Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

SIM Gratis Polri: Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Dipermudah?

Muhammad Dzal Anshar oleh Muhammad Dzal Anshar
26 Juni 2020
A A
sim gratis
Share on FacebookShare on Twitter

Selain dalam urusan per-bucin-an, persyaratan SIM gratis yang ditawarkan oleh Polri di hari ulang tahunnya adalah salah satu ke-ramashok-an yang ada dalam hidup ini.

Meski akan ada saja kaum normatif yang mengaku tidak syukak dengan yang ‘gratisan’, namun tetap saja akan sulit untuk menolak sesuatu yang ‘gratis’.

Pada dasarnya semua orang suka gratis, hanya saja dalam tarafnya masing-masing, Deddy Corbuzier mungkin dengan enteng menolak tawaran voucher umroh gratis setelah memutuskan untuk jadi mualaf, namun apa jadinya jika tawaran gratis itu adalah sebuah Lamborghini Aventador?

Lamborghini memang sama sekali tidak menandakan bahwa dia sudah menjadi muslim yang kaffah, tapi bagaimana pun, mas Deddy harus menerima tawaran itu, setidaknya untuk dijual dan hasilnya dibagikan kepada anak yatim.

Pemberian gratis juga merupakan tanda perbuatan baik, karena itu, jika seorang laki-laki menawarkan tiket nonton bioskop gratis kepada seorang wanita, dengan segala kemungkinan yang masih abu-abu, sang wanita pada akhirnya akan menerima tawaran itu.

Tawaran gratis adalah tawaran yang baik dan harus dibalas dengan baik pula, tidak ada yang salah dengan itu, bahkan jika si wanita sudah punya gebetan, betul, kan, sist?

Taaapiii! dalam beberapa hal, sepertinya kita tak kan sungkan untuk mengatakan “Saya tidak suka dengan yang gratiss”.

Adalah satu tahun yang lalu, saat saya mendatangi kantor Polisi di daerah *sebut nama kota* untuk memperpanjang masa berlaku SIM C yang sudah habis, saya yang kebetulan lahir pada bulan Juli, bertepatan dengan bulan peringatan HUT Bhayangkara yang jatuh tepat pada tanggal 1 Juli, dari kursi antrean samar-samar terdengar informasi penting tentang layanan SIM gratis.

Baca Juga:

SIM Seumur Hidup Memang Susah Diwujudkan, tapi, Bagaimana kalau Masa Berlakunya Diperpanjang?

SIM Itu Memang Harusnya Susah Didapat, Bukan Malah Dipermudah, apalagi Berlaku Seumur Hidup!

Dengan suara yang lembut namun lantang si mba Polwan yang good looking, dengan santun menjelaskan prihal layanan SIM gratis kepada seorang remaja dan ibunya yang bertanya.

Mba Polwan menjelaskan sambil sesekali menampakan senyumnya yang manis, meski terlihat jelas tangannya sedang sibuk mengetik sesuatu dilanjutkan dengan ayunan tangan mengeplak kertas di meja dengan stempel.

Sebuah pemandangan yang menyadarkan saya bahwa ternyata selain untuk mengurus surat keterangan hilang dan membayar denda STNK, kantor polisi juga merupakan tempat yang tepat untuk mencari calon pasangan idaman wididiuw.

Namun beberapa saat saya tersadar, sebuah senyum yang manis dan ayunan tangan yang tegas telah memperdaya saya, ada beberapa informasi penting yang harus saya tahu tentang SIM yang katanya gratis itu, berikut ini informasi penting yang sempat saya rangkum:

1. Layanan SIM gratis hanya berlaku pada tanggal 1 Juli

Sekilas tak ada yang salah dengan ini, tapi bagaimana jika pada hari itu masyarakat berbondong-bondong datang ke kantor polisi?

