Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Sinetron Indonesia Perlu Mengurangi Adegan Ngomong dalam Hati

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
9 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Program TV di Indonesia banyak yang problematik, termasuk adegan-adegan dalan sinetron Indonesia yang banyak nggak masuk akalnya.

Menonton tayangan televisi masih diminati oleh sejumlah kalangan di Indonesia. Walau, kata beberapa orang menonton TV sudah hampir ketinggalan zaman. Oleh sebab itu, kalian kalau baca komenan medsos pasti menemukan orang yang dengan hebatnya bertanya, “Kalian menonton TV?” Padahal, TV bisa jadi aset besar bagi Indonesia agar lebih dikenal secara global.

Namun, banyak yang perlu dibenahi dari televisi Indonesia. Mulai dari reality show yang kelewat settingan tapi sok real, sampai sinetronnya yang bisa berlanjut hingga ribuan episode dengan adegan dan permasalahan yang nggak banget. Dari beberapa adegan sinetron Indonesia yang paling memuakkan para penonton milenial adalah adegan ngomong dalam hati.

Adegan tersebut sebenarnya ada di sinetron-sinetron luar negeri. Bahkan, dalam drama Korea pun menyempatkan adegan ngomong dalam hati. Tapi, di Indonesia adegan itu terlalu melampaui batas wajar. Adegan itu bisa melahap habis beberapa menit sinetron untuk satu adegan, bayangkan kalau ada lima aktor yang melakukan adegan itu. Mubazir banget jalan ceritanya.

Memang, yang namanya sinetron itu adalah sebuah karya videografi yang tidak nyata atau fiksi. Namun, sangat tidak wajar jika ada orang yang berbicara dalam hati sebegitu lamanya sambil melamun nggak jelas. Misalnya, ketika kepergok maling HP, sang aktor langsung melakukan adegan ngomong dalam hati dan berbicara, “Haduh, harusnya aku nggak ngumpet di sini, kalau aku tahu kayak ini, aku pasti bla… bla… bla….” 

Panjang banget, kan? Coba, kalau di dunia nyata, ketika kepergok maling, mana mungkin ngomong dalam hati dulu selama itu? Paling langsung dikeroyok warga. Sementara, setelah ngomong dalam hati, si lawan bicara aktor itu malah nungguin, terus ngomong, “Kok diem aja?” sungguh tidak masuk akal!

JIka kita melihat drama Korea, ketika ada adegan serupa, sang aktor yang kepergok maling HP itu langsung berwajah panik dan lari. Termasuk lawan mainnya yang ikut ngejar. Paling ngomong dalam hati satu kalimat sambil berlari. Logis tidak? jelas, dong! Itu sebabnya drama Korea banyak peminatnya, selain karena wajah aktornya yang cakep, juga karena adegan dan suasana yang dekat dengan kenyataan, walau tidak total.

Mungkin, sinetron Indonesia lebih berkiblat pada sinetron India. Jika kita lihat, sinetron India yang tayang di televisi kita terkesan terlalu lebay dan hiperbola yang nggak jelas. Mana ada orang tergelincir terus kena tirai, lalu dililitkan ke leher, dan terancam nyawanya. Ah, nggak jelas! Termasuk, efek-efek visual dan suara yang berlebihan, dan biasanya ini terjadi ketika ada adegan berbicara dalam hati.

Baca Juga:

5 Alasan yang Membuat Sinetron Indonesia Semakin Membosankan. Produser dan Sutradara Perlu Lebih Kreatif!

Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding Drakor dan Dracin, Alur Ceritanya di Luar Nalar

Adegan-adegan tersebut mungkin masih bisa menggaet hati kalangan senior atau tua. Seperti ibu saya yang setiap malam mantengin sinetron Ikatan Cinta yang konfliknya hampir masuk ke klimaks, lalu diulur lagi. Mungkin karena sinetron ini masih tenar, sutradara dan produser memilih melanjutkannya ketimbang menamatkannya dan membuat season dua setelahnya.

Hampir semua sinetron Indonesia memasukkan adegan tersebut. Entah, disengaja atau tidak. Atau mungkin karena sudah terbiasa. Namun, seharusnya sinetron-sinetron yang sekarang sedang tayang, bisa mengikuti jejak sinetron tahunan Para Pencari Tuhan. Jika kita menyaksikannya dengan seksama, jarang sekali ada adegan berbicara dalam hati.

Akan tetapi, para aktor yang langsung menunjukkan ekspresi sesuai dengan keadaaan yang sedang di-shoot. Hal itu sangat sederhana, tapi sangat cocok untuk diterapkan karena anak-anak zaman sekarang itu nggak suka jalan cerita yang terlalu rumit,  dengan masalah yang sepele. Masalah besar dengan jalan cerita yang sederhana lebih disukai oleh kalangan muda zaman sekarang.

Saya contohkan sinetron Preman Pensiun. Sinetron dengan suasana khas Sunda ini memiliki kedekatan dengan masyarakat dan kenyataan. Termasuk dalam adegan-adegan yang disuguhkan. Ketika mengejar maling terasa nyata, jarang ada adegan ngomong dalam hati. Buktinya, sampai sekarang sinetron itu berlanjut hingga seri kelima.

Jadi, jika ingin memperbaiki pertelevisian Indonesia dari segi hiburan khususnya sinetron. Tolong, kurangi adegan ngomong dalam hati. Hal itu memang cukup sederhana, tapi efeknya sangat beda. Bisa jadi sinetron Indonesia bisa terkenal seperti drama Korea? Nggak ada yang nggak mungkin selama kita mau mengubahnya, ya kalau nggak mau berubah ya sudah. Toh, pilihan tontonan di YouTube masih banyak, ngapain harus “ngaboti” acara-acara TV yang nggak jelas itu.

Sumber foto: Instagram @ikatancinta.rcti

BACA JUGA Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’, Analisis Sinetron tentang Remaja yang Jadi Istri Ketiga Om-om dan tulisan Muhammad Afsal Fauzan S. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Adegan SinetronHiburan TerminalNgomong dalam hatisinetron indonesia
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Lagu yang Mungkin Bisa Dicover oleh Rose Blackpink terminal mojok

Rekomendasi Lagu yang Mungkin Bisa Dicover Rose Blackpink

6 Agustus 2021
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
‘Makan Besar’ Trans7_ Acara Masak Gede-gedean yang Menghibur dan Nggak Lebay terminal mojok

‘Makan Besar’: Acara Masak Gede-gedean yang Menghibur dan Nggak Lebay

4 Juli 2021
Terima Saja Kenyataan bahwa Sinetron Ikatan Cinta Sudah Kembali ke Fitrahnya terminal mojok

Terima Saja Kenyataan bahwa Sinetron Ikatan Cinta Sudah Kembali ke Fitrahnya

5 Agustus 2021
sleeping dogs gim hongkong mojok

‘Sleeping Dogs’, Gim Underrated yang Lebih Bagus ketimbang GTA V

7 Juli 2021

Membedah Alasan ‘Hospital Playlist’ Jadi Drakor Favorit Sejuta Umat

19 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.