Di tengah hiruk-pikuk pasar motor matic entry-level Indonesia, ada satu nama yang selalu kalah populer meski spesifikasinya tak kalah mentereng. Ialah Suzuki Nex Crossover. Motor matic ini dibanderol dengan harga OTR Jakarta Maret 2026 hanya Rp 21,265 juta, desainnya gagah, mesin irit, dan fitur lebih lengkap dibanding rival-rivalnya. Tapi kenapa ya, pasar lebih memilih Honda Beat Street atau Yamaha X-Ride? Padahal motor ini ya nggak kalah dibanding 2 nama tersebut.
Suzuki Nex Crossover mengusung konsep “naked handlebar” alias stang terbuka tanpa cover, ditambah ban dual purpose ukuran 80/90 depan dan 90/90 belakang dengan diameter 14 inci. Tampilannya langsung terasa adventure meski cuma matic 113 cc. Seat cover two-tone, lampu LED, dan grafis Stronger Red-Titan Black membuatnya terlihat lebih premium dan agresif dibanding matic biasa.
Motor ini memang dibanderol lebih mahal ketimbang BeAT Street dan X-Ride. Suzuki Nex dibanderol 21 jutaan, lebih di atas BeAT Street yang hanya 19,85 juta rupiah, dan X-Ride yang 20,9 juta. Tapi meski begitu, harga ini terjustifikasi. Desain Nex Crossover yang lebih “liar” karena kombinasi stang tinggi, posisi duduk santai, dan ban besar yang siap diajak ke jalan berlubang atau kampung yang rusak jadi nilai plus yang bikin harganya masuk akal.
Banyak reviewer bilang, motor ini terasa seperti mini adventure scooter yang nyaman buat anak muda yang bosan dengan matic standar.
Spesifikasi teknis Suzuki Nex Crossover yang lebih dari sekadar cukup
Mesin 113 cc, single cylinder, SOHC, air-cooled, fuel injection dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance) menghasilkan tenaga 9 hp. Angka ini sedikit lebih unggul dibanding Honda Beat Street 109,5 cc (8,89 hp). Torsi cukup halus, tarikan di dalam kota responsif, dan yang paling penting: irit sekali.
Suzuki ngeklaim konsumsi BBM bisa menyentuh 50-55 km/liter bahkan di rute pegunungan.
Bobot hanya 94 kg, ringan untuk ukuran matic adventure. Tangki 3,6 liter memang kecil, tapi karena irit, jarak tempuh tetap 180-200 km sekali isi. Rem depan cakram, belakang tromol, suspensi teleskopik depan dan swing arm belakang.
Fitur lain macam speedometer digital lengkap dengan tachometer, tripmeter, indikator ganti oli, alarm anti-maling, dan Easy Start System. Headlamp dan taillamp sudah LED.
Bandingkan dengan Honda Beat Street yang wheel-nya Cuma R12 dan tidak ada tachometer. Atau Yamaha X-Ride yang memang 125 cc lebih bertenaga, tapi fitur alarm dan oil change indicator tidak standar. Nex Crossover jelas lebih lengkap di kelasnya.
BACA JUGA: Suzuki Nex 2012 Awet Bertahan Hidup Tanpa Butuh Kehadiran Bengkel Resmi
Harga oke, tapi value lebih oke lagi
Meminang Suzuki Nex Crossover in this economy sebenarnya masih masuk akal. Hanya 21 juta, dan cicilan 500 ribu per bulan saya rasa masih masuk akal. Kelebihan lainnya adalah, Suzuki dikenal awet dan jarang bermasalah mesin. Resale value memang tidak sekuat Honda Beat, tapi tidak jelek-jelek amat.
Banyak yang bilang “Suzuki mahal karena sparepart susah”. Padahal jaringan Suzuki sudah cukup luas, bisa pesan online dan harga sparepart tidak jauh berbeda. Justru karena produksi tidak sebanyak Honda, kualitas kontrol lebih ketat. Jadi value for money-nya sangat tinggi.
Suzuki Nex Crossover adalah motor yang benar-benar underrated. Bukan karena jelek, tapi karena pasar Indonesia masih sangat brand-conscious dan suka ikut-ikutan tren. Padahal kalau kamu objektif bandingkan spesifikasi, fitur, dan harga, motor ini sama sekali tidak kalah dengan Honda Beat Street maupun Yamaha X-Ride.
Kalau kamu mencari matic entry-level yang beda, irit, awet, dan punya karakter adventure tanpa harus keluar duit 30 jutaan, Nex Crossover adalah pilihan cerdas. Jangan biarkan stigma “Suzuki kurang laku” menghalangi kamu punya motor keren.
Mungkin suatu hari nanti, ketika semakin banyak yang sadar, Suzuki Nex Crossover akan jadi “hidden gem” yang naik daun. Atau mungkin tetap underrated selamanya—dan itu justru membuatnya semakin spesial bagi yang tahu nilainya.
Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Suzuki Nex dan Honda Beat Generasi Pertama, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat



















