Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang (wikipedia.org)

Di mata saya, Suzuki Katana adalah mobil legendaris di Indonesia yang lahir pada era 1980 hingga 1990-an. Mobil ini mirip dengan Suzuki Jimny SJ410 dengan versi 4×2 dan atap trepes. 

Katana dirancang sebagai SUV mungil yang tangguh untuk medan berat. Dengan bodi mengotak khas off-road, ground clearance tinggi, dan desain simpel, Kendaraan lawas ini sering disebut sebagai “jip kecil” yang representatif untuk pria yang suka petualangan.

Meski produksinya sudah lama berhenti, mobil ini masih beredar di pasaran dan digemari banyak orang. Salah satunya saya. Saya jatuh cinta pada Katana karena karakter bodinya yang jadul dan mudah dirawat. Walau memang penumpang mesti ekstra sabar karena harus menahan guncangan suspensi yang keras.

Baca juga Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita.

Mengapa banyak orang jatuh cinta pada Suzuki Katana?

Cinta pada Suzuki Katana datang dari sisi emosional dan praktis yang sulit dijelaskan. Bentuknya yang tegas, kotak, dan maskulin memberikan kesan kuat serta representatif bagi pengemudi laki-laki. Bukan mobil mewah yang “aleman”, tapi mobil petarung yang siap melibas jalan rusak, tanah berlumpur, atau bahkan genangan air di daerah pedesaan.

Ground clearance-nya yang tinggi membuat Katana unggul di medan off-road, sesuatu yang jarang dimiliki mobil modern sekelasnya dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, Katana mewarisi mesin F10A 970 cc, 4 silinder SOHC karburator yang sama persis dengan Suzuki Carry 1.0. Mesin ini terkenal bandel, irit bahan bakar, dan sangat mudah dirawat. 

Suku cadang Suzuki Katana melimpah karena banyak yang dipakai di model Suzuki lain, termasuk Karimun Kotak dan Carry. Bagi yang suka mengutak-atik, konstruksi sederhana Katana memudahkan servis melakukan servis sendiri. Mulai dari membersihkan karburator hingga overhaul mesin. Tidak perlu peralatan canggih atau biaya mahal seperti mobil injeksi modern. 

Selain itu, harga bekas Katana relatif stabil meski usianya sudah puluhan tahun. Mobil ini cocok untuk hobi off-road ringan, daily driver di kota kecil, atau bahkan dimodifikasi. Komunitas Katana atau Jimny di Indonesia pun cukup solid, saling berbagi tips dan suku cadang.

Baca juga Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh.

Suspensi keras bikin sakit pinggang

Sayangnya, mobil ini bisa cukup menyiksa apabila belum terbiasa. Suspensi Katana menggunakan leaf spring atau per daun di belakang. Artinya, mobil ini memang dirancang untuk kekuatan di medan kasar, bukan kenyamanan. Akibatnya, setiap lubang atau undakan jalan terasa langsung ke badan. Dan, tidak semua orang bisa dihadapkan pada badan yang terus berguncang, posisi duduk tinggi dengan jok tipis dan keras. Kondisi itu bikin pinggang cepat pegal, terutama di perjalanan jauh. 

Kekurangan lainnya ada di kabin sempit, terutama untuk penumpang belakang atau orang bertubuh besar. Rem tanpa booster sehingga butuh tenaga ekstra saat menginjak, suara kabin kurang kedap, dan AC yang kadang kurang dingin karena desain jadul. Mesin 1.000 cc memang irit, tapi tenaganya terasa kurang bertenaga di jalan tol atau saat full load. Akselerasi lambat, dan handling di kecepatan tinggi terasa limbung karena bobot ringan dan suspensi kaku.

Banyak pemilik yang kemudian memodifikasi dengan mengganti per daun ke per keong atau shockbreaker aftermarket agar lebih empuk, tanpa hilang kemampuan off-road-nya. Solusi sederhana seperti tambah busa jok tebal juga sering dilakukan untuk mengurangi sakit pinggang.

Tetap suka walau sudah tahu kekurangan Suzuki Katana 

Rasa suka pada Suzuki Katana yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata itu sebenarnya sangat manusiawi. Di era mobil modern yang serba nyaman dan otomatis, Katana menawarkan pengalaman berkendara yang “murni” dan autentik. Saat memakainya, saya merasa terhubung dengan mesin, jalan, dan mobil itu sendiri, bukan sekadar alat transportasi. 

Saya suka, sebab tampilannya tetap keren. Mesin F10A yang bandel jarang mogok kalau dirawat dengan rutin, dan modifikasi off-road membuatnya semakin fun. Rasa suka ini mirip hobi koleksi barang jadul, ada nilai sentimental, nilai sejarah, dan kepuasan saat berhasil mengatasinya.

Bagi Anda yang tetap suka meski sudah merasakan sendiri “siksaan” suspensi, itu pertanda Katana memang punya tempat spesial di hati. Mungkin karena mewakili masa lalu yang lebih sederhana, atau karena memberi rasa petualangan di tengah rutinitas yang itu-itu saja.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version