Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Soju 101: Segala Hal tentang Minuman Keras Ala Korea yang Harus Kamu Ketahui  

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
7 Desember 2024
A A
Soju 101: Segala Hal tentang Minuman Keras Ala Korea yang Harus Kamu Ketahui  

Soju 101: Segala Hal tentang Minuman Keras Ala Korea yang Harus Kamu Ketahui  

Share on FacebookShare on Twitter

Di dalam drama, variety shows, maupun video dari artis Korea Selatan, ada sebuah minuman dalam kemasan botol hijau nggak pernah absen. Minuman keras yang selalu sukses bikin mabuk peminumnya ini dikenal dengan nama soju.

Gara-gara kelewat sering wara-wiri di berbagai konten Korea, popularitas minuman ini sudah nggak terbendung lagi. Para penggemar yang memuja Korea dapat dipastikan pengin mencicipi minuman ini. Entah itu dengan beli langsung di negaranya, melalui jasa titip, maupun mencoba versi KW-nya, semua dilakukan demi bisa menjajal pengalaman baru meminum minuman kerasa ala Korea.

Namun, sebotol miras yang selalu kita saksikan lewat layar itu punya banyak sisi yang mungkin belum kita ketahui. Semua hal tentang soju yang ingin kamu pahami, mulai dari yang ecek-ecek sampai detail, sudah terangkum di bawah ini.

#1 Macam-macam soju dan komposisinya

Soju berbotol hijau yang sering kita lihat itu adalah versi yang sudah diencerkan. Soju jenis ini umumnya mengandung alkohol yang diekstrak dari ubi jalar, molase (terbuat dari beras dan barley), serta tapioka. Ada pula yang disuling, yang umumnya dikemas dalam bentuk berbeda, entah itu botolnya nggak transparan maupun warnanya berbeda. Soju yang disuling dibuat dari bahan yang mirip, hanya saja memiliki rasa yang lebih jernih, rasa pahitnya lebih samar, dan tanpa aroma.

#2 Merek soju paling terkenal

Tiap provinsi di Korea Selatan memiliki merek soju kebanggaan masing-masing. Sebagian besar sudah mulai memproduksi minuman ini sejak puluhan tahun lalu. Simak daftar berikut sebagai referensi dalam mencari soju berdasarkan provinsi dan kotanya.

– Chamisul, populer di Gyeonggi-do (Seoul)

– Chum-Churum, Gangwon-do

– 02Linn, Chungcheongnam-do (Daejeon)

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

– Cool Cheongpung, Chungcheongbuk-do

– Hite, Jeollabuk-do

– Yipsejoo, A Hop Si Vahn, Jeollanam-do (Gwangju)

– Goodday, White, Gyeongsangnam-do (Ulsan)

– C1, Ye, Gyeongsangnam-do (Busan)

– Charm, Gyeongsangbuk-do (Daegu)

– Olle, Jeju

#3 Kebijakan “satu provinsi, satu merek soju”

Ada alasan mengapa tiap provinsi memiliki merek kecintaannya masing-masing. Ini karena pada 1990-an, sempat ada regulasi bahwa industri soju lokal hanya boleh diproduksi oleh satu pabrik di setiap kota atau provinsi. Setengah dari total produksi soju dari setiap pabrik harus dikonsumsi di kota atau provinsi tersebut. Kebijakan tersebut sudah berakhir pada 1996, tapi citra soju “daerah” masih tetap mentereng di wilayah masing-masing.

#4 Soju yang terpercaya adalah yang mampu meng-hire artis

Cara menentukan suatu merek soju terbukti terkenal enak atau nggak adalah dari artis yang mengiklankannya. Biasanya merek-merek hanya bekerja sama dengan artis yang sedang naik daun, seperti IU, Jennie, Suzy, dan Cha Eun Woo. Lebih baik mencoba soju yang diiklankan artis-artis terkenal karena nggak mungkin dong artis-artis tersebut memilih merek abal-abal.

#5 Lebih disukai dibandingkan miras jenis lain

Soju lebih populer daripada miras lain, bahkan pantas untuk disebut sebagai representatif arak dari Korea karena masyarakat memang lebih menyukainya. Di tahun 2022, harga minuman ini hanya KRW 2.000 yang mana sangat terjangkau di kantong masyarakat sana.

Soju juga mampu membuat peminumnya cepat mabuk tanpa menimbulkan pengar yang berat. Miras ini pun cocok diminum bersama makanan-makanan khas Korea dan bisa dikombinasikan dengan bir hingga soda.

#6 Tercipta karena penjajahan

Pada zaman Tiga Kerajaan (tahun 57 SM-668 M), orang Korea meminum arak beras yang difermentasi dengan ragi. Ketika Mongolia menginvasi Korea pada era Kerajaan Goryeo (918-1392 M), masyarakat Korea belajar cara membuat soju. Di daerah-daerah tempat barak tentara Mongolia, seperti Andong, Kaesong, dan Jeju berkembanglah metode unik dalam membuat minuman satu ini.

#7 Soju sempat dilarang pemerintah

Korea Selatan pernah mengalami krisis pangan pada 1964. Pada masa itu, pemerintah  mengetok palu Undang-undang Pengelolaan Pangan yang membuat produksi minuman ini yang dulunya berasal dari seratus persen beras dilarang untuk dilakukan. Hal itu membuat para produsen menggunakan bahan alternatif, seperti kentang, gandum, dan tapioka. Bahkan sampai undang-undang tersebut selesai diterapkan pun masyarakat sudah terbiasa dengan rasa soju yang terbuat dari bahan-bahan substitusi tersebut.

