Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Suka Duka Pakai Helm VOG Extream, Si Helm Murah dan Anti Maling

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
1 Maret 2021
A A
Suka Duka Pakai Helm VOG Extream, Si Helm Murah dan Anti Maling terminal mojok.co

Suka Duka Pakai Helm VOG Extream, Si Helm Murah dan Anti Maling terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau teman yang lain pakai helm INK, saya (terpaksa) pakai helm VOG.

Helm sering dimaknai sebagai busana, sebagai sebuah tren. Saat saya dulu SMA adalah masa kejayaan helm INK seri CX dan Centro maupun helm asal Korea dengan warna ngejreng seperti biru langit dan merah jambu. Helm tersebut mendominasi parkiran sekolah hingga menjadi standar bergaya. Alasannya, meski bukan termurah, tapi masih terjangkau berbagai kalangan.

Di masa jaya INK, ramai pula helm-helm dengan merek yang namanya sebelas-dua-belas dengan harga sebelas-dua-satu seperti INX dan INF, pun dengan dominasi warna ngejreng. Sisanya, adalah helm-helm bawaan motor atau helm-helm “indie” seperti helm yang saya kenakan dulu dan kini: helm VOG Extream.

Bukannya saya pengin anti mainstream, tapi semata karena bapak saya. Ketiadaan kendaraan umum, bersepeda motor merupakan pilihan mutlak bagi saya saat SMA. Kenyataannya saya belum mempunyai helm kala itu. Mentok helm yang saya punya adalah helm bawaan motor yang kebesaran dan jarang saya gunakan.

Dari situ, bapak saya menawari, “Le, mau beli helm, nggak? Kalau mau tak kasih uang atau biar bapak beliin sekalian mau service motor.” Pilihan jatuh pada “nitip bapak saya”. Pun terserah tanpa menyebutkan merek dan jenis yang ingin saya miliki. Meskipun nggak enak hati, saya yang sudah peka tren helm kala itu berekspektasi bapak saya bakal membelikan INK CX atau INK Centro, atau helm lain di harga yang setara.

Jeng jeng jeng, helm yang dinanti tiba, Bapak saya membelikan helm VOG Extream, pun dengan warna merah maroon yang persis dengan warna motor yang saya kendarai. Soal merek dan warna ini tentu di luar ekspektasi saya.

Harga murah di kisaran Rp200 ribuan, barangkali alasan paling realistis bapak saya memilihnya. Warna maroon, mungkin juga agar serasi dengan motor. Harga yang terpaut Rp100 ribuan dibanding helm yang digandrungi kala itu, setidaknya setara dengan harga second-nya, atau lebih mahal sedikit dari kw-kw-an INK kala itu.

Bicara soal kualitas di harga murah, standar ketangguhan helm ini seperti umumnya helm berstandar DOT. Ia punya ketahanan dan mampu menyerap benturan berkekuatan hingga 250G. Sedang benturan yang dapat mengakibatkan gegar otak sendiri berkekuatan sekitar 200G. Pun dengan busa yang standar di harganya.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Soal kaca atau visor sendiri bisa dibilang lumayan. Ya, kalau dibandingkan helm Rp300 ribuan yang itu, mungkin masih kurang jernih. Namun, itu kembali lagi pada perawatan si pengguna. Hal yang menjadikan masalah adalah soal kaca “jeglek” alias turun-turun sendiri. Ini memang sering jadi problem untuk helm di kisaran harga termurah. Helm milik saya juga mengalami problem ini. Meski seenggaknya ia butuh waktu lebih lama daripada helm bawaan motor, sih.

Salah satu yang mencolok dari helm VOG Extream ini adalah bagian belakangnya yang tampak lebih ceper. Dari sini teman saya sering menyebut helm saya sebagai helm kura-kura. Belum soal nama VOG yang mungkin asing bagi beberapa orang. Hinaan seperti “VOG you” plesetan dari “f*ck you” hingga disebut sebagai helm VOC pun sudah lumrah. Saking asingnya, beberapa malah menyebut kalau helm saya ini helm kw. Wah, ngadi-ngadi memang.

Menghadapi hinaan yang datang, saya sendiri menggunakan cara: memasangi helm saya ini dengan beragam stiker. Yah, seperti umum digunakan banyak orang untuk situasi-situasi mengatasi hinaan semacam itu. Walau tetap saja karena bentukan bagian belakang yang ceper, beberapa orang yang kadung mengenal helm ini tetap bisa menebak identitasnya.

Selain tahan banting, helm ini memang membuat mental si pemakai juga tahan banting. Ia membuat saya tak pernah pede untuk sekadar berfoto di tempat wisata dengan menenteng helm (yang merupakan tren berfoto saat saya SMA). Saya cuma bisa “nyawang”, sambil menyumbang like.

Namun, percayalah, helm VOG Extream ini merupakan salah satu helm paling awet. Ia boleh diadu dengan helm-helm yang lebih mahal lainnya. Bukan hanya awet secara materialnya, tapi karena dibekali anugerah sebagai helm anti maling.

Pernah, kala saya menonton sepak bola bareng teman saya, helm saya masih awet tercentel, sementara helm teman saya raib diambil maling helm. Padahal ketika itu keduanya sama-sama bisa dimaling. Selain itu, ketika berada di keramaian, saya tak perlu repot-repot menenteng helm ini. Lha wong auto aman, Bosque.

Kini, saya masih menggunakan helm ini di kala teman saya sudah gonta-ganti helm. Apalagi kalau bukan karena ia belum menarik mata maling.

BACA JUGA Helm Motor Terbaik Adalah Helm Bonus Hasil dari Beli Kendaraan dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2021 oleh

Tags: anti malingHelm VOG Extream
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.