Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Susahnya Jadi Perantau Asal Banjarnegara

Kamsu Aji Wiguna oleh Kamsu Aji Wiguna
23 Juni 2023
A A
Susahnya Jadi Perantau Asal Banjarnegara

Susahnya Jadi Perantau Asal Banjarnegara (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banjarnegara adalah kabupaten dengan luas 37,56 kilometer persegi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Sayangnya, nama kabupaten satu ini kurang familier di telinga kebanyakan orang Indonesia. Padahal ada Dieng yang sebagian wisatanya berlokasi di Banjarnegara. Namun tetap saja hal itu nggak serta merta membuat Banjarnegara lebih terkenal daripada Wonosobo.

Gara-gara namanya yang kurang familier inilah para perantau asal Banjarnegara merasa kesulitan ketika berada di perantauan. Apalagi ketika mereka berkenalan pertama kali dengan orang asing di perantauan.

Jadi gini, kebanyakan mahasiswa dari mBanjar kuliah ke daerah bandek seperti Jogja atau Semarang. Beberapa ada juga yang ke Purwokerto dan Solo. Nah, di perantauan itulah mahasiswa mBanjar ini biasanya akan berkenalan dengan orang baru. Masalah pun bermula dari situ.

Nggak tahu di mana letak Banjarnegara

Suatu hari teman saya bercerita, dia pernah mengalami percakapan yang kira-kira seperti ini:

“Asalnya dari mana, Mas?” tanya seseorang.
“Dari Banjarnegara,” jawab teman saya santai.
“Itu perjalanan berapa hari dari sini, Mas?” terdengar agak basa-basi, tapi menyebalkan.
“Itu masih Jawa Tengah, Mas. Sekitar 3 jam saja. Lha, sampean dari mana, Mas?” teman saya mulai agak emosi.
“Magelang, Mas,” si penanya tersenyum tanpa merasa bersalah.

Bayangkan, tetangga kabupaten yang hanya dibatasi oleh Wonosobo saja nggak tahu Banjarnegara ada di mana! Saya dan teman saya kemudian berdiskusi dan mendapati kesimpulan bahwa mungkin bagi sebagian orang, daerah asal kami ini ada di sebelah “sono”nya Indonesia kali, ya?

Pernah juga terjadi kasus serupa, kira-kira begini:

“Dari mana, Mbak?” tanya seorang perempuan.
“Banjarnegara, Mbak,” menjawab dengan mulai menaruh rasa curiga.
“Oh, Kalimantan, ya? Jauh, dong?” bertanya dan sepertinya benar-benar nggak tahu.
“Itu kayaknya Banjarmasin, Mbak.”
“Kalau gitu di Jawa Timur?” mencoba menerka.
“Itu Bojonegoro, Mbak. Beda. Banjarnegara masih Jawa Tengah, kok” mencoba bersabar.
“Oh, ya? Di mana itu?”
“Dieng, Mbak” jawaban andalan sambil berharap orang-orang tahu lokasi Dieng.
“Oh, Wonosobo?” ternyata mbaknya cuma tahu kalau Dieng itu di Wonosobo, Gaes.
“Kabupaten sampingnya, Mbak. Sebagian Dieng kan masuk Banjarnegara. Dieng itu di gunungnya, rumah saya di kotanya.”
“Ooo…” masih bingung tapi nggak ingin memperpanjang obrolan.

Baca Juga:

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Intinya, saya dan beberapa teman masih cukup sering menjumpai orang-orang yang nggak tahu sama sekali letak Banjarnegara, atau salah kaprah soal kabupaten satu ini. Sempat ada juga sih beberapa orang yang sudah tahu Banjarnegara, khususnya saat ada berita-berita negatif seperti bupatinya korupsi atau saat ada kasus pembunuhan oleh dukun abal-abal. Tapi, mosok terkenal karena jalur gituan?

Baca halaman selanjutnya

Habis mau gimana lagi, lha wong nggak ada yang menonjol, kok…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2023 oleh

Tags: banjarnegarangapakperantaupilihan redaksi
Kamsu Aji Wiguna

Kamsu Aji Wiguna

Belajar jadi guru.

ArtikelTerkait

Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu terminal mojok.co

Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu

21 September 2021
Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

1 Juli 2022
Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

27 Agustus 2024
3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru Terminal Mojok

3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru

24 Februari 2022
Tanggapan Keturunan Gusti Ahmad: Kami Tidak Ingin Rebut Takhta Kraton terminal mojok.co

Tanggapan Keturunan Gusti Ahmad: Kami Tidak Ingin Rebut Takhta Kraton

14 November 2021
Jalan Ciumbuleuit Bandung, Nama dan Kondisi Jalannya Sama-sama Menyusahkan Banyak Orang

Jalan Ciumbuleuit Bandung, Nama dan Kondisi Jalannya Sama-sama Menyusahkan Banyak Orang

18 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.