Bikin Resah Warga seperti Saya, Mending Tradisi Sunda ‘Ngadulag’ Dihilangkan Saja!

Bayangkan saja, ada orang (ini saya) yang baru mau mulai tidur jam 2 pagi, bukannya disambut dengan mimpi indah, eh, malah dihadiahi suara-suara berisik yang akhirnya bikin saya nggak tidur seharian.
Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

Asal kalian tahu, ya, tradisi ater-ater ini bersifat timbal balik. Kalau dalam bahasa ilmiahnya layaknya di kampus-kampus itu, berarti tradisi ater-ater ini bersifat “resiprositas”.
Genduren atau Kenduri dengan Berkat Mentahan, Kemudahan Sekaligus Kemerosotan

Sebab berkat mentahan habis duit lebih banyak, akhirnya dianggap lebih fancy dan glamor. Padahal nilai gotong royongnya kurang.
Kata ‘Apa’ dalam Konteks Bahasa Medan Itu Sakti dan Serbaguna

Ini mungkin terdengar gila, dalam konteks bahasa Medan, “Apa cak ko apakan dulu apa ini.” bisa berarti “Rian, coba betulkan dulu antena ini.”
Penggunaan Kata ‘Anjing’ dan ‘Goblog’ untuk Percakapan Bahasa Sunda

“Anjing” bisa berfungsi sebagai koma, “goblok” bisa jadi titik atau sebaliknya. Percakapan bahasa Sunda mudah kan?
Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan?

Walaupun kaleng Khong Guan selalu dicurigai, jujur saja saya lebih mengharapkan di dalamnya isi rengginang daripada biskuit orinya.
Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas

Kehidupan sekarang dan esok adalah hasil reproduksi masa lalu. Harus berapa lama lagi masyarakat Madura menanggung stigma yang tidak adil itu?