Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Revisinya Belum Tentu Lancar 

Riza Afthoni oleh Riza Afthoni
24 Oktober 2023
A A
Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fase saya berkutat dengan skripsi memang sudah lewat. Saya lulus kuliah di 2019 akhir. Itupun disengaja karena adanya wacana pergantian nama dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Daripada ijazah  masih berstatus sebagai sekolah tinggi, saya memilih menunggu dua semester hingga di ijazah tertera lulusan institut. Waktu menunggu tidak sia-sia belaka karena saya lakukan sambil bekerja. Eh, kok saya malah curhat. 

Namanya kuliah pasti ada yang namanya tahap menyusun skripsi. Mahasiswa harus mengerjakannya demi mendapat gelar sarjana. Di ujung tahapan ini ada sidang skripsi. Di tempat saya kuliah dulu, IAIN Kudus, sidang macam ini disebut munaqosah. 

Usai sidang skripsi, tidak sedikit yang merayakannya sebagai bentuk ucapan syukur. Sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, saya mengamati, semakin ke sini semakin banyak yang merayakan sidang skripsi secara berlebihan. Ini saya kasih empat alasan kenapa habis sidang skripsi nggak perlu dirayakan berlebihan.

#1 Baru sidang skripsi belum revisian

Namanya sidang pasti ada dosen penguji skripsi. Kalian beruntung kalau mendapat penguji yang enak. Namun beda cerita kalau dosen pengujinya killer, kemungkinan revisi akan lebih besar. Jangan remehkan proses revisi, tahap ini bisa benar-benar memakan waktu. Bahkan bukan tidak mungkin bisa mengundur jadwal wisuda. 

Mempertimbangkan hal ini, saya merasa sidang skripsi sebenarnya tidak perlu dirayakan berlebihan. Usai sidang langsung pulang sebenarnya lebih enak. Tidak harus merayakan sidang skripsi yang sebenarnya bukan benar-benar akhir dari proses studi kalian. 

#2 Timbal balik

Ini yang saya takutkan. Kalau ada teman yang datang merayakan sidang skripsi, saya jadi merasa terbebani untuk datang ketika teman lain sidang. Belum lagi kalau mereka memberikan kado atau hadiah sidang skripsi.

Rasanya akan berdosa kalau tidak datang atau memberi bingkisan ketika teman-teman lain sidang. Padahal setiap orang punya kesibukan, apalagi yang sudah duduk di tingkat akhir kuliah. Ada yang mulai mencari pekerjaan, ada yang sibuk revisi skripsi, dan masih banyak lagi. 

Tidak semua orang bisa meluangkan waktu saat temannya sidang. Kalau lingkaran pertemanannya memang saling mengerti, itu tidak menjadi masalah. Namun, akan jadi problem perkawanan kalau teman yang lain tidak memahami hal ini. 

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

#3 Perayaan sidang skripsi ngabisin duit (kayaknya)

Ini boleh setuju boleh tidak. Kalau kalian memang belum ada rezeki untuk mentraktir teman-teman, lebih baik menundanya terlebih dahulu. Jangan dipaksakan. Utamakan dana yang kalian punya untuk hal-hal yang lebih krusial, misalnya ngeprint revisian. 

Kalian bisa mentraktir teman-teman yang memang berperan dalam menyusun skripsi di momen lain. Misalnya, setelah revisi skripsi selesai atau sekalian setelah wisuda. 

#4 Menghabiskan waktu

Terakhir, ini boleh setuju boleh tidak juga sih. Merayakan sidang skripsi menghabiskan waktu bagi mereka yang punya kesibukan selain kuliah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kegiatan mahasiswa semakin beragam di masa kuliah akhir. Tidak sedikit mahasiswa yang bekerja sampingan untuk menambah pendapatan. Bukan hal yang keliru kok kalau setelah sidang memilih istirahat. Mengingat, sebelum sidang, mahasiswa biasanya mencurahkan energi dan pikiran. 

Di atas alasan kenapa sidang skripsi sebenarnya tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Selain pejalanan hingga wisuda masih panjang, ternyata ada alasan-alasan lain yang patut menjadi pertimbangan. Kalau kalian tim yang merayakan atau tidak? 

Penulis: Riza Afthoni
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jadi Sarjana Pengangguran Tak Masalah Asal Punya Privilese Saja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2023 oleh

Tags: Dosen PembimbingMahasiswaPenelitianSidang SkripsiSkripsiuniversitaswisuda
Riza Afthoni

Riza Afthoni

Penyuka hardcore yang mencintai Spongebob Squarepants. Kalau bisa sih mencintai Mojok juga.

ArtikelTerkait

Surat untuk Pejuang Wisuda LDR 2020: Tenang, Kalian Tidak Perlu Sedih

Surat untuk Pejuang Wisuda LDR 2020: Tenang, Kalian Tidak Perlu Sedih

8 Juni 2020
Adu Jotos Gara-gara Politik Kampus, Ketololan Tanpa Batas yang Baiknya Memang Dihujat

Adu Jotos Gara-gara Politik Kampus, Ketololan Tanpa Batas yang Baiknya Memang Dihujat

17 Desember 2023
Betapa Menderitanya Mahasiswa dari Jurusan Nggak Terkenal, Saat Lebaran Harus Menjelaskan Kuliahnya ke Keluarga Besar Mojok.co

Betapa Menderitanya Mahasiswa dari Jurusan Nggak Terkenal, Saat Lebaran Harus Menjelaskan Kuliahnya ke Keluarga Besar

14 April 2024
Bikin Solid hingga Nggaya dengan ‘Gwajam’, Jaket Angkatan di Kampus Korea Selatan terminal mojok

Bikin Solid hingga Nggaya dengan ‘Gwajam’, Jaket Angkatan di Kampus Korea Selatan

6 Juni 2021
Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara 'Kenyamanan' terminal mojok.co

Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara ‘Kenyamanan’

20 Oktober 2020
Lamongan Punya Unisla yang “Keanehannya” Sulit Disaingi Kampus-kampus Lain Mojok.co

Lamongan Punya Unisla yang “Keanehannya” Sulit Disaingi Kampus Lain

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Honda Beat Motor yang Sempurna, Pantas Saja Didambakan Warga Kampung dan (Sayangnya) Jadi Incaran Empuk Maling Mojok.co

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

11 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.