Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Sisi Gelap Gangnam, Daerah Paling Glamor di Korea Selatan  

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
11 Oktober 2023
A A
Sisi Gelap Gangnam, Daerah Paling Glamor di Korea Selatan  

Sisi Gelap Gangnam, Daerah Paling Glamor di Korea Selatan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Identik dengan kemewahan dan eksklusivitas, Distrik Gangnam di Seoul, Korea Selatan tak ubahnya sebuah simbol status sosial. Siapa pun yang tercatat sebagai pemegang KTP Gangnam pasti akan langsung mendapatkan sebutan orang kaya dan menjadi ikon kemapanan.

Di drama Korea maupun dunia nyata, Gangnam selalu digambarkan sebagai distrik glamor. Huniannya saja bernilai fantastis dan bisa bikin kantong UMR kita menangis. Harga apartemen seluas 3,3 m2 di Gangnam mencapai KRW 72 juta atau setara Rp840 juta. Belum lagi biaya hidup, transportasi, dan pendidikan di distrik ini juga sangat mahal.

Semahal apa pun Gangnam tetap nggak akan menahan orang-orang Korea untuk bercita-cita tinggal di sana suatu saat. Gangnam turut diminati oleh orang luar Korea semenjak meningkatnya popularitas lagu “Gangnam Style”. Makin banyak orang yang tahu soal Gangnam deh.

Tapi, bukan dunia fana kalau di baliknya nggak menyimpan sisi gelap. Semewah apa pun Gangnam yang membuatnya didambakan oleh banyak orang untuk dikunjungi maupun ditinggali, kawasan ini juga punya banyak borok. Bisa jadi sisi gelap Gangnam ini membuatmu punya pandangan yang berbeda terhadap distrik mahal ini.

Kejahatan seks, prostitusi, dan suap di klub mewah

Masih inget sama Burning Sun? Kasus yang bergulir dari 2018 sampai 2019 ini menyeret sejumlah nama besar, seperti Seungri eks-Big Bang, musisi Jung Joon Young, hingga eks-gitaris CNBLUE, Lee Jong Hyun. Di antara rentetan kasus Burning Sun, kejadian yang paling menghebohkan adalah dugaan skandal seks, prostitusi, kejahatan seksual, sampai penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Saking terkenalnya kasus Burning Sun, drama Korea Taxi Driver 2 sampai mengangkat kasus tersebut di beberapa episodenya. Ada beberapa tokoh yang disinyalir merupakan plesetan dari oknum-oknum yang terlibat, seperti Victor (disangka namanya memiliki arti yang sama dengan Seungri) dan CEO Yang Mi Kyung yang diduga menggambarkan CEO YG Entertainment Yang Hyun Suk.

Ternyata, di Gangnam kejadian seperti itu nggak hanya berlangsung di Burning Sun. Di berbagai club mewah di Gangnam, banyak aktivitas ilegal yang melibatkan selebriti, pengusaha, sampai polisi. Mirip dengan Burning Sun, banyak club di Gangnam yang menjadi pusatnya kejahatan seksual. Banyak perempuan yang menjadi korban pemerkosaan menggunakan narkoba. Lebih parahnya lagi, mereka turut jadi korban spy cam.

Pengusaha juga biasanya menyuap polisi untuk menghindari pajak. Nggak jarang juga mereka menyumpal mulut pihak kepolisian biar nggak menutup klubnya maupun menciduk oknum-oknum yang terlibat dalam kejahatan seksual di klub yang bersangkutan.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

Orang miskin dilarang ke Gangnam

Kalau ngomongin makanan Korea, mungkin yang pertama kali terlintas di benak kita adalah tteokbokki, odeng, atau bungeoppang. Ketiga makanan itu termasuk street food yang umumnya dijual oleh pedagang kaki lima di Korea Selatan. Korean Tourism Organisation (KTO) di bawah Kementerian Budaya dan Pariwisata juga gencar mempromosikan street food Korea ke masyarakat dunia.

