Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Squid Game dan Munculnya Kaum Anti-Overhype yang Bikin Jengah

Yafi' Alfita oleh Yafi' Alfita
15 Oktober 2021
A A
Squid Game dan Munculnya Kaum Anti-Overhype yang Bikin Jengah terminal mojok.co

Squid Game dan Munculnya Kaum Anti-Overhype yang Bikin Jengah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah pernah dengar soal kaum anti-overhype? Kaum ini adalah orang-orang yang anti banget sama sesuatu yang lagi nge-hype. Berbeda dengan kaum Yakjuj dan Makjuj yang nggak bisa ditebak kapan kemunculannya, kaum anti-overhype ini sangat mudah ditebak kapan munculnya. Tunggu aja ketika ada sesuatu yang lagi viral di jagat media sosial seperti Squid Game. Biasanya, mereka bakal datang dan bersabda, “Apa cuma gue di sini yang belum tertarik nonton Squid Game?”

“Apa cuma gue di sini yang belum pernah kesurupan Ubi Cilembu?”

ADVERTISEMENT

Iya, iya. Bayi yang baru lahir juga udah langsung nonton Squid Game, kok. Kamu doang yang belum.

Kami semua tahu kalau kalian kaum anti-overhype ini nggak demen sama sesuatu yang lagi nge-hype dan digemari banyak orang. Ya, gimana mau demen? Kalian, kan anti-mainstream banget anaknya.

Fenomena kaum anti-overhype ini tentu sangat menjengkelkan. Tak hanya menjengkelkan, orang-orang ini juga bikin saya jengah. Baru-baru ini, kaum anti-overhype juga bermunculan mengomentari drama Korea yang lagi nge-hype berjudul Squid Game.

Drama Korea yang rilis di Netflix pada 17 September 2021 ini telah berhasil meraih 111 juta penonton hanya dalam 17 hari. Jadi, kalau kamu mau bilang, “Apa cuma gue yang nggak tertarik nonton Squid Game?” Jawabannya adalah nggak. Nggak sama sekali.

Anggap aja sekarang penduduk di bumi ada 7,7 miliar jiwa. Maka, 7,7 miliar dikurangi 111 juta penonton masih ada 7,6 miliar yang belum nonton Squid Game. Jadi, santai aja. Tentu kamu nggak sendiri.

Belum lagi ketika saya mendengar percakapan seorang teman yang menceritakan rasa excited-nya kala menonton Squid Game. Lalu, salah satu anggota kaum anti-overhype ini datang dan bilang, “Nggak, ah. Bagusan juga Alice in Borderland.”

Baca Juga:

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

Kadang, saya merasa heran kala ada orang yang merasa superior hanya karena tidak ikut menikmati sesuatu yang lagi viral. Apalagi merasa spesial hanya karena belum menonton Squid Game atau menganggap Squid Game tidak worth the hype. Ya, nggak apa-apa, sih kalau memang drama Korea seperti Squid Game bukan seleranya. Lha, tapi kalau semua-semua yang viral dinyinyirin terus apa nggak bikin jengah?

Namun, ada beberapa hal yang jadi dampak dari kaum-kaum anti-overhype ini.

ADVERTISEMENT

#1 Merusak kebahagiaan orang lain

Wahai kaum anti-overhype, merasa spesial hanya karena nggak ikutan yang lagi tren bisa merusak kebahagiaan orang lain, loh. Mbok ya biarkan orang lain bahagia selagi itu nggak merugikan kamu. Nggak ada yang peduli juga kok kalau menurutmu yang lagi viral-viral itu nggak keren. Nggak usah repot-repot memberi tahu dunia kalau yang lagi viral itu bukan seleramu. Pengin banget ya biar dikatain edgy?

Kaum anti-overhype ini harusnya mengerti bahwa sejak awal nggak ada yang memaksa mereka untuk menyukai Squid Game. Sah-sah aja kalau memang disebabkan karena preferensi masing-masing. Namun, kalau hanya karena kepengin dapet perhatian, kok ngenes banget, ya?

#2 Review yang disampaikan jadi sulit dipercaya

Menjadi kaum anti-overhype itu juga bikin review mereka nggak bisa dipercaya. Lha gimana? Komentarnya selalu bias pada hal-hal yang viral. Belum lagi aspek yang dikomentari juga biasanya nihil dan nggak ada isinya.

“Ah, biasa aja, ah, Squid Game.”

“Menurutku masih banyak yang lebih bagus, sih.”

“Kenapa Squid Game yang viral, sih? Masih bagus juga Alice in Borderland,” dilanjut menyebut sebanyak-banyaknya serial thriller lainnya yang sudah blio tonton.

Apa nggak capek kalau harus membantah semua yang lagi viral? Saya jadi penasaran sama pikiran yang ada di kepala kaum anti-overhype ini. Apakah dengan begitu mereka merasa sebagai  main character? Atau dengan begitu mereka merasa menjadi poros bumi dan orang-orang mainstream ini mengelilingi dirinya? Atau jangan-jangan yang bilang, “Apa cuma gue yang bla bla bla” itu beneran cuma mereka?

Ah, saya jadi takut. Pada akhirnya saya yang mainstream banget ini cuma bisa bilang kepada kaum anti-overhype, “Thanks ya udah berani speak up. Elu doang dah yang TOP, yang lain mah Beng-Beng.”

ADVERTISEMENT

Sumber Gambar: YouTube Plick Kick

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2021 oleh

Tags: antimainstreamdrama koreamainstreamoverhypeSquid Game
Yafi' Alfita

Yafi' Alfita

Generasi muda Indonesia yang suka install-uninstall Tinder, nggak tahu karena apa.

ArtikelTerkait

rekomendasi 15 drama korea terbaik sepanjang masa mojok.co

Rekomendasi 15 Drama Korea Terbaik Sepanjang Masa

12 Juni 2020
Rekomendasi 10 Drama Korea dengan Sinematografi Terbaik Terminal Mojok

10 Rekomendasi Drama Korea dengan Sinematografi Terbaik

1 Juni 2022
7 Drama Korea Populer Karya Penulis Naskah Perempuan Terminal Mojok

7 Drama Korea Populer Karya Penulis Naskah Perempuan

4 Agustus 2022
5 Anak Chaebol di Jagat Drama Korea yang Nggak Sombong Terminal Mojok

5 Anak Chaebol di Jagat Drama Korea yang Baik Hati

24 Oktober 2022
Kopiko, Permen Kopi Nasional yang Eksis di Drakor terminal mojok

Kopiko, Permen Kopi Nasional yang Eksis di Drama Korea

27 Oktober 2021
Our Beloved Summer Eps 12 Perihal Cinta Sepihak, Kita Semua Kim Ji Ung Terminal Mojok

Our Beloved Summer EP 12: Perihal Cinta Sepihak, Kita Semua Kim Ji Ung

12 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.