Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
21 Mei 2026
A A
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siasat keluarga kecil saya hidup hemat in this economy …

Baru juga nongol di pintu, anak sulung saya sudah koar-koar, “Bu, harga minyak goreng sekarang berapa, sih?” Pertanyaan itu muncul karena dia menyadari harga minyak goreng sekarang ini sudah mencapai Rp40.000. Padahal, terakhir dia membeli minyak goreng seharga Rp32.000. 

Saya tertawa sambil kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali minyak goreng menyentuh harga Rp32.000. Sekarang ini harga minyak goreng kemasan 2 liter ada di harga Rp40.000. Itupun, yang mereknya Indomaret. Sementara minyak goreng merek lain, harganya berkisar Rp42.000-45.000.

Nah, kalau minyak goreng saja sudah segini mahalnya, bagaimana dengan keseluruhan ongkos memasak di rumah? Pertanyaan itu pun melahirkan pertanyaan turunan yang lebih besar. Sebenarnya, di zaman sekarang ini, masak sendiri itu lebih hidup hemat atau lebih boros sih dibanding beli matang?

Mari kita hitung bersama.

Hitung-hitungan pengeluaran

Bayangkan pasangan suami istri, belum punya anak. Dua perut. Tiga kali makan sehari. Jika 1 kg beras bisa untuk 10 kali makan, maka pasutri ini membutuhkan beras kira-kira 600 gram sehari. Sekarang, mari kita hitung pengeluarannya. Supaya mudah, kita buat perhitungannya jadi per hari:

Bahan Kebutuhan Harga Estimasi
Beras (15.000/kg) 600 gram Rp 9.000
Protein hewani Rp 10.000
Sayuran (kangkung/bayam) 1 ikat Rp 3.000
Tempe dan tahu Rp 5.000
Bumbu, minyak, lombok, dll (alokasi harian) — Rp 8.000

Sehingga, untuk masak membutuhkan dana Rp35.000 sehari atau Rp1,05 juta per bulan. Itu, hanya untuk bahan baku saja. Belum termasuk gas elpiji dan sabun cuci piring.

Jika tabung gas LPG 3 kg seharga Rp20.000 awet sampai satu bulan, maka pengeluaran sebulan jadi Rp1,07 juta. Kita genapkan jadi 1,1 juta untuk beli sabun cuci piring.

Baca Juga:

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

Wafer Tango Sekarang Kalah Telak dari Nabati, padahal Dulu Jadi Rajanya Wafer

Nah, kalau memilih untuk beli matang, hitungan per orangnya jadi begini. Beli sarapan Rp5.000, makan siang Rp15.000, dan makan malam Rp10.000. Total pengeluaran untuk 2 orang ketika beli makan di luar jadi Rp60.000 per hari. Dengan kata lain Rp1,8 juta sebulan.

Beli lauk saja, nasinya masak di rumah, bakal jauh lebih hidup hemat

Dengan hitung-hitungan di atas, terlihat kalau beli makan di luar lebih mahal daripada masak sendiri. Tapi, mari kita hitung pula jika, si pasutri ini hanya beli lauknya saja di luar. Sementara untuk nasinya, mereka masak sendiri di rumah.

Maka, perhitungannya jadi seperti ini. Masak nasi Rp9.000, beli sayur Rp5.000, 2 potong ayam (hanya untuk makan siang saja) sebesar Rp15.000. Total pengeluaran makan 3 kali sehari untuk dua orang jadi Rp29.000. Sebulan, pengeluarannya jadi Rp870.000.

Sehingga, perbandingan pengeluaran untuk makan tiap bulannya jadi seperti ini:

Masak sendiri                        Beli nasi plus lauk                       Hanya beli lauk

1.100.000                                 1.800.000                                      870.000

Ingat, ini hitung-hitungan untuk makan sederhana ya. Dan, setelah dibandingkan, ternyata lebih murah kalau kita beli lauknya saja di luar. Kita bisa hemat Rp230.000 daripada masak sendiri, bahkan bisa hemat nyaris Rp1 juta daripada beli nasi plus lauk di luar. Yang perlu digarisbawahi, ini hitungan untuk keluarga kecil yang hanya terdiri atas suami dan istri, tanpa anak. Kalau ada anak, hitungannya lain lagi. Nanti saya bahas kapan-kapan.

Plus minus beli lauk di luar

Selain bisa hidup hemat, beli lauk di luar juga bisa jadi penyelamat ketika badan sedang rontok setelah bekerja seharian. Kalau badan sudah remuk, mana ada energi untuk bergelut dengan wajan, dkk? Sudah lelah. Mending pulang kerja mampir warung buat beli lauk, lalu di rumah tinggal colok penanak nasi. Ditinggal mandi sore, pasti si nasi sudah matang. Paginya, tinggal beli lauk buat sarapan sekaligus bekal makan siang. Energi aman, dompet pun tenang.

Meski demikian, namanya juga masakan buatan orang lain, pasti ada saja masalahnya. Ada harga tersembunyi yang harus dibayar, terutama soal jaminan kebersihan dan kesehatan. Jujur aja, kita kan nggak pernah tahu itu abang-abangnya masaknya gimana, bahan bakunya segar atau nggak, minyak gorengnya sudah dipakai berapa belas kali, dlsb. Belum kalau bicara soal rasa yang kadang ngalor ngidul.

Pertanyaan utamanya, lebih mending mana ya antara masak sendiri atau beli, maka sudah sangat clear bahwa jawabannya adalah beli di luar.

Pegang duit Rp100.000 in this economy rasanya cepat sekali habis. Coba saja bawa duit segitu ke pasar, paling hanya dapat minyak goreng 2 liter, sayuran, tempe dan bumbu-bumbu dapur. Protein hewaninya? Nggak nyantol sama sekali! Sudah keburu menguap untuk menebus cabai, bawang, dkk. Makin sedih lagi kalau gas LPG, beras, gula, sabun habis di waktu yang bersamaan.

Alamak!!! Sehat-sehat ya kita semua~

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2026 oleh

Tags: beliHematin this economyJajankondisi ekonomiMasak
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

paket hemat

Kita Semua Menyukai Paket Hemat

12 Mei 2019
Jurus 531 untuk Pemula Perdapuran_ 5 Langkah Memasak 3 Menu Pakai 1 Ekor Ayam terminal mojok

Jurus 531 untuk Pemula Perdapuran: 5 Langkah Memasak 3 Menu Pakai 1 Ekor Ayam

9 Juli 2021
masakan jawa pintar masak perempuan jago masak menikah suami ibu rumah tangga jago masak mojok.co

Perempuan yang Nggak Pintar Masak Jangan Minder, saat Butuh Skill Ini, Kalian Bakal Bisa kok

28 April 2020
5 Permen Indomaret yang Unik dan Bikin Penasaran Terminal Mojok

5 Permen Indomaret yang Unik dan Bikin Penasaran

30 Desember 2022
4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Terminal Mojok

4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Banyak Orang

22 Juli 2022
resep dalgona coffee cara bikin bahan kopi viral mudah cara masak karantina social distancing physical distancing mojok.co

Resep Dalgona Coffee, Kopi Viral Buah Karya Orang yang Bosen Swakarantina

1 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate Mojok.co

Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

20 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.