#8 Gelas seloki wajib ada

Berbeda dengan gelas untuk minum wine dan bir, gelas soju ukurannya jauh lebih kecil. Gelas soju, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan seloki, memiliki kapasitas 50 ml saja. Ukuran botol minuman ini umumnya 360 ml. Dengan menggunakan seloki, satu botol bisa untuk mengisi 7,5 gelas.

#9 Jadi bukti perjuangan ekonomi

Penggunaan gelas seloki ini bukan tanpa alasan. Selain memang diciptakan untuk dinikmati bersama-sama, berbagi soju dan membaginya ke dalam gelas seloki juga merupakan bukti bahwa orang Korea pernah memikul beban ekonomi bersama.

Pada era krisis ekonomi, soju adalah barang mewah yang nggak bisa dinikmati oleh semua orang. Berbagi melalui seloki adalah solusi praktis agar setiap tetes soju yang mahal itu bisa dinikmati oleh semua orang.

#10 Ada KW-nya

Saking populernya di Korea Selatan maupun internasional, banyak orang yang berusaha menciptakan soju palsu. Di Indonesia beberapa tahun belakangan ini pun banyak beredar minuman yang kemasannya pakai botol hijau tapi waktu dicicipi rasanya nggak jauh beda sama soda.

Produk imitasi ini bukan hanya membohongi pembeli, melainkan juga bikin orang Korea murka. Sebab sebagian produk palsu ini pakai merek yang sudah terkenal, seperti Hite.

#11 Konsumsi soju di Korea Selatan

Korea Selatan punya banyak opsi miras. Pada 1970-an, sebanyak 80 persen dari total konsumsi alkohol di negara tersebut disumbang oleh miras yang berasal dari beras murni, seperti makgeolli.

Namun, sejak 1980, persentase tersebut menurun drastis gara-gara soju yang mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat. Studi tahun 2015 menunjukkan bahwa konsumsi soju mencapai 40 persen dari keseluruhan konsumsi alkohol di Korea Selatan. Sampai saat ini soju masih menjadi miras paling populer di sana.

#12 Miras nomor satu dengan pangsa pasar terbesar

Buku Tahunan Statistik Pajak Nasional pada 2021 menyatakan bahwa penjualan domestik soju, khususnya yang diencerkan, mencapai KRW 3,7 triliun. Angka ini menjadikan soju sebagai minuman beralkohol nomor satu di Korea Selatan dengan pangsa pasar sebesar 42,1 persen.

#13 Kandungan alkohol yang terus menurun

Dulu, kandungan alkohol di minuman ini bisa mencapai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan bir. Namun karena permintaan pasar yang mulai menyukai soju yang lebih manis, kandungan alkohol mulai berkurang sedikit demi sedikit. Pada 1965, kandungan alkohol mencapai 30 persen. Lalu menurun menjadi 23 persen pada 1999 and 20 persen di tahun 2006. Kini rata-rata total alkohol hanya 15-17,5 persen.

#14 Minum soju ada etikanya

Di budaya Korea, minum soju nggak bisa sembarangan. Ada etika ketat yang harus kita patuhi. Saat minum bersama-sama, tuangkan dulu untuk orang lain dan jangan sekali pun menuangkan untuk diri sendiri. Saat menerima tuangan soju dari orang lain, pegang gelas dengan kedua tangan. Selain itu, kalau kamu minum di depan orang yang lebih tua, tolehkan dulu kepala ke samping, baru minum punyamu.

#15 Alasan botol soju berwarna hijau

Botol soju dibuat berwarna hijau pun ada latar belakangnya. Desain hijau ini sudah terstandardisasi agar tiap pabrik bisa saling menggunakan metode reuse dan recycle secara silang. Cara ini membuat masa sorting jadi lebih singkat dan efektif karena yang beda hanya stiker mereknya. Contohnya, pabrik Hite bisa menggunakan botol dari Chamisul untuk mengisi ulang botol kosong dengan minuman yang baru, begitu pula sebaliknya.

Nah, itulah serba-serbi minuman yang bikin kalian penasaran saat nonton drama dan film Korea. Tertarik? Boleh. Kalau mau minum, inget dosa ditanggung sendiri.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cheers! Menelusuri Budaya Minum Alkohol di Korea Selatan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2024 oleh

Tags: Korea Selatanminuman kerassoju
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

the wailing horor korea santet mojok

The Wailing: Film Horor yang Menggambarkan Adu Santet ala Korea

15 September 2020
Di Daratan Korea Tak Ada Google Maps, Hanya Naver yang Adidaya Terminal Mojok

Di Daratan Korea Tak Ada Google Maps, Hanya Naver yang Adidaya

3 November 2022
Film-Film Bong Joon-ho dan Kapan Waktu Terbaik untuk Menontonnya

Film-Film Bong Joon-ho dan Kapan Waktu Terbaik untuk Menontonnya

12 Februari 2020
3 Hal Menarik dalam Film Love and Leashes yang Bisa Dipelajari Terminal Mojok

3 Hal Menarik dalam Film Love and Leashes yang Bisa Dipelajari

15 Februari 2022
Bikin Solid hingga Nggaya dengan ‘Gwajam’, Jaket Angkatan di Kampus Korea Selatan terminal mojok

Bikin Solid hingga Nggaya dengan ‘Gwajam’, Jaket Angkatan di Kampus Korea Selatan

6 Juni 2021
Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan

Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan

5 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.