Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Solusi Daur Ulang Spanduk Kampanye agar Punya Fungsi selain Bikin Mata Pedas

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
7 Desember 2020
A A
Solusi Daur Ulang Spanduk Kampanye agar Punya Fungsi selain Bikin Mata Pedas terminal mojok.co

Solusi Daur Ulang Spanduk Kampanye agar Punya Fungsi selain Bikin Mata Pedas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur, ide daur ulang spanduk kampanye ini lahir karena sebuah insiden. Ketika saya sedang melenggang mengendarai motor, tiba-tiba ada spanduk salah satu paslon bupati Sleman yang membentur wajah saya. Entah dari mana asalnya, yang jelas saya hampir jatuh.

Dengan rasa marah, saya ingin merobek-robek spanduk tersebut. Tapi apa daya, bahan spanduk outdoor terlalu alot untuk saya persekusi. Sembari marah-marah, saya berpikir apa fungsi spanduk ini setelah masa kampanye. Dari sinilah saya menemukan solusi daur ulang spanduk brengsek ini.

Tentu solusi saya bukan solusi sekelas industri. Semata-mata solusinya hanya memanfaatkan spanduk kampanye sesuai kemampuan orang pada umumnya. Akan tetapi, setidaknya spanduk ini punya fungsi lebih daripada mengotori jalanan dan membuat mata pedas.

#1 Penutup motor saat hujan

Indonesia sedang romantis karena hujan. Memandangi hujan sembari menikmati kopi hangat memiliki nilai filosofis tinggi. Namun, tidak demikian dengan motor Anda. Membiarkan motor kehujanan hanya menambah masalah ketika jiwa filsuf Anda menggelora.

Di sinilah spanduk kampanye bekerja. Umumnya, spanduk berbahan “flexi” yang anti air. Maklum, spanduk kampanye harus bertahan dari hujan, panas, dan ludah pembenci paslon. Spanduk kampanye bisa membantu motor Anda tetap kering saat hujan. Meskipun Anda akan terlihat lucu karena membawa gulungan spanduk ke mana-mana. Yang penting motor tetap kering dengan biaya 0 rupiah.

#2 Pengganti terpal angkringan

Angkringan selalu menggunakan terpal untuk meneduhi pelanggannya. Terpal dipilih karena ringkas dan fleksibel. Penggunaan bahan terpal sangat cocok bagi gerobak angkringan yang mobile. Namun, ada biaya yang harus dikeluarkan. Dan sebagai bakul, tentu Anda ingin biaya angkringan Anda seminim mungkin.

Spanduk kampanye bisa menjawab kebutuhan Anda. Dengan karakter kuat melawan cuaca, spanduk kampanye bisa menjadi solusi jitu bagi Anda bakul angkringan. Setidaknya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih hanya demi meneduhi pelanggan.

Selain meneduhi, spanduk kampanye bisa membawa manfaat lebih. Siapa tahu ada timses paslon yang mengunjungi Anda. Kan, Anda sudah melakukan endorsement cuma-cuma. Siapa tahu Anda menjadi sasaran serangan fajar di pilkada periode depan. Terima uangnya, tapi tetap pilih dengan hati. Eh.

Baca Juga:

Pilkada, Momen Favorit para Begal di Probolinggo Beraksi: Sebuah Irama Kriminal yang Selalu Berulang

Pemilihan Bupati Sidoarjo Disambut Dingin oleh Warga, Harap Maklum Masih Trauma

#3 Pembungkus paket

Saya pernah mencoba menggunakan spanduk kampanye sebagai pembungkus paket. Dan saya menemukan bahwa spanduk kampanye bisa jadi solusi pembungkus murah dan ramah lingkungan. Perlu ketelitian saat membungkus dengan bahan yang lumayan kaku ini. Namun, hasilnya bukan kaleng-kaleng.

Saya harap, Anda bijak dalam menggunakan spanduk kampanye. Jangan sampai Anda dianggap melakukan kampanye terselubung. Anda bisa memanfaatkan potongan spanduk yang terlihat “netral”. Akan tetapi, sebaiknya Anda menambah catatan kecil di dalam paket yang akan Anda kirim.

“Disclaimer: bukan timses paslon. Saya cuma nemu spanduk ini. Sungguh saya hanya ingin menjaga ibu bumi!”

