Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
15 Oktober 2025
A A
Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

Share on FacebookShare on Twitter

Semarang kan udah banjir terus nih kan ya, gimana kalau ibu kota provinsi Jawa Tengah pindah ke Bawen aja?

Sebagai orang yang sudah lama menghirup udara Semarang, saya akui, kota ini punya daya tarik luar biasa. Mulai dari toleransi antarwarga yang hangat, hingga aneka kuliner legendaris yang selalu bikin kangen. Namun, ada satu ritual tahunan yang selalu bikin saya dan penduduk lainnya tersiksa lahir batin. Apalagi kalau bukan banjir yang datang tanpa permisi.

Setiap musim hujan tiba, sejumlah titik vital di Semarang mendadak bertransformasi menjadi kolam raksasa. Jujur saja, melihat kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun, saya mulai berpikir kalau status Ibu Kota Provinsi (IKP) sudah nggak layak lagi disandang oleh Kota Lumpia. Misalnya boleh urun pendapat, pengganti yang pas itu nggak terlalu jauh. Bagi saya, Bawen adalah jawaban paling logis untuk dijadikan pusat pemerintahan Jawa Tengah yang baru.

Bawen punya keunggulan topografi, cocok jadi pengganti Ibu Kota Provinsi

Bawen itu berada di dataran tinggi. Secara otomatis, letaknya jauh di atas permukaan laut. Posisi nangkring ini menyelamatkan Bawen dari dua ancaman kronis yang selalu menghantui Semarang, yakni banjir rob dan penurunan tanah.

Nggak itu saja. Topografi Bawen turut memfasilitasi drainase air hujan jadi lebih efektif. Air nggak bakal mengendap lama. Genangan atau banjir lokal berkepanjangan, minim risikonya bertahan di sana.

Di samping itu, ini juga menyangkut efisiensi biaya. Anggaran yang selama ini dihabiskan untuk proyek mitigasi banjir, bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan investasi yang lebih produktif. Kalau nggak percaya, hitung saja berapa dana yang sudah digelontorkan buat membangun tanggul.

Yang paling penting, pemindahan ke Bawen ini mendukung keberlanjutan operasional pemerintahan. Kantor-kantor penting pemerintah nggak akan lagi terganggu atau berhenti total gara-gara banjir. Mutlak, trauma banjir tahunan harus segera diakhiri.

Lahan masih luas, potensi dibangun jadi pusat pemerintahan terbentang bebas

Jujur saja, sebagai orang yang lama tinggal di Semarang, saya melihat Bawen menawarkan lahan yang masih luas dan relatif lebih terjangkau. Sementara, sisa lahan di pusat Kota Semarang, harganya sudah sundul langit. Biaya akuisisi dan pengembangan lahan yang lebih rendah di Bawen membuka peluang emas untuk membangun kompleks perkantoran pemerintahan yang terencana, terintegrasi, dan modern dari nol.

Baca Juga:

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

Ini krusial. Sebab, tata ruang bisa dirancang secara ideal tanpa perlu mengulang kekacauan tata ruang kota yang lama. Selain itu, biaya pembangunan di Bawen pun jauh lebih hemat. Coba bandingkan saja dengan biaya dan upaya merehabilitasi, membangun tanggul, dan meninggikan lahan di Semarang yang sudah menjadi agenda rutin tanpa henti.

Yang paling keren, kesempatan ini memungkinkan Bawen didesain dengan mengedepankan ruang terbuka hijau yang memadai. Bagi saya, ini nggak sebatas estetika. Namun, tentang dampak positif besar pada kesehatan mental dan interaksi sosial yang sehat.

Berbanding terbalik dengan Semarang. Setiap pengembangan di sana nyaris selalu terkendala keterbatasan lahan dan kepadatan. Ujung-ujungnya, hanya menimbulkan konflik sosial dan hukum yang nggak ada habisnya. Bawen adalah jalan keluar yang bersih dari drama lama.

Bawen di Segitiga Emas, bisa jadi stimulus ekonomi untuk sekitar

Hal krusial berikutnya adalah stimulus ekonomi regional. Kalau Bawen benar-benar jadi Ibu Kota Provinsi, niscaya pertumbuhan ekonomi berbagai sektor di kawasan itu akan ikut terdorong. Gagasan ini bisa jadi solusi nyata mengatasi ketimpangan pembangunan regional di Jawa Tengah, yang selama ini seolah hanya berputar di Semarang Kota.

Selain itu, sebagai orang yang lama melihat Semarang berjuang, relokasi adalah kesempatan emas. Beban populasi dan infrastruktur di Semarang Kota bisa sedikit diistirahatkan. Semarang bisa fokus pada perannya yang memang sudah mapan. Yakni sebagai pusat perdagangan, logistik, dan industri, tanpa harus terus ngos-ngosan melayani fungsi pusat administrasi.

Singkatnya, semua diuntungkan. Bawen naik kelas. Di sisi lain, Semarang nggak lagi dipaksa memikul beban ganda.

Perdebatan wacana pindah ibu kota ini harus dilihat dengan mata kepala dingin. Opini amatir saya nggak lahir dari rasa benci. Malahan, sikap saya ini karena terlalu sayang kepada Semarang.

Semarang sudah terlalu lelah berperang dengan air pasang. Memindahkan Ibu Kota Provinsi ke Bawen nggak lantas artinya mengubur kenangan. Sebaliknya, lembaran baru ini akan memberi napas segar bagi Semarang untuk lepas dari pola berulang.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tol Jogja-Bawen Punya 3 Terowongan yang Menembus Perut Bukit, Ini Lokasinya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2025 oleh

Tags: banjir di semarangBawenibu kota jawa tengahibu kota provinsiSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Lumpia Semarang Isi Rebung Bau Pesing karena Penjual Nggak Tahu Cara Masak yang Benar

Lumpia Semarang Isi Rebung Bau Pesing karena Penjual Nggak Tahu Cara Masak yang Benar

20 Februari 2024
Rekomendasi Tempat Jogging Underrated di Semarang, Dijamin Olahraga Jadi Lebih Tenang Mojok.co

Rekomendasi Tempat Jogging Underrated di Semarang, Dijamin Olahraga Jadi Lebih Tenang

3 Desember 2025
Jangan Punya Rumah Dekat Jalur Pantura kalau Nggak Siap Menghadapi Hawa Panas dan Truk Tronton "Nyasar" Mojok.co

Jangan Punya Rumah Dekat Jalur Pantura kalau Nggak Siap Menghadapi Hawa Panas dan Truk Tronton “Nyasar”

12 Juli 2024
Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang

29 Maret 2025
Semarang, Kota yang Nanggung dan Membosankan (Unsplash)

Dulu Pengin Segera Kabur dari Semarang, Kota yang Nanggung dan Membosankan, kini Selalu Kangen Setelah Kerja di Jakarta

12 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.