Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
21 April 2026
A A
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Share on FacebookShare on Twitter

“People come and go”, frasa yang bakal relate seiring bertambahnya usia. Sayangnya, cuma bagian “go” nya aja yang lebih saya rasakan. Banyak banget orang-orang di hidup saya yang berpulang. Selain sedih dan lelah emosional, salah satu efek dari banyaknya orang wafat dalam hidup saya adalah menumpuknya buku Yasin di rumah

Saya sudah di tahap, ketika datang ke acara tahlil, berharap untuk nggak dapat buku Yasin. Yang di rumah aja, bahkan ada yang masih di dalam plastik.

Saya nggak selalu datang ke acara tahlil. Nggak semua tahlilan memberi buku Yasin. Tapi tetap saja, buku tersebut di rumah saya sudah kelewat banyak. Malah kadang walau nggak datang ke undangan tahlil, buku tetap diberikan.

Apalagi seiring bertambahnya usia saya dan orang-orang rumah, kenalan dan kerabat semakin banyak yang wafat. Koleksi buku Yasin pun bertambah. Ada yang dari tetangga, om, tante, pokoknya bermacam-macam sumbernya. Ada yang sederhana, ada yang desainnya mewah pakai hard cover.

Nggak semua buku Yasin nyaman dipakai

Bukannya nggak bermanfaat, tapi serajin-rajinnya saya baca Yasin, tetap aja masih ada buku yang suka kelupaan untuk dipakai. Selain itu, jujur, nggak semua tulisan di buku Yasin itu nyaman di mata saya. Ada yang kekecilan, ada yang cetakan hurufnya agak kabur, dan ada yang penulisan huruf hijaiyahnya agak beda dari yang biasa saya temui.

Saya mau menolak, tapi kesannya nggak menghargai banget. Sedangkan maksud dari buku-buku Yasin tersebut, kan untuk mengenang mendiang. Syukur-syukur, kami yang diberikan nggak lupa untuk mendoakan mendiang. Tapi kalau nggak dipakai, malah saya yang jadi dosa.

BACA JUGA: 5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi

Yang sudah-sudah, cuma jadi pajangan rak buku

Kebiasaan cetak buku Yasin, maksudnya memang baik. Tapi, saya rasa kebiasaan ini harus dihilangkan. Lebih baik, uangnya dialokasikan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat bagi mendiang. Bukannya apa-apa, tapi sayang. Tuh, kebanyakan cuma jadi pajangan di rumah.

Baca Juga:

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

Mending uangnya buat menyelesaikan urusan mendiang. Bisa buat urusan makam, bayar utang mendiang, atau urusan administrasi yang perlu diurus terkait wafatnya mendiang. Jika memang ahli waris punya uang lebih, mending buat santunan anak yatim aja deh.

Baca halaman selanjutnya

Cuma jadi beban bagi yang nggak mampu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: buku yasincetak buku yasintahlilan
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Tahlilan Bukan Hanya untuk Tamu. Pihak Keluarga Harusnya Berpartisipasi, Bukan Malah Sibuk Sendiri!

Tahlilan Bukan Hanya untuk Tamu. Pihak Keluarga Harusnya Berpartisipasi, Bukan Malah Sibuk Sendiri!

28 September 2024
Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

25 April 2023
Tahlilan di Sumatera beda dengan Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan Mojok.co

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

13 Juli 2026
Tempat Duduk Saat Tahlilan Bisa Digunakan untuk Memetakan Status Sosial Seseorang terminal mojok.co

Tempat Duduk Saat Tahlilan Bisa Digunakan untuk Memetakan Status Sosial Seseorang

28 Februari 2021
Nasi Berkat Bungkus Daun Jati Terbaik, tapi Mulai Langka Tergerus Zaman

Nasi Berkat Bungkus Daun Jati Terbaik, tapi Mulai Langka Tergerus Zaman

5 Maret 2024
Selamatan Orang Meninggal di Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Selamatan Orang Meninggal di Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

1 Mei 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.