Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding Drakor dan Dracin, Alur Ceritanya di Luar Nalar

Siti Halwah oleh Siti Halwah
4 Januari 2024
A A
Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding Drakor dan Dracin, Alur Ceritanya di Luar Nalar Mojok.co

Sinetron Indonesia Kalah Telak Dibanding Drakor dan Dracin, Alur Ceritanya di Luar Nalar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nonton sinetron Indonesia bikin malu saja, apalagi kalau sudah dibandingkan dengan drakor dan dracin.

Saya nggak terlalu suka nonton TV. Baru belakangan saya kembali nonton TV lagi karena sering membantu ibu saya menyalakan televisi. Sejak TV berubah menjadi digital, ibu saya sering kebingungan dan salah pencet ketika menyalakan televisi. Itu mengapa saya sering membantunya, terkadang kebablasan ikut menonton tayangan kesukaannya, sinetron. 

Semakin banyak yang mengikuti judul sinetron dan episode-episodenya, saya merasa kesal dengan sinetron Indonesia benar-benar buruk. Alur ceritanya benar-benar di luar nalar dan produksinya seperti ala kadarnya saja. Benar-benar jauh kualitasnya dibanding drama korea (drakor) dan drama china (dracin) yang saya tonton. 

#1 Jumlah episode sinetron tergantung pada rating

Sinetron Indonesia itu benar-benar unik. Jumlah episodenya tidak tergantung dari alur cerita, tapi dari rating penonton. Itu mengapa tidak ada jumlah pasti episode dari suatu judul sinetron. Semakin diminati, jumlah episodenya semakin panjang. 

Ambil contoh sinetron legendaris “Tersanjung” yang jumlah episodenya mencapai ratusan. Bahkan, sinetron ini bertahan hingga 7  musim, mulai 1998 hingga 2005. Contoh lain, “Tukang Bubur Naik Haji The Series” dan “Ikatan Cinta”. Tokoh utama dalam dua judul sinetron itu sudah hengkang, tapi sinetronnya masih berlanjut. 

#2 Alur cerita sinetron Indonesia berubah-ubah, tidak masuk akal

Seperti yangs udah saya singgung sebelumnya, sinetron Indonesia itu tergantung pada rating bukan alur cerita. Itu mengapa alur cerita sinetron sangat fleksibel, bisa berubah-ubah tergantung rating. Kalau alur cerita berubah dan masih nyambung sih nggak masalah ya. Sayangnya, alur cerita sinetron kerap kali ngawur demi rating. Benar-benar pembodohan penonton. 

“Ikatan Cinta” adalah salah satu contoh sinetron dengan oplot ngawur itu. Saat awal muncul, sinetron ini layak digemari karena alur ceritanya benar-benar bagus, banyak plot twist yang membuat penonton tidak bosan. Namun, cerita “Ikatan Cinta” makin ngawur sejak skandal pemain utamanya muncul. Skandal itu membuat Arya Saloka dan Amanda Manopo hengkang dari sinetron itu. 

Alur ceritanya terasa dibuat-buat. Konflik cerita berbelok ke tokoh lain, sehingga pemeran utamanya serasa bergeser ke Elsa yang diperankan Glenca Chysara. Padahal awalnya, tokoh ini hanya sampingan dengan karakter antagonisnya.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Perubahan alur cerita menjadi buruk juga dialami oleh “Tukang Bubur Naik Haji The Series”. Sinetron yang bertahan hingga lebih dari 2.000 episode itu sempat mengalami pergeseran pemain utama dari Haji Sulam yang diperankan Mat Solar ke H. Muhidin yang dimainkan oleh Latief Sitepu.

Padahal menurut saya, kedua sinetron tadi bisa lho berhenti pas semua konflik utamanya selesai. Tidak perlu diulur-ulur dan bikin konflik baru. Para penonton pun bakal mengenangnya sebagai sinetron yang bagus, bukan sekadar tonton dengan episode panjang. 

#3 Sering berhenti tayang mendadak

Kalau ratingnya bagus, jumlah episode sinetron hingga alur ceritanya berbelit-belit. Lalu, bagaimana kalau ratingnya buruk? Tentu saja sinetronnya akan berhenti tayang mendadak. Iya, mendadak banget tanpa pemberitahuan sama sekali.

Saat masih SMA saya pernah mengikuti satu judul sinetron. Menurut saya, sinetron itu bagus-bagus saja karena tokoh dan konflik ceritanya sangat relate dengan saya yang masih remaja. Saya sempat tidak menonton selama tiga hari berturut-turut karena sibuk. Sedihnya, ketika ingin nonton lagi, sinetron kesayangan saya sudah diganti dengan tayangan lain. Tanpa ada pemberitahuan apa pun!

Seingat saya, pada saat itu sinetron baru masuk pada episode tiga puluhan. Terlalu dini untuk berhenti tayang, apalagi sinetron Indonesia episodenya bisa mencapai ribuan. Setelah saya renungkan lagi, mungkin sinetron itu tidak begitu laris. Ibu saya sebagai penonton setia sinetron menilai tayangan yang saya sukai kurang mantap plotnya. Sinetron kok tidak ada perselingkuhan dan kisah cinta antara orang kaya dan miskin. 

#4 Sisipan iklan yang norak

Sudah bukan rahasia lagi, berbagai produk bisa iklan melalui cerita sinetron. Kalau iklan dimasukkan secara halus sih nggak masalah ya. Persoalannya, iklan-iklan di sinetron itu sangat norak dan mengganggu alur cerita. Pernah suatu ketika, saya menonton sinetron dengan konflik cerita sedang panas-panasnya. Eh, malah latar tempatnya tiba-tiba berganti ke ruang lain dengan sekelompok orang sedang makan cemilan tertentu. Pokoknya kelihatan maksa banget. 

Kalau boleh membandingkan dengan iklan di drakor dan dracin, mereka menyisipkan iklan secara lebih elegan, tidak terang-terangan. Sisipan iklan sama sekali tidak mengganggu alur dan mood cerita. Misalnya, ketika berangkat kerja tokoh utama mampir ke kedai kopi merek tertentu. Beda cerita dengan sinetron Indonesia, produknya punya waktu tayang sendiri. 

Di atas beberapa hal yang membuat sinetron Indonesia kalah telak dibanding drakor dan dracin. Kalau saya amat-amati, akar permasalahannya terletak pada sinetron Indonesia yang terlalu mengabdi pada rating. Alur cerita dan proses produksinya sangat terpengaruh pada rating. 

Penulis: Siti Halwah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2024 oleh

Tags: drachindrakordrakor koreadrama chinaikatan cintanonton tvSinetronsinetron indonesiatersanjungyukang bubur naik haji
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

fall in love with people we can't have

Keluar dari Jebakan Fall in Love with People We Can’t Have Kayak Jo Yi Seo di Drakor “Itaewon Class”

3 April 2020
Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

30 April 2020
Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter terminal mojok.co

Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter

9 November 2020
Drakor 'Law School' dan Realita Mahasiswa Korea yang Ambis Pol terminal mojok

Drakor ‘Law School’ dan Realita Mahasiswa Korea yang Ambis Pol

5 Mei 2021

Alasan Lelaki Harus Nonton Sinetron Dunia Terbalik dan Belajar dari Bapak-bapak Ciraos

6 April 2020
Memahami Kepribadian Ambang dari Drama Korea ‘Fix You’ terminal mojok.co

Memahami Kepribadian Ambang dari Drama Korea ‘Fix You’

27 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.