Jangankan untuk SIM gratis, untuk SIM reguler saja, sering terjadi beberapa orang harus menunggu hingga esok hari untuk mendapatkan SIM. Saran bagi kamu yang ngotot mau mendapatkan SIM gratis, sebaiknya persiapkan fisik yang prima dan mental yang kuat. Fisik prima untuk bangun subuh dan berdesakan di depan pintu gerbang Polres, dan mental kuat jika kamu diusir karena kuota penerima SIM gratis sudah habis. Berdasarkan info samar yang saya dapatkan dari mba Polwan, layanan ini hanya berlaku hingga jam 10 pagi, sekali lagi diakhiri dengan senyum manis.

2. Kebijakan ini tidak berlaku pada semua unit kepolisian

Bukan Indonesia namanya jika peraturan berjalan lurus-lurus saja. Meski sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 10 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP, dan berlaku Nasional, nyatanya tidak semua Unit kepolisian RI memberlakukan perpem ini, salah satunya di DKI Jakarta.

Selain dalam kasus Novel, sepertinya pak Polisi juga punya hak ‘prerogatif’, dalam hal memberikan SIM gratis Eh~.

3. Hanya berlaku untuk yang lahir tanggal 1 Juli

“Jika bisa dipersulit, mengapa dipermudah?“ adalah prinsip tidak tertulis yang dianut dalam sistem Birokrasi kita. Selain dalam pemerintahan daerah, sistem otonomi daerah juga berlaku pada unit kepolisian RI, mereka pun punya aturan sendiri-sendiri terkait kebijakan pemerintah. Jawa Timur, Makassar, Bandung, Garut dan beberapa daerah lainnya, punya aturan khusus dimana penerima SIM gratis ini hanya bagi mereka yang lahir pada tanggal 1 Juli, mungkin saja ini untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar SIM gratis.

4. Gratis tapi tidak Gratis

Hanya anak kecil, atau orang idiot yang percaya bahwa ada hal yang betul-betul gratis di dunia ini selain pemberian Tuhan. Bahkan jika kamu adalah orang beruntung yang lahir pada 1 Juli, ketahuilah bahwa biaya tes kesehatan dan psikotes sebagai syarat utama pembuatan SIM gratis, tidaklah gratis, bahkan seringnya biaya ini lebih besar dari biaya pembuatan SIM itu sendiri. Belum lagi biaya potokopian di sekitar kantor polisi yang kadang tak berkeadilan sosial, ramashoook!

Status ‘gratis’ adalah indikator dari kualitas barang atau pelayanan, bahkan untuk sesuatu yang ‘gratisan’ akan tetap ada ‘harga’ yang harus dibayar. Moonmaap nih ya, kak Polwan, sebenarnya niat nggak sih ngasih SIM gratis?

BACA JUGA Sensasi Berkendara di Jalan Raya 6 Tahun Tanpa SIM dan tulisan Muhammad Dzal Anshar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2020 oleh

Tags: polriSIMsim gratis
Muhammad Dzal Anshar

Muhammad Dzal Anshar

Orang lapar, disayang Tuhan.

ArtikelTerkait

Diusir dari Kantor Polisi karena Pakai Sandal Jepit. Emang Ada Aturannya? terminal mojok.co

Diusir dari Kantor Polisi karena Pakai Sandal Jepit. Emang Ada Aturannya?

5 Oktober 2020
Keuntungan Membuat SIM Melalui Jalur Resmi Terminal Mojok

Keuntungan Membuat SIM Melalui Jalur Resmi

4 Desember 2020
lubang di jalan jalanan rusak jalan berlubang mojok

Lubang di Jalan: Dihindarin Susah, tapi Kalau Dikritik Bisa Kena Perkara

25 November 2020
Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK terminal mojok.co

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK

30 September 2021
SIM Seumur Hidup Memang Susah Diwujudkan, tapi, Bagaimana kalau Masa Berlakunya Diperpanjang?

SIM Seumur Hidup Memang Susah Diwujudkan, tapi, Bagaimana kalau Masa Berlakunya Diperpanjang?

8 Desember 2024
SIM

Sensasi Berkendara di Jalan Raya 6 Tahun Tanpa SIM

20 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.