Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Stadion Mandala Krida Jogja Dikepung Sampah, Menghadirkan Derita karena Aroma Busuk Menusuk Hidung

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Juni 2024
A A
Derita Punya Rumah di Dekat Stadion Mandala Krida Jogja yang Dikepung Sampah (Hariyanto Surbakti via Shutterstock.com)

Derita Punya Rumah di Dekat Stadion Mandala Krida Jogja yang Dikepung Sampah (Hariyanto Surbakti via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mandala Krida Jogja merupakan salah satu “titik keramaian warga“. Di sana, setiap pagi, selalu penuh dengan orang yang ingin olahraga. Selain itu, sejak pagi sampai malam, selalu ada saja pedagang makanan yang mengais rezeki di kawasan sekitar stadion.

Rumah saya sendiri hanya sepelemparan batu dari Stadion Mandala Krida Jogja. Kalau jalan kaki, tak sampai 5 menit, sudah sampai gerbang stadion. Saya bersyukur tinggal dekat dengan stadion ini karena tak perlu menempuh jarak jauh untuk menonton PSIM Jogja. Kalau mau olahraga, minimal jalan kaki, juga sangat terjangkau.

Namun, hari-hari ini, punya rumah di dekat Stadion Mandala Krida Jogja sedikit memberi derita. Apalagi kalau bukan soal sampah yang menjadi isu besar bagi kota yang katanya istimewa padahal biasa saja. Adalah bau menyengat dan problem buang sampah sembarangan masih menghantui.

Antrean panjang di Depo Sampah Mandala Krida Jogja

Pemandangan yang tak lagi asing mewarnai depo sampah di sebelah barat Stadion Mandala Krida Jogja. Waktu belum menunjukkan pukul 7 pagi ketika warga sudan antre mau buang sampah. Mereka membawa sampah-sampah dalam plastik berukuran besar. 

Para warga membawa sampah tersebut ke depo Mandala karena tidak ada lagi truk sampah yang memungut sampah mereka. Semua terjadi setelah TPA Piyungan tak lagi beroperasi. Celakanya, pemerintah Jogja tak cukup cekatan untuk mencari solusi setelah penutupan TPA. Alhasil, warga bahkan harus antre ketika buang sampah.

Lantaran menjadi titik pembuangan sampah dari banyak tempat, depo Stadion Mandala Krida Jogja cepat sekali penuh. Nasibnya sama seperti depo-depo lainnya di sebuah kota yang sangat renta dan tak cekatan mengatasi masalah. Oleh sebab itu, bau busuk selalu menjadi kawan bagi warga, dari pagi sampai pagi lagi.

Pusat jajanan dengan bau sampah

Trotoar di sisi barat Stadion Mandala Krida adalah pusat jajanan. Apalagi kalau malam, di mana jumlah penjaja makanan meningkat 2 kali lipat. Salah satu jajanan yang menjadi favorit di sana adalah siomay. Banyak yang bilang kalau siomay mandala adalah salah satu siomay enak di Jogja. Saya dan istri kebetulan menggemari siomay ini.

Lantaran siomay tersebut sangat tenar, maka tidak heran kalau terjadi antrean. Dulu, mengantre di sana bukan masalah. Kini, rasanya tidak tahan, bahkan tidak betah untuk mengantre karena bau sampah. 

Baca Juga:

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Kadang saya heran, masih banyak yang mau makan di sana, bahkan duduk di separator jalan yang dekat dengan depo sampah. Tapi, ya, kekuatan lambung dan toleransi bau busuk setiap orang memang beda. Saya kasihan kepada mereka yang sensitif dengan bau busuk dan nggak jadi jajan di Stadion Mandala Krida Jogja.

Selain bau, udara yang sesak oleh aroma sampah juga tidak sehat. Misalnya, bau busuk itu bisa menyebabkan infeksi saluran napas jika terpapar terlalu sering. Kalau jadi sakit begini, siapa yang harus bertanggung jawab?

Jogja berhati sampah

Selain penumpukan sampah di banyak depo, termasuk di Stadion Mandala Krida Jogja, masalah lain masih menghantui. Masalah yang saya maksud adalah sampah yang menumpuk di sembarang tempat.

Salah satunya ada di utara Stadion Mandala Krida Jogja persis. Di pot dan di sela-sela pot tanaman, sudah muncul penumpukan sampah. Hanya melintas satu kali saja, perut saya langsung melintir karena tusukan aroma sampah. 

Sudah pasti tumpukan itu tak sedap dipandang, apalagi dicium. Orang gila mana yang mencium aroma sampah. Saya menulis ini saya rasanya jadi mual sendiri. 

Kondisi ini tidak hanya terjadi di sekitar Stadion Mandala Krida Jogja. Sejak lama, di Jalan Gejayan yang menjadi jalan protokol, sudah terjadi tumpukan sampah. Orang-orang dari penjuru tempat, membuang sampah di sembarang tempat karena tidak mendapat solusi. Mau bakar sampah di perkotaan? Yang ada jadi berantem sesama warga karena bau bakaran sampah juga berbahaya.

Pemerintah Jogja: “Jangan buang sampah sembarangan!”

Warga: “Mau dibuang di mana??? Halaman kantor pemerintah?”

Bagi saya, Jogja memang sudah kehilangan marwah “berhati nyaman” yang dulu menjadi slogan. Kini, kita aman menyebut seperti ini: “Jogja berhati sampah”.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Krisis Sampah di Jogja Adalah Cara Pemerintah Memupuk Semangat Warga Jogja agar Do It Yourself

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2024 oleh

Tags: depo sampah Mandala Kridajalan gejayanJogjajogja darurat sampahmandala kridaMandala Krida Jogjasampah jalan gejayansampah jogjaStadion Mandala Kridatpa piyungan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Kidzooona Pakuwon Mall, Playground Terbaik di Jogja

Kidzooona Pakuwon Mall, Playground Terbaik di Jogja

22 Juni 2023
Dilema Menjadi Warga "Bantul Coret": Terlalu Jogja untuk Disebut Bantul, Terlalu Bantul untuk Disebut Jogja Mojok.co

Dilema Saya Menjadi Warga “Bantul Coret”: Terlalu Jogja untuk Disebut Bantul, Terlalu Bantul untuk Disebut Jogja 

17 Juni 2024
Melintas di Jalan KH Wahid Hasyim Jogja, Pilihan Cocok bagi Pengendara yang Mau Membakar Kalori dan Melatih Kesabaran

Melintas di Jalan KH Wahid Hasyim Jogja, Pilihan Tepat bagi Pengendara yang Mau Membakar Kalori Sekaligus Melatih Kesabaran

13 Agustus 2024
nasi goreng di jogja pakem wonosari tegal jawa timur ciri khas mojok.co

Mengidentifikasi 3 Jenis Nasi Goreng di Jogja: Pakem Wonosari, Tegal, dan Jawa Timuran

28 Juli 2020
5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

16 Desember 2023
Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

20 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.