Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Soal Deddy Corbuzier Masuk Islam: Please, Tidak Usah Heboh

Novianto Topit oleh Novianto Topit
12 Juni 2019
A A
3 Program Selain Podcast di YouTube Deddy Corbuzier yang Sebenarnya Nggak Laku-laku Amat terminal mojok.co

3 Program Selain Podcast di YouTube Deddy Corbuzier yang Sebenarnya Nggak Laku-laku Amat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut informasi yang saya baca dari beragam media online, Deddy Corbuzier akan masuk agama Islam. InsyaAllah ini bukan sekedar gimmick belaka. Beragam pemberitaan media menyebutkan bahwa Deddy Corbuzier sudah lama belajar Islam dari Gus Miftah dan Cak Nun—hal ini menjelaskan bahwa memang Deddy Corbuzier masuk Islam itu bukan karena kepingin nikah.

Menurut saya, persoalan Deddy Corbuzier yang masuk Islam ini tidak usah ditanggapi berlebihan—sungguh ini hal yang biasa-biasa saja. Lagipula kalau Deddy Corbuzier—Bapak Smart People yang hmm gimana ya smart-nya—akan masuk Islam, apa urgensinya? Apa semua Smart People yang non-muslim, auto masuk Islam?—nggak juga kan?

Mari kita kesampingkan dulu sensasi Stupid Smart-People Deddy Corbuzier.

Dalam khazanah Islam banyak cerita menarik yang dapat di jadikan representasi netizen untuk menyalurkan kehebohan. Sebelum masuk lebih dalam ke pembahasan masuk Islam—sejenak lebih dahulu saya luruskan logika terkait hidayah. Karena hidayah ini menjadi salah satu momok yang sering dipertentangkan oleh para awam pemeluk agama lain.

Sederhananya hidayah artinya petunjuk—lebih khusus berbicara tentang petunjuk yang di berikan Allah kepada manusia untuk masuk agama Islam. Dalam Kristen bisa dikatakan mendapatkan tuntunan Allah Bapa yang bertahta dalam surga. Penggunaan istilah ini sebenarnya hal yang biasa-biasa saja—nggak pantas dibesar-besarkan sebagai sebuah masalah. Jika dipandang dewasa, maka semua umat beragama akan memahami dengan penggunaan-penggunaan istilah.

Misalnya yang paling sensitif adalah penggunaan kata kafir—sungguh itu hal yang biasa. Umat agama lain juga pasti melakukan penggunaan istilah yang sama, misalnya kalau dalam agama Kristen ada istilah ahli surga. Kalau saya tanya—jika ahli surga adalah umat Kristen, maka yang lain ahli apa? Jelas kemungkinannya hanya dua—kalau bukan ahli dunia, ya nggak usah saya teruskanlah. Maaf ya—tapi itu konsekuensi beragama, kalau nggak mau begitu tidak usah beragama—becanda ding.

Cukup di sini ya kita membahas persoalan istilah, kita lanjutkan saja ke persoalan masuk Islam.

Manusia yang pertama kali masuk agama Islam bahkan saat agama Islam belum dinamakan Islam—saat Alquran ke 2 turun Allah belum menggunakan nama Islam pada agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad—adalah kekasih pertama Rasulullah Muhammad yaitu Siti Khadijah. Beliau masuk Islam sejak Rosulullah mendapatkan wahyu yang kedua—Q.S Almudatsir—dan langsung menyatakan mengikuti agama Rasulullah melalui ritual persaksian dengan mengucap dua kalimat syahadat. Kemudian diikuti keluarga Rasul seperti Ali bin Abu Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

3 Es Teh Paling Pahit dan Nggak Enak yang Cocok buat Miftah Maulana

Setelahnya lewat proses penyiaran Islam secara diam-diam Rasulullah Muhammad berhasil merangkul pengikut yang loyal seperti Usman bin Affan, Abu Bakar, Bilal bin Rabah, termasuk Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Tentunya banyak yang dirangkul Rasulullah Muhammad pada proses dakwah ‘bawah tanah’-nya.

Jika ditanya apa urgensinya orang Qurais menyukai Islam? Tentunya adalah tentang pelepasan sekat-sekat sosial. Artinya Rasulullah Muhammad menawarkan sebuah ketentuan baru tentang tatanan sosial yang lebih manusiawi—yakni pelepasan sekat antara kaya dan miskin dengan cara menghapus perbudakan, pelepasan sekat ras kuli hitam dan kulit putih, serta menjamin kemerdekaan kaum Hawa.

Selain itu yang paling menarik, wahyu Allah turun dalam bentuk karya sastra—yang sungguh kalau diuji tidak ada tandingannya. Kalau kalian membaca Alquran kalian akan menemukan bagaimana sajak-sajaknya berfungsi dengan baik—berbagai macam majas bertaburan dalam kalimat-kalimatnya, katakanlah metafora, personafikasi, hiperbola, bahkan satire pun ada di dalamnya.

