Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
17 Januari 2021
A A
Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi terminal mojok.co

Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu masa, televisi amat saya cintai, namun cinta tak harus memiliki. Saat saya tak punya televisi, Minggu terasa kelabu. Saat itu, televisi tetangga adalah penyelamat, televisi punya teman yang sudah berwarna dan sekaligus punya DVD player. Namun seiring berjalanya waktu, hampir tiap rumah di desa saya, punya televisi bahkan lengkap dengan DVD dan alat untuk karaoke. Kini, televisi di rumah sudah tak sebeken dulu. Selain karena zaman berubah, acara settingan yang menghiasinya juga sedikit banyak berpengaruh.

Walau televisi tetap digunakan, tapi penggunaanya sudah tidak sepenuhnya untuk nonton acara milik stasiun televisi. Nonton YouTube, acara streaming berbayar, sampai gim online, semua bisa dilakukan di televisi kekinian. Harus diakui, stasiun televisi juga sedang bertahan hidup dan beradaptasi. Sebut saja Net TV, banyak acaranya yang harus bungkus. Menurut saya, acara-acara Net TV yang bungkus sangat bagus, jauh lebih bagus dari kebanyakan acara stasiun TV yang lain.

Namun, coba lihat acara yang masih bertengger di televisi sampai hari ini, ya yang gitu itu, Anda mengerti lah. Tapi, saya tak setuju, jika dibilang acara itu buruk dan tak mendidik. Yang saya yakini, tinggal gimana kita melihat sisi positif dan yang baik-baik dari sesuatu yang selalu dicap “gitu deh”. Tak suka ya tak perlu nonton, gampang to?

Mari kita bicarakan perihal sinetron dan reality show yang nggak real-real banget itu. Banyak acara seperti itu yang tetap bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Tentu rating-nya bagus, setinggi Puncak Himalaya. Acara yang bungkus ya karena rating buruk, tak banyak yang nonton. Nyatanya, acara yang penuh sensasi, keanehan, settingan, selalu disukai. Banyak yang suka acara kayak begitu, tentu karena memang menghibur untuk penikmatnya.

Jika kita lihat lebih dekat, acara yang bungkus itu juga menghibur kok. Sayangnya banyak dari kita yang nonton lewat YouTube, alhasil ratingnya buruk. Tapi, ya gimana, memang untuk saya, lebih mudah nonton lewat YouTube. Tak setiap hari juga saya di rumah sambil mantengin televisi.

Maka dari itu, pernyataan bahwa acara settingan dan aneh itu tak ada manfaat, salah kaprah. Bisa saya bilang, itulah yang namanya ilmu “mau tak mau”. Mau bikin acara yang nggak wagu, kalian nontonnya malah di YouTube, rating jadi rendah dan akhirnya bungkus. Menurut survei, kaum penikmat televisi yang sebenar-benarnya didominasi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi dibanding masyarakat ekonomi kelas atas. Entah bagaimana ceritanya, mereka bisa suka acara semacam itu.

Rating sendiri, adalah pembunuh kreativitas dunia pertelevisian. Sudah banyak acara bagus yang bungkus karena dijegal rating. Yah, daripada rugi dan nggak ada iklan masuk, lebih baik bikin acara yang penuh kontroversi, settingan, julid, wagu, sebab dengan begitu mereka bisa bertahan dan terus hidup. Kiranya, itu juga salah kita. Coba, kita bisa dan mau nonton di televisi, acara yang bagus-bagus itu tetap akan bertahan. Jujur saja, selain kartun, hanya Tonight Show yang masih saya tonton. Walau sempat berhenti tayang, Tonight Show pada akhirnya muncul lagi.

Melelahkan memang, sebab mau tak mau, formula yang sama akhirnya digunakan terus menerus. Baik untuk sinetron ataupun reality show. Bahkan, acara saduran YouTube pun banyak yang muncul di televisi. Kebanyakan yang dipinjam tv adalah acara vlog nggak penting dan prank tipis-tipis berhadiah. 

Baca Juga:

6 Reality Show Paling Cringy yang Ada di Netflix

5 Acara Kuis Paling Dikenang Tahun 90-an dan 2000-an

Saya berani memprediksi, bahwa ke depan, acara-acara begituan akan terus ada dan makin ganas. Menonton televisi adalah hak setiap orang, membuat acara seperti apa pun, adalah hak yang punya stasiun televisi. Penonton perlu hiburan, stasiun televisi perlu duit, sama-sama untung. Masalah selera tak bisa dipaksa, yang suka Nadine Amizah, yang suka Jihan Audy, semua tinggal menikmati sendiri-sendiri, bebas. Hanya saja, pertelevisian Indonesia kurang berkembang dan cenderung nggak kreatif, gitu terus. Pokoknya gitu, deh, sampai seribu tahun lagi.

BACA JUGA Kebodohan Acara Televisi Indonesia Memang Sudah Semestinya Dirayakan dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2021 oleh

Tags: program televisireality show
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini terminal mojok.co

Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini

15 November 2020
4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model terminal mojok.co

4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model

3 Februari 2021
Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau

3 Januari 2021
Paradoks Ajang Pop Academy, Indosiar kok Nggak Ada Kemajuan, sih! terminal mojok.co

Paradoks Ajang Pop Academy, Indosiar kok Nggak Ada Kemajuan, sih!

16 Desember 2020
'Anak Band' Adalah Sinetron dengan Judul Paling Aneh yang Pernah Ada terminal mojok.co

‘Anak Band’ Adalah Sinetron dengan Judul Paling Aneh yang Pernah Ada

15 Oktober 2020
5 Lokasi Shooting Sinetron Indonesia yang Monoton dan Tidak Kreatif terminal mojok.co

5 Lokasi Shooting Sinetron Indonesia yang Monoton

10 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.