliah tinggi-tinggi ngabisin duit orang tua sampai sawah mertua, eh pas lulus dan ndilalah kerja di perusahaan swasta malah nggak punya jaminan hidup yang layak. Dan yang (((lagi-lagi))) bakal diuntungkan dalam aturan ini, ya perusahaan. Hadeeeh, kapitalisme maneh, Cok!

Melihat kondisi yang semrawut ini, saya jadi ingat dengan sang bapak republik: Tan Malaka, dalam maha karyanya Gerpolek (Gerilya, Politk, dan Ekonomi). Tan Malaka pernah merisaukan hal-hal semacam ini. Walaupun pemikirannya soal kemandirian ekonomi tidak dapat diterapkan seutuhnya dalam gelombang zaman semacam globalisasi. Akan tetapi, cukup kiranya jika anggapan Tan Malaka bahwa tidak sepatutnya negara terlampau berkompromi dengan lawan.

Tan Malaka berkata bahwa upaya berunding dengan mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat adalah sikap yang jauh dari nilai-nilai nasionalisme. Di tengah gempuran dominasi Belanda pada waktu itu, Tan Malaka mengusulkan konsep pendirian sistem ekonomi yang didasarkan pada produksi oleh rakyat.

Kondisi semacam itu yang saya kira sedang kita hadapi hari-hari ini. Kondisi di mana lagu-lagu perjuangan kelas kembali terdengar setelah sekian tahun membisu. Sebab sudah saking keterlaluannya! Saya sih berharap pemerintah mau mendengarkan keluh-kesah rakyatnya. Bukannya malah bikin blunder mulu pakai alasan “salah ketik” dan retorika-retorika lama. Tolonglah, bikin aturan yang berpihak pada rakyat, buruh, petani, rakyat miskin kota, tentu tanpa merusak lingkungan dan kemanusiaannya.

Ya kalau ternyata pemerintah ngotot buat ngesahin RUU bermasalah ini, saya jadi membayangkan suatu hal. Kira-kira kalau Tan Malaka baca draf RUU Cilaka yang kacau ini, saya rasa beliau bakal tertawa sambil misuh, “JIAAANCOOOK!!1!!1”

BACA JUGA Bersama Ardhito Pramono Gagalkan Omnibus Law atau tulisan Adib Khairil Musthafa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2021 oleh

Tags: buzzerRpDemoomnibus lawtan malaka
Adib Khairil Musthafa

Adib Khairil Musthafa

Saya adalah seorang yang suka tidur, menganggur, ngopi, dan bermimpi.

ArtikelTerkait

dpr

Ibu Saya Anggota DPR yang Sedang Didemo dan Anak-anaknya Ribut di Grup WhatsApp

30 September 2019
ikut demo

Kamu Ikut Demo Karena Kritis atau Latah?

25 September 2019
cinta laura

Wahai Netizen, Kok Kalian Gitu Sih Sama Cinta Laura?

2 Oktober 2019
Demo Boleh, Gosong Jangan

Aku Kalau Demo: Demo Boleh, Gosong Jangan #SkincareMahal

26 September 2019
Curhat Seorang Fakboi yang Diputusin karena Ikut Demo terminal mojok.co RUU Ciptaker

Apa Bedanya Demo 1998 dengan Demo 2020?

15 Oktober 2020
demonstrasi Soal Negara Demokrasi, Semua Orang di Dunia Itu Norak! terminal mojok.co

4 Lagu Alternatif Pengiring Demonstrasi selain ‘Buruh Tani’

13 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.