Selain kisah Ali bin Abu Thalib yang menjadi pemeluk awal Islam termuda, tentunya kisah menarik lainnya datang dari Umar bin Khattab—Amirul Mukminin gelarnya. Dalam suatu riwayat Umar bin Khattab merupakan seorang pengikut Qurais yang loyal lagi garang. Jika dibandingkan Habib Rizieq sungguh antara langit dan bumi—maaf ya, Bib.

Umar dikisahkan waktu itu mencari Rasulullah—dengan niat ingin membunuh Rasulullah. Di saat Umar bin Khattab hendak mengambil pedang di rumah, Umar mendapati Adik dan Iparnya sedang membaca ayat Alquran—hal ini mengerjutkan karena ternyata mereka telah memeluk agama Islam. Alih-alih marah dan ingin melakukan diskriminasi kepada Adik dan Iparnya, Umar justru terjebak dalam bacaan ayat Alquran yang membuatnya mengurungkan niat—menyarungkan pedang dan mencari Rasulullah dengan niat memeluk agama Islam.

Di Indonesia kisah menarik lainnya datang dari Ustaz Yahya Walone. Dimohon untuk tidak perlu masuk terlalu dalam ke persoalan caranya berdakwah—sumpah, bagi non-muslim pasti bakal  nyesek dengernya. Orang saya aja yang Muslim nggak suka cara dakwanya yang intoleran—hmm kayaknya urusan sama mantan memang kayak gini ya kadang-kadang.

Dari ceritanya—Al-Mukarram Yahya Walone ini mengaku—kalau dia dulu sering menghina agama Islam dengan sebutan teroris tiap ada orang Islam sandal hilang hingga akhirnya berhenti saat dia masuk Islam.

Apa ini yang dinamakan benci jadi cinta? Tapi maaf, Taz. Saya juga tidak sepakat jika Ustaz harus membeci agama anda sebelumnya. Bukankah semua agama mengajarkan kebaikan? Tidak semua pendeta yang bahasanya seradikal anda kan—waktu  anda menjadi Pendeta.

Menariknya Ustad Yahya Walone yang menguasai bahasa Ibrani bisa masuk Islam karena anaknya diobati oleh orang Islam yang entah siapa. Atas asbab itu beliau melakukan penelitian terhadap Alquran dan menemukan fakta bahwa Alquran tidak pernah berubah teksnya dari zaman ke zaman—menakjubkan. Seketika beliau masuk Islam (catatan: kagumi saja ceritanya, jangan ikuti cara berdakwahnya.)

Nah, dua peristiwa ini rasanya cukup representatif untuk menyalurkan kehebohan netizen pada tempatnya—anomali terkait Deddy Corbuzier yang masuk Islam karena hal itu memang sesuatu yang biasa-biasa aja. Selain belum jelas mau masuk atau tidak, Deddy juga akan dengan mudah diikhlaskan oleh pemeluk agama yang saat ini dia anut. Jadi Smart People, tenang saja ya~

Jika dibanding kisah mereka yang saya ceritakan di atas—cerita Deddy Corbuzier ingin masuk Islam biasa-biasa saja. Please, jangan terlalu diheboh-hebohkan—jangan sampai Deddy Corbuzier hanya menambah beban para ulama—maksudnya banyak juga kan yang masuk Islam tapi hanya sekedar numpang nulis di KTP saja—tanpa mau menjalankan konsekuensi ibadahnya.

Rekomendasi saya, Smart People—kalau Deddy Corbuzier jadi masuk Islam jangan sampai membenci atau bahkan mengolok-ngolok agama pertamanya. Kita ini Pancasila—Bhinneka Tunggal Ika. Dan please, jangan pernah melupakan cinta pertama.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Cak NunDeddy CorbuzierGus MiftahMasuk Islam
Novianto Topit

Novianto Topit

ArtikelTerkait

pindah agama mualaf

Euforia Pindah Agama ke Islam, Bagaimana Kalau Sebaliknya?

22 Juni 2019
Rajin Salat dan Beribadah, tapi Kelakuannya Kok Masih Begitu?

Rajin Salat dan Beribadah, tapi Kelakuannya Kok Masih Begitu?

12 November 2019
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

9 Maret 2020
Kurawa Berkicau, Najwa Shihab Berlalu: Membandingkan Najwa dengan Deddy Adalah Kesia-siaan

Kurawa Berkicau, Najwa Shihab Berlalu: Membandingkan Najwa dengan Deddy Adalah Kesia-siaan

25 September 2022
4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model terminal mojok.co

Andai Deddy Corbuzier Ikut Beli Klub Sepak Bola

10 Juni 2021
Nggak Habis Pikir Sama Orang yang Tidak Menghabiskan Makanan Hajatan terminal mojok.co

Pertanyaan Makan sebagai Penanda Kelas Ekonomi dan Kadar Moral Seseorang

2 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.