Banyuwangi seolah “diserang” tiga tetangganya: Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Ketiganya bekerja sama tanpa melibatkan The Sunrise of Java ini.
Tidak semua kebijakan di Banyuwangi selalu buruk, sebagai penulis saya mencoba berimbang. Termasuk dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebaikan yang membuat nama daerah ini semakin dikenal. Mulai dari destinasi wisata yang ditata, beragam konsep tradisi adat yang dibalut dalam agenda festival, hingga upaya nyata Pemda memfasilitasi langkah pemerintah untuk menjadikan Geopark Ijen yang diakui oleh UNESCO.
Hasilnya kini ia dikenal sebagai Kota Sunrise, tak lagi jadi Kota Santet. Beragam destinasi wisata dimiliki oleh Banyuwangi. Mulai dari pantai di pesisir Muncar hingga Pesanggaran hingga pegunungan Ijen. Atau kalau mau yang lebih ekstrem, pendakian Gunung Raung via Kalibaru yang bisa dijajal saat berkunjung ke Banyuwangi di akhir tahun.
Beragamnya pencapaian yang dihasilkan Banyuwangi membuat tetangga dekatnya berulah. Ya, Situbondo, Bondowoso, dan Jember seakan membangun kekuatan baru. Ketiganya, yang memiliki wilayah masing-masing beririsan dengan Banyuwangi, berupaya bekerja sama tanpa melibatkan Banyuwangi. Akan tetapi alih-alih visi mentereng yang ditawarkan, ketiga daerah itu justru sering blunder.
Blunder Bupati Situbondo soal Alas Baluran
Berisiknya ketiga tetangga Banyuwangi ini dimulai sejak ketiganya memiliki bupati baru setelah Pilkada 2024 lalu. Maklum, ketiganya merupakan non-petahana yang baru menjabat. Entah apa yang merasuki ketiganya hingga kompak melihat Banyuwangi sebagai musuh bersama. Alih-alih merangkul untuk belajar inovasi dari Banyuwangi hingga bisa jadi seperti saat ini, ketiganya malah bareng-bareng menyerang dari berbagai sisi.
Puncaknya saat dalam suatu kunjungan, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengusulkan untuk membuat Kecamatan Baluran dengan alasan yang tidak masuk akal. Kata Yusuf Rio, dengan adanya nama Kecamatan Baluran, Situbondo diharapkan Baluran tidak terlalu sering digunakan tetangga sebelah. Hal itu mengacu pada TN Baluran yang juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan dari Banyuwangi. Pada era saat ini semua serba kolaborasi, bukan memusuhi.
Fyi, jarak pusat Kota Banyuwangi ke TN Baluran jauh lebih dekat daripada pusat kota Situbondo. Sehingga banyak wisatawan Banyuwangi yang senang juga berkunjung ke sana. Sebab Pemda Situbondo tidak bisa menjual destinasi seperti Banyuwangi.
Baca halaman selanjutnya: Selingkar Ijen…




