Tapi Wali Kota Gangnam, Shin Yeon Hee, sepertinya punya rencana lain. Dia pengin mengubah Gangnam menjadi wilayah mewah yang menarik minat wisatawan luar negeri untuk berbelanja barang-barang high-end di sana. Tapi mirisnya, Wali Kota Shin menggunakan kekerasan fisik untuk mengusir para pedagang kaki lima. Ia menyewa preman untuk mengintimidasi para pedagang dengan mengancam, memaki, dan menghancurkan lapak mereka. Pedagang lansia pun nggak luput dari kekerasan itu. Video kekerasan terhadap pedagang kaki lima ini sempat viral di media sosial.

Pemukiman kumuh korban kuasa negara

Masih tergabung di kawasan Gangnam, ada sebuah desa dengan ratusan rumah semi-permanen dari kardus dan triplek. Desa Guryong yang berdiri nggak jauh dari gedung-gedung tingg ini sudah berdiri sejak 1988. Penduduk yang tinggal di Guryong mayoritas adalah orang-orang lansia yang setiap harinya cuma dapat uang sedikit banget dari pekerjaan serabutan. Situasi dan kondisi Desa Guryong ini mirip-mirip sama tempat tinggal Keluarga Kim di film Parasite.

Penduduk Desa Guryong dulunya adalah warga Seoul yang terusir dari tempat tinggal mereka karena proyek pembangunan kota untuk menyambut Olimpiade Musim Panas 1988. Korea Selatan yang pada masa itu masih dipimpin oleh seorang diktator mengerahkan militer untuk membersihkan semua perkampungan yang berpendapatan rendah. Rumah-rumah mereka diratakan dan lahannya dijadikan jalan, gedung bertingkat, stadion, dan taman kota.

Warga Desa Guryong ini nantinya akan direlokasi ke tempat lain secara bertahap. Pemerintah Metropolitan Seoul merencanakan agar pemindahan semua penduduk Guryong selesai pada 2025. Tapi sebelum semua proses relokasi ini selesai, Guryong justru dilanda bencana kebakaran. Sedihnya, tragedi kebakaran ini sering banget terjadi di Guryong sejak 2009 hingga 2023.

Di balik gemerlapnya Gangnam yang digadang-gadang jadi kawasan paling mewah di Korea Selatan, masih tampak kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Kawasan Gangnam rupanya juga nggak aman buat perempuan. Harus pikir-pikir lagi kalau mau datang ke sana, sih.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Korea Selatan: Ketika Makeup Tebal Tak Mampu Menutupi Kebusukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2023 oleh

Tags: gangnamKorea Selatannarkobaprostitusipsysisi gelap
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis Mojok.co

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

13 November 2025
han bin ikon dan budaya malu

Han Bin Hengkang dari iKON: Belajar Budaya Malu dari Korea Selatan

14 Juni 2019
Hell Joseon, Sisi Gelap Korea Selatan yang Bikin Warganya Minggat

Hell Joseon, Sisi Gelap Korea Selatan yang Bikin Warganya Minggat

4 April 2024
Standar Kecantikan Korea_ Hidup Pelik Mereka yang Tidak Didefinisikan Sebagai Cantik

Standar Kecantikan Korea: Hidup Pelik Mereka yang Tidak Didefinisikan sebagai ‘Cantik’

28 April 2021
Open BO via MiChat, Alternatif Prostitusi Bagi Mahasiswa Penjaja Cerita Seksual (Pixabay)

Open BO via MiChat, Alternatif Prostitusi Bagi Mahasiswa Penjaja Cerita Seksual

18 Oktober 2022
Lookism: Webtun yang Menyajikan Sisi Gelap Korea Selatan dengan Gamblang

Lookism: Webtun yang Menyajikan Sisi Gelap Korea Selatan dengan Gamblang

18 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

20 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.