Surat Terbuka untuk Pemain Mobile Legends di Seluruh Indonesia

Kawan-kawan yang bermain Mobile Legends telah membantu saya melewati hari-hari swakarantina. Terima kasih untuk itu, tapi bentar, saya juga ada keluhan.

Artikel

Gilang Oktaviana Putra

Dear kawan-kawan pemain Mobile Legends dari Sabang sampai Merauke.

Kawan, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada kalian karena masih setia main gim ini sampai sekarang. Sumpah, bertemu dengan kalian di dalam gim bisa menghidupkan kembali emosi negatif yang sempat hilang berkat physical distancing

Selama masa swakarantina, Mobile Legends membantu saya tetap jadi manusia. Rasanya capek juga tiap hari liat informasi soal corona di mana-mana. Kalian gitu juga nggak? Semoga sama ya, biar saya ada temennya. 

Kawan, terhitung sejak diberlakukannya imbauan #DiRumahAja, sudah dua minggu lebih saya main Mobile Legends lagi. Tapi… mungkin ini cuma perasaan saya… namun, kayaknya sekarang jadi susah sekali naik ke mythic ya? Padahal biasanya hanya butuh satu bulan kurang buat push rank ke Mythic. Sekarang boro-boro begitu, bisa keluar dari zona merah epic pun alhamdulillah banget. Apa jumlah “epic abadi” makin banyak ya?

Selain itu, saya jadi sering lihat pemain yang maksa banget ingin menggunakan hero tertentu. Dugaan awal saya sih, mungkin dia itu tipe pemain yang one man one hero alias nggak mau eksplor hero lain. Dan ini terbukti, ketika jagoannya di-ban, dia ngamuk dong. Memang begitu tabiat pemain yang nob~

Apa mereka nggak pernah ngalamin dibacotin di classic karena belajar hero baru? Terus apa mereka juga nggak tahu ada sistem nerf dan buff di gim ini biar permainan nggak monoton? Kok anteng banget main satu hero doang. Mending kalau jago, bisa diandalkan gitu. Lah ini, cuma bisa satu hero tapi nob? Wqwqwq kesian, kesian, kesian.

Suka nggak suka, kutukan “epic abadi” nyata adanya dan kita nggak bisa memungkirinya. Bahkan mungkin, kita semua pernah merasakan bagaimana seramnya kutukan yang satu ini. Hape miring terus selama berjam-jam tiap hari demi push rank, tapi tier nggak pernah berubah. Buat kamu yang sedang ada di posisi ini, semangat ya, kamu pasti bisa kok!

Dilihat dari sisi lain, fenomena “epic abadi” ini sesungguhnya adalah ketimpangan sosial dalam dunia gim. Yang jago makin kaya dari adsense YouTube jago dan yang bego makin bego. Jadi kalau kamu ketemu pemain yang banyak bacot saat main di epic, harap maklum, mungkin dia frustrasi. Biasalah, nggak bisa nyalahin sistem jadi larinya ke temen sendiri. Emang paling mudah melihat kesalahan orang lain kan.

Tapi, gaes-gaesku, sekarang di mythic juga nggak menjamin bakal dapat tim yang bagus. Apalagi mythic satu digit, pengguna joki rank ternyata masih ada juga loh. Kelihatan sekali dari gaya mainnya, mana yang pake joki sama yang nggak. Kalau sudah begini, cuma bisa pasrah. Mungkin lagi nggak hoki, anggap saja lagi ngasuh mythic rasa epic. 

Sistem reset season yang bikin tier pemain Mobile Legends turun setiap tiga bulan sekali, menjadi lingkaran setan “epic abadi”. Pengguna jasa joki bisa sampai ke mythic kan nggak menggunakan skill-nya sendiri, jadi bisa dibilang membodohi dirinya sendiri juga. Setelah tier-nya diturunkan lagi ke epic, ya dia terjebak di situ. Proses ini terus berputar sampai akhirnya jadi lingkaran setan.

Satu lagi, mumpung saya ingat, tolong buat kalian yang hobi nge-troll segera hentikan kebiasaan nirfaedah tersebut. Nggak ada manfaatnya sama sekali. Kalian nge-troll karena mencontoh konten youtuber kelas teri atau gimana? Boleh saja iseng, nge-troll temen satu tim sekali dua kali, itu pun kalau tujuannya cuma buat hiburan biar nggak bosen. Tapi jangan keseringan juga. Itu merugikan pemain lain, tahu nggak. Jago aja dulu deh, baru nge-troll. Saran saya sih, kalau kalian punya waktu buat nge-troll begitu, lebih baik waktunya dipakai buat latihan hero biar lebih bermanfaat. Jelas-jelas bisa bantu push rank. 

Yang sudah jago pun nggak usah sok ngatur ya, tolong. Mungkin kalian memang punya strategi yang bagus, tapi tolong komunikasikan dengan bagus juga dong. Ingat ya, gaes, sejago apa pun klean, kalau 1 VS 5 tetap saja sulit buat menang. Sumpah deh, orang kayak klean ini nih yang akhirnya bikin mood main turun drastis. Seorang legenda dari barat pernah mengatakan, “Hade goréng ku basa,” alias baik atau buruknya sesuatu tergantung bahasanya. Nggak percaya? Noh Ahok contoh nyata.

Terakhir, buat para youtuber yang terhormat, tolonglah sediakan konten positif dan bermanfaat buat subscriber kalian. Jangan maki-maki orang pakai nama binatang di depan kamera, nggak malu apa ya ngajarin bocah-bocah jadi toxic? Terus kalau mau bikin konten nge-troll tuh ya dikasih imbauan “bukan untuk ditiru” di dalam videonya. Biar bagaimanpun, kalian “digaji” kan dari kuota sama waktu yang mereka sisihkan. Kasih feedback yang baik bisa meureun?

Nggak terasa saya sudah sampai di pengujung surat ini. Mohon dibaca dengan teliti serta pahami baik-baik apa yang saya sampaikan, kawan. Mari manfaatkan gim ini sebagai sarana hiburan sebagaimana mestinya, jangan jadi gamer yang bisanya cuma bikin kesel orang lain.

Ya sudah gitu aja. Indonesia negara hukum, assalamualaikum!

BACA JUGA Mitos dalam Game Mobile Legend yang Pernah Saya Percaya dan tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Baca Juga:  Panduan Jadi Orang Paling Jago Main Mobile Legends se Tongkrongan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
49


Komentar

Comments are closed.