Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
9 April 2026
A A
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang mengira pusat kepadatan penumpang kereta di Jakarta hanya terjadi di Stasiun Manggarai. Stasiun besar itu memang terkenal sibuk, penuh perpindahan jalur, dan hampir tidak pernah benar-benar sepi. Namun bagi para commuter yang pernah transit di Stasiun Duri, pengalaman yang dirasakan justru sering lebih melelahkan.

Stasiun Duri seperti menyimpan tingkat stres tersendiri yang jarang dibahas orang. Hal pertama yang langsung terasa adalah keramaian yang tidak mengenal waktu. Anehnya, Stasiun Duri selalu ramai baik hari kerja maupun akhir pekan. Pagi penuh pekerja yang berangkat kantor, siang dipadati penumpang transit, sore hingga malam berubah menjadi lautan manusia yang pulang kerja.

Bahkan di hari Sabtu dan Minggu, suasananya tetap padat seolah tidak ada jeda istirahat untuk Stasiun ini. Bagi penumpang yang baru pertama kali datang, kesannya sederhana stasiun ini kecil, tetapi jumlah orangnya terasa tidak proporsional.

Peron Stasiun Duri yang sempit bikin tempatnya terlihat kelewat padat

Salah satu penyebab utama stres di Stasiun Duri adalah ukuran peron yang relatif sempit. Ketika kereta datang bersamaan atau jadwal sedang padat, ruang gerak penumpang menjadi sangat terbatas. Orang berdiri rapat menunggu pintu kereta terbuka sambil menjaga keseimbangan agar tidak terdorong arus penumpang lain.

Situasi semakin menegangkan ketika dua arah penumpang bertemu sekaligus yang turun berusaha keluar, sementara yang naik sudah bersiap menyerbu masuk. Tidak ada ruang kompromi, semua bergerak cepat mengikuti ritme kereta komuter yang tidak bisa menunggu lama.

Masalah berikutnya yang sering dikeluhkan adalah akses tangga yang minim. Dengan volume penumpang sebesar itu, jumlah tangga yang tersedia terasa tidak sebanding. Akibatnya, antrean naik dan turun tangga hampir selalu terjadi, terutama pada jam sibuk.

Banyak penumpang harus berjalan pelan mengikuti arus manusia yang menumpuk. Jika terburu-buru mengejar kereta, kondisi ini bisa sangat membuat panik. Tangga yang seharusnya menjadi jalur mobilitas justru berubah menjadi titik kemacetan utama di dalam stasiun.

Tidak sedikit orang akhirnya memilih berdiri lama di peron karena khawatir tidak sempat turun atau naik tepat waktu.

Baca Juga:

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Interval kereta yang begitu lama

Hal lain yang memperparah situasi adalah interval kedatangan kereta yang terasa lama di beberapa jalur. Ketika kereta datang sekitar 20 hingga 30 menit sekali, penumpang otomatis menumpuk dalam jumlah besar. Begitu kereta akhirnya tiba, kepadatan langsung melonjak drastis.

Berbeda dengan stasiun besar yang memiliki banyak jalur alternatif, di Stasiun Duri pilihan penumpang sering kali terbatas. Tidak heran jika setiap kedatangan kereta terasa seperti momen “perebutan kesempatan” untuk bisa masuk dan mendapatkan ruang berdiri yang layak.

Yang menarik, banyak commuter justru merasa tekanan di Stasiun Duri lebih terasa dibanding Manggarai. Jika Manggarai sibuk karena luas dan kompleks, Duri terasa padat karena ruangnya terbatas. Kombinasi peron sempit, tangga minim, dan jadwal kereta yang tidak terlalu rapat menciptakan pengalaman transit yang menguras energi.

Secara psikologis, kepadatan di ruang kecil memang lebih melelahkan. Tubuh harus terus waspada terhadap dorongan orang lain, pikiran fokus pada posisi berdiri, dan waktu terasa berjalan lebih lambat saat menunggu kereta datang.

Titik kumpul pekerja keras

Namun di balik semua itu, Stasiun Duri tetap menjadi titik vital mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. Ribuan orang setiap hari menggantungkan perjalanan mereka di stasiun ini—mulai dari pekerja kantoran, pedagang, mahasiswa, hingga masyarakat yang sekadar bepergian.

Keramaian yang tidak pernah berhenti sebenarnya menjadi gambaran nyata betapa besar ketergantungan masyarakat terhadap transportasi kereta komuter.

Banyak penumpang berharap adanya peningkatan fasilitas, terutama pelebaran area peron, penambahan akses tangga atau eskalator, serta jadwal kereta yang lebih rapat agar penumpukan tidak terjadi terlalu lama. Karena pada akhirnya, kenyamanan stasiun bukan hanya soal bangunan modern, tetapi tentang bagaimana arus manusia bisa bergerak dengan aman dan manusiawi.

Stasiun Duri mungkin bukan stasiun terbesar di Jakarta, tetapi bagi para commuter, tempat ini adalah arena latihan kesabaran setiap hari. Di sinilah orang belajar berdiri lama, menunggu tanpa kepastian cepat, dan tetap berangkat bekerja meski perjalanan dimulai dengan sedikit stres.

Sebab perjalanan menuju pekerjaan sering kali sudah menjadi perjuangan pertama sebelum hari benar-benar dimulai.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebaik-baiknya Tas Ransel Adalah Tas Gratisan ASUS

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2026 oleh

Tags: stasiun di jakartastasiun duristasiun manggaraistasiun paling ramai di jakarta
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Semoga Kita Semua Bisa Bernapas di Manggarai

Semoga Kita Semua Bisa Bernapas di Manggarai

28 Januari 2023
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

4 Oktober 2025
Jalan Tambak, Penghubung 3 Kota Administrasi Jakarta dengan Segudang Drama

Jalan Tambak, Penghubung Tiga Kota Administrasi Jakarta dengan Segudang Drama

9 Januari 2024
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
Berangkat Kerja Naik KRL dari Cibinong ke Tangerang: Buat yang Ahli Aja

Berangkat Kerja Naik KRL dari Cibinong ke Tangerang: Buat yang Ahli Aja

19 April 2023
Perjuangan Menapaki Tangga Stasiun Manggarai: Riil Penuh Tekanan dan Harus Siap Kehilangan

Perjuangan Menapaki Tangga Stasiun Manggarai: Penuh Tekanan dan Harus Siap Kehilangan

5 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.