#4 Media gambar

Untuk ini, Anda harus memilih spanduk yang masih layak. Pastikan punggung spanduk kampanye masih putih, bersih, dan tak bernoda. Meskipun licin, spanduk kampanye adalah media yang layak untuk menggambar dengan cat minyak atau akrilik.

Jika spanduk kampanye Anda sudah sesuai kriteria, serahkan pada kreativitas untuk memenuhi bidang gambar tadi dengan ekspresi jiwa. Luapkan aspirasi Anda dalam gambar-gambar bebas. Bisa pemandangan, abstrak, atau menggambarkan janji-janji kampanye yang dulu digadang-gadang oleh sang paslon.

Anda juga bisa memanfaatkan foto paslon dalam spanduk tadi. Cukup coret-coret foto tadi dengan gambar tanduk, hidung babi, atau gigi hitam. Hitung-hitung nostalgia masa kecil.

#5 Perlengkapan berkebun

Solusi ini cukup tricky, tapi punya manfaat besar. Anda bisa memanfaatkan spanduk anti air ini sebagai peneduh tanaman di kebun Anda. Daripada membeli peneduh yang dikapitalisasi di marketplace, bukankah lebih baik daur ulang saja?

Jika Anda memang super kreatif dan super selo, Anda bisa menggunakan spanduk ini sebagai pot sementara. Cukup potong dan jahit spanduk kampanye ini membentuk silinder. Isi dengan media tanam serta bibit tanaman. Foila, Anda tidak perlu membeli pot sekaligus mengurangi sampah.

Ini punya nilai filosofis tinggi. Mungkin, paslon yang memenangkan pemilihan bisa gagal menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, spanduknya tidak gagal menumbuhkan tanaman.

#6 Spanduk demo

Ini adalah daur ulang yang paling saya sarankan. Setelah kemenangan salah satu paslon, kumpulkan spanduk kampanye milik pemenang. Simpan dulu, dan anggap saja investasi jangka panjang.

Misal kepala daerah Anda berulah seperti korupsi, spanduk ini adalah media demo yang efektif. Gunakan kreativitas Anda untuk menuliskan aspirasi dan protes Anda. Bisa pakai cat semprot, cat minyak, atau paling miskin dengan arang. Hasilnya adalah spanduk demo yang penuh ironi. Spanduk yang penuh mimpi itu beralih fungsi untuk menuntut mimpi mereka sendiri.

Lagipula, untuk apa membuang biaya lebih dengan mencetak spanduk baru? Bukankah yang kalian protes sudah menyediakan alat penyampaian aspirasi? Biarlah sampah kampanye ini berguna untuk memprotes “sampah” masyarakat.

BACA JUGA Solusi agar Poster para Calon Bupati Bantul Nggak Membosankan dan artikel Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2021 oleh

Tags: kampanyePilkadaspanduk
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Banjir Kota Batu

Banjir Kota Batu dan Twit Bu Menteri Adalah Bukti Kampanye Menjaga Lingkungan Dimulai dari Diri Sendiri Itu Bullshit

6 November 2021
Pemilihan Bupati Sidoarjo Disambut Dingin oleh Warga, Harap Maklum Masih Trauma Mojok.co

Pemilihan Bupati Sidoarjo Disambut Dingin oleh Warga, Harap Maklum Masih Trauma

13 Oktober 2024
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Jokowi Layak Dinobatkan sebagai Kepala Keluarga Terbaik di Indonesia

12 Desember 2020
Dinasti Politik Cuma Tema Basi yang Dilempar oleh Calon Kering Imajinasi terminal mojok.co

Yth. Kandidat Pilkada 2020, Hentikan Politik Basa-basi dan Jualan Kaum Milenial

13 Oktober 2020
Pilkada 2020 yang Terlaksana di Tengah Pandemi Sudah Sangat Tepat, kok! terminal mojok.co

Pilkada 2020 yang Terlaksana di Tengah Pandemi Sudah Sangat Tepat, kok!

12 Desember 2020
Dinasti Politik Cuma Tema Basi yang Dilempar oleh Calon Kering Imajinasi terminal mojok.co

Kami Tidak Berniat untuk Golput, tapi Kami Bingung Mau Memilih yang Mana

